Tasikmalaya ,AnalisaSiberNews.com l– Belum genap 24 jam menghirup udara luar setelah tiga hari menjalani perawatan di rumah sakit, Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra sudah kembali berdiri di tengah publik.
Bukan untuk beristirahat. Bukan pula untuk mengurangi aktivitas.
Sabtu (16/5/2026), Diky hadir langsung di GOR Sukapura untuk membuka Tasikmalaya Karate Open Tournament 2026, ajang yang mempertemukan ratusan karateka dari berbagai daerah di Priangan Timur.
Sebuah ironi yang menampar banyak pihak: ketika sebagian orang sehat justru sibuk mencari alasan untuk absen, Diky yang baru keluar dari rumah sakit malah memilih hadir dan bekerja.
“Alhamdulillah sudah sehat, bisa membuka kegiatan ini,” ujar Diky dengan senyum yang tetap tenang.
Namun kehadiran Diky bukan sekadar seremoni pembukaan turnamen.
Ia menegaskan, Tasikmalaya Karate Open Tournament menjadi bukti bahwa Kota Tasikmalaya terus bergerak sebagai episentrum berbagai kegiatan, dari olahraga hingga budaya.
Dan dari setiap event, ada denyut ekonomi yang ikut berputar.
Hotel terisi. Warung ramai. Transportasi bergerak. UMKM tersenyum.
“Selain ajang pembinaan dan prestasi atlet, kegiatan ini juga membawa dampak ekonomi bagi Kota Tasikmalaya,” kata Diky.
Pernyataan itu sederhana, tetapi sarat makna.
Sebab sebuah kota tidak hanya dibangun oleh beton dan aspal, tetapi juga oleh peristiwa-peristiwa yang menghidupkan ruang publik dan menggerakkan roda ekonomi.
Kehadiran Diky di tengah para atlet pun menjadi suntikan semangat tersendiri.
“Selamat bertanding, raih prestasi terbaik,” ucapnya.
Yang menarik, usai membuka turnamen, Diky tak langsung kembali beristirahat.
Agenda pemerintahan masih menanti. Pada malam harinya, ia dijadwalkan bertolak ke Gedung Sate, Bandung, untuk menghadiri puncak Kirab Budaya Tatar Sunda bersama Gubernur Jawa Barat.
Tubuhnya mungkin baru pulih.
Tetapi tanggung jawabnya rupanya tak pernah mengenal kata cuti.
Di tengah banyaknya pejabat yang sering tampil hanya ketika kamera menyala, Diky justru menunjukkan bahwa pelayanan publik tidak selalu membutuhkan pidato panjang.
Kadang cukup dengan satu hal sederhana: tetap hadir, bahkan ketika kondisi belum sepenuhnya pulih.
Tim investigasi
Tidak ada komentar