

CyberNewsTV.Co.co.id – BANDUNG — Persoalan terkait pengadaan seragam siswa yang sempat menimbulkan keresahan di SMP Negeri 47 Kota Bandung akhirnya menemukan jalan keluar yang damai dan tuntas. Komite Sekolah telah secara utuh mengembalikan seluruh uang pembayaran kepada para orang tua murid sebagai bentuk pertanggungjawaban nyata atas ketidakjelasan proses yang terjadi.
Masalah ini bermula dari munculnya informasi mengenai penawaran seragam sekolah yang disertai rincian harga dan jenis pakaian dalam bentuk infografis, yang dikoodinasikan oleh pihak Komite Sekolah tanpa sepengetahuan dan persetujuan pimpinan sekolah.
Kepala SMPN 47 Kota Bandung, Silpani Nurpatonah, S.Pd., saat memberikan keterangan menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui adanya kegiatan pengadaan tersebut yang berjalan di lingkungan sekolahnya. Ia mengakui adanya celah kelemahan yang terjadi karena kurangnya saluran komunikasi yang efektif antara manajemen sekolah dengan pihak komite.
“Kami akui terdapat kelalaian yang disebabkan oleh belum berjalannya komunikasi yang baik terkait hal ini. Namun demikian, kami sadar bahwa hal seperti ini memang sering menjadi perhatian di banyak satuan pendidikan, dan kami bergerak cepat memperbaikinya,” ungkap Silpani.

Merespons hal tersebut, Ketua Komite SMPN 47 Kota Bandung, R. Dhewi Srihayati, secara tegas mengakui kealpaan pihaknya. Ia membenarkan bahwa proses sosialisasi hingga penawaran seragam dilakukan secara sepihak kepada wali murid tanpa terlebih dahulu berkoordinasi dan memberitahukan kepada Kepala Sekolah.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan, R. Dhewi Srihayati telah membuat surat pernyataan resmi yang ditandatangani secara tertulis guna mempertegas kejadian dan sikap yang diambil.
Puncaknya, uang yang telah dikumpulkan dari para orang tua pun diserahkan kembali secara langsung dan utuh kepada yang berhak. Penyerahan kembali dana tersebut berlangsung dalam suasana kondusif dan disaksikan langsung oleh Kepala Sekolah Silpani Nurpatonah, sehingga tidak ada lagi kerugian yang dirasakan oleh masyarakat.
Menutup peristiwa ini, diharapkan seluruh unsur pendukung dan warga sekolah di mana pun menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran berharga. Semoga menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian, transparansi, serta kesatuan langkah dan komunikasi yang rapat sebelum mengambil keputusan yang berdampak langsung kepada masyarakat luas maupun orang tua siswa.(**)


Tidak ada komentar