

ANALISASIBERNEWS.COM I PADANG PARIAMAN – Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera, khususnya Sumatera Barat, melaksanakan monitoring dan evakuasi di sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Padang Pariaman, Selasa(12/8/2026).

Kegiatan dipimpin Ketua Tim Supervisi Satgas PRR Pascabencana Wilayah Sumatera, Brigjen Pol. Yopie Indra Prasetya Sepang, yang juga menjabat sebagai Teknisi Jibom Utama Tk. II Korbrimob Polri, didampingi Teknisi Jibom Madya Tk. III Korbrimob Polri Kombes Pol. Dennie Andreas Dharmawan, bersama Bupati Padang Pariaman John Kenedy Aziz beserta jajaran pemerintah daerah dan TNI.
Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi wilayah terdampak sekaligus memantau penanganan dan evakuasi akibat cuaca ekstrem. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di Korong Sungai Pingai, Nagari III Koto Aur Malintang, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, di mana longsor menyebabkan badan jalan utama terputus dan mengganggu mobilitas masyarakat.
Brigjen Pol. Yopie Indra Prasetya Sepang mengatakan, peninjauan dilakukan untuk memastikan secara langsung dampak banjir dan longsor serta melihat apakah bencana kembali terjadi di lokasi yang sebelumnya terdampak atau muncul di titik baru.

“Kami akan mencoba mendiskusikan, sesuai dengan permintaan Pak Bupati Padang Pariaman, bagaimana supaya penanganannya bisa lebih cepat dan segera. Kami dari Satgas PRR memang mempunyai tugas, salah satunya mempercepat proses penanganan bencana untuk wilayah Sumatera Barat,” ujar Yopie.
Sementara itu, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Aziz menyampaikan apresiasi atas kehadiran Satgas PRR yang turun langsung melihat kondisi wilayah terdampak.
“Hari ini kami kedatangan Satgas penanggulangan bencana dari pusat yang dipimpin oleh Brigjen Pol. Yopie Indra Prasetya Sepang. Kita melihat secara langsung kondisi Padang Pariaman setelah banjir dan longsor yang terjadi satu minggu yang lalu,” ujar John Kenedy Aziz.
Bupati menjelaskan, bencana tersebut merupakan kejadian hidrometeorologi kedua setelah sebelumnya Kabupaten Padang Pariaman mengalami bencana pada November 2025 hingga Januari 2026. Ia berharap hasil peninjauan dapat segera ditindaklanjuti untuk mempercepat penanganan di lapangan.
Satgas PRR selanjutnya berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan unsur terkait untuk mempercepat penanganan serta pemulihan infrastruktur pascabencana, khususnya membuka kembali akses jalan yang menjadi jalur penting bagi aktivitas masyarakat.
Sumber : Tim Produksi Humas Korps Brimob Polri. ( Wid )


Tidak ada komentar