PANDEGLANG, BANTEN | AnalisasiberNews.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jiput 02 di bawah naungan Yayasan Insan Fastabiqul Khairat terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan dengan menggelar Sosialisasi Aplikasi Uji Organoleptik Menu MBG kepada para Penanggung Jawab (Person in Charge/PIC) sekolah penerima manfaat, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di wilayah Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, Banten, ini diikuti sekitar 30 peserta yang merupakan guru atau PIC dari berbagai sekolah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis. Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai mekanisme pengawasan kualitas makanan melalui sistem digital yang terintegrasi dengan pemantauan Badan Gizi Nasional (BGN).
Acara dipimpin langsung oleh Kepala SPPG Jiput 02, Ilham Fauzi, S.Pd., M.H., didampingi Mitra SPPG, Aji Rahman Firdaus. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai tata cara penggunaan aplikasi uji organoleptik, mekanisme pelaporan, indikator penilaian kualitas makanan, hingga pentingnya peran sekolah dalam menjaga mutu makanan yang dikonsumsi peserta didik setiap hari.
Dalam sambutannya, Ilham Fauzi menjelaskan bahwa aplikasi uji organoleptik merupakan salah satu inovasi yang dikembangkan untuk memperkuat sistem pengawasan kualitas menu Program Makan Bergizi Gratis secara transparan, objektif, dan berbasis data.

Menurutnya, setiap makanan yang didistribusikan kepada sekolah akan dinilai berdasarkan sejumlah indikator penting, mulai dari rasa, aroma, warna, tekstur, kebersihan, suhu makanan, hingga kelayakan konsumsi. Penilaian tersebut dilakukan langsung oleh PIC sekolah melalui aplikasi sehingga hasilnya dapat menjadi bahan evaluasi yang akurat.
“Melalui aplikasi ini, setiap sekolah dapat memberikan penilaian secara langsung terhadap menu yang diterima setiap hari. Data yang diinput oleh PIC sekolah akan menjadi bahan evaluasi bagi SPPG sekaligus dapat dipantau secara real time oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bentuk pengawasan terhadap kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia,” ujar Ilham Fauzi.
Ia menambahkan bahwa digitalisasi sistem pelaporan menjadi langkah penting dalam meningkatkan profesionalisme pelayanan. Dengan sistem yang terintegrasi, setiap laporan yang masuk akan terdokumentasi dengan baik sehingga memudahkan proses evaluasi dan tindak lanjut apabila ditemukan kekurangan pada kualitas makanan.

Ilham Fauzi juga menegaskan bahwa guru sebagai PIC memiliki posisi yang sangat strategis karena menjadi pihak pertama yang menerima sekaligus memverifikasi kondisi makanan sebelum dikonsumsi oleh peserta didik. Oleh sebab itu, keakuratan dan objektivitas dalam memberikan penilaian sangat dibutuhkan agar kualitas layanan dapat terus ditingkatkan.
Sementara itu, Mitra SPPG Jiput 02, Aji Rahman Firdaus, menyampaikan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bergantung pada kelancaran distribusi makanan, tetapi juga ditentukan oleh kualitas menu yang diterima setiap siswa.
Menurutnya, aplikasi uji organoleptik menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara sekolah, SPPG, dan Badan Gizi Nasional sehingga setiap masukan dapat segera ditindaklanjuti.
“Guru merupakan mitra utama dalam memastikan kualitas makanan yang diterima siswa. Dengan adanya aplikasi ini, setiap penilaian akan terdokumentasi secara digital sehingga proses evaluasi menjadi lebih cepat, transparan, objektif, dan akurat,” jelas Aji Rahman Firdaus.
Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh penjelasan secara rinci mengenai prosedur penggunaan aplikasi, tata cara pengisian laporan harian, indikator penilaian organoleptik, serta mekanisme pelaporan apabila ditemukan ketidaksesuaian terhadap standar kualitas menu.

Sesi diskusi dan tanya jawab juga berlangsung aktif. Para peserta menyampaikan berbagai pertanyaan terkait penerapan aplikasi di sekolah masing-masing sehingga diperoleh kesamaan pemahaman mengenai proses pelaporan dan pengawasan kualitas makanan.
Penerapan aplikasi uji organoleptik merupakan bagian dari transformasi digital yang terus dikembangkan untuk mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis. Dengan sistem pelaporan yang terintegrasi, setiap hasil penilaian dari sekolah akan tersimpan secara digital dan dapat dipantau secara langsung oleh Badan Gizi Nasional sebagai bahan evaluasi terhadap kualitas pelayanan setiap SPPG di berbagai daerah.
Melalui data yang terkumpul, Badan Gizi Nasional dapat melakukan monitoring secara berkelanjutan, mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, serta menyusun langkah pembinaan dan penyempurnaan standar operasional agar kualitas makanan yang diberikan kepada peserta didik terus meningkat.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi wujud nyata komitmen SPPG Jiput 02 bersama Yayasan Insan Fastabiqul Khairat dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis yang aman, higienis, bergizi seimbang, serta memenuhi standar pelayanan yang ditetapkan.
Sinergi antara SPPG, Yayasan Insan Fastabiqul Khairat, sekolah penerima manfaat, guru sebagai PIC, mitra pelaksana, serta Badan Gizi Nasional diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan kualitas makanan sehingga manfaat Program Makan Bergizi Gratis benar-benar dirasakan oleh para peserta didik.
Selain meningkatkan kualitas asupan gizi anak, program ini juga diharapkan mampu mendukung pertumbuhan, kesehatan, konsentrasi belajar, serta pembentukan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, sehat, produktif, dan berdaya saing menuju visi Indonesia Emas 2045.
Melalui pemanfaatan teknologi digital, pengawasan yang transparan, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan terus berkembang menjadi salah satu program strategis nasional yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan generasi penerus bangsa.
Penulis: Dedi Supandi
Editor: Yudi Sayuti

