Jombang, AnalisaSiberNews.com – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Jombang Kota kembali menggelar acara Diba’ Rutin Akbar yang berlangsung dengan penuh khidmat dan sempak di Masjid Al Ikhlas Geneng Gg Kavling, Kelurahan Jombatan, Jombang (24/05/2026). Acara yang dihadiri oleh ratusan kader perempuan muassis NU ini tidak hanya sekadar ritual spiritual bulanan, melainkan momentum emas memperkuat tali silaturahmi, meneguhkan ideologi, sekaligus membangun sinergi lintas sektoral antara ulama, umara (pemerintah), dan organisasi kemasyarakatan.

Gema lantunan salawat nabi yang dibawakan dengan penuh penghayatan meruntuhkan sekat-sekat keduniawian, membawa seluruh jemaah yang hadir larut dalam mahabbah (cinta) kepada Rasulullah SAW. Harmoni kebangsaan dan ketukan rebana yang memukau turut memeriahkan acara ini.
Acara diawali dengan prosesi pembukaan yang sangat menyentuh rasa nasionalisme dan religiositas. Tim paduan suara dengan seragam hijau khas Fatayat memimpin seluruh hadirin untuk berdiri tegak, menyanyikan tiga lagu sakral secara berurutan: Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Mars Fatayat, dan Mars Syubbanul Wathon (Yaa Lal Wathan). Kombinasi ketiga lagu ini menggetarkan ruangan masjid, menegaskan komitmen Fatayat NU yang selalu berdiri di garda terdepan dalam menjaga NKRI dan mengibarkan panji-panji Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

Sesi sambutan menjadi salah satu bagian paling dinamis dalam acara ini. Setiap tokoh memberikan pandangan mendalam mengenai peran perempuan, pentingnya organisasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Pimpinan Ranting Fatayat NU Jombatan, Sahabat Sutarmi, S.Pd.I, membuka sesi sambutan dengan penuh rasa syukur dan haru. Beliau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang membantu menyukseskan acara ini.

Lurah Jombatan, Bapak Evodie Demas Sugandy, S.STP., M.A.P, juga memberikan sambutan yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kelurahan dan Fatayat NU dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa bantuan organisasi hebat seperti Fatayat NU. Kami melihat Fatayat bukan hanya gerakan keagamaan, tapi motor penggerak kesejahteraan keluarga,” ujar Lurah Evodie.

Ning Iluk, perwakilan PAC Fatayat NU Jombang Kota, membakar semangat para kader dengan orasi organisasi yang taktis dan visioner. Beliau mengingatkan bahwa Fatayat harus adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas santrinya.
Puncak acara adalah siraman rohani (Mauidloh Hasanah) yang disampaikan oleh ulama kharismatik, KH Moh Khoiril Anam, S.HI. Beliau mengupas tuntas tentang keutamaan membaca selawat dan bagaimana mengimplementasikannya dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat.
Acara diakhiri dengan doa penutup yang dipimpin oleh Bapak NU Anwar, yang memohonkan ampunan, keberkahan, dan kemakmuran bagi seluruh kader Fatayat, warga Kelurahan Jombatan, dan bangsa Indonesia pada umumnya. Isak tangis haru beberapa jemaah pecah di tengah-tengah amin yang bersahut-sahutan, menandai berakhirnya majelis yang mulia tersebut dengan penuh rida Allah SWT.
Redaksi AnalisasiberNews
Ern
Tidak ada komentar