RANCAEKEK, KABUPATEN BANDUNG| AnalisasiberNews.com– Yayasan Ambar Wangi menggelar Pentas Seni Ngareungeu Bulan di Saung Lembur Ambu Apon, Jumat (30/10/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.30 hingga 22.10 WIB ini menjadi ruang ekspresi seni sekaligus wujud nyata kepedulian terhadap pelestarian budaya Sunda di tengah masyarakat.
Acara tersebut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Bandung, Drs. H. Cecep Suhendar, S.Pd., M.Si., Ketua Yayasan Ambar Wangi, Yuyun, perwakilan Balai Pelestarian Budaya Provinsi Jawa Barat, Neke, mahasiswa UIN Bandung dan ISBI Bandung, HIPAKAD, Organisasi Daerah Mahasiswa Permata Intan Garut, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Cecep Suhendar yang akrab disapa Aa Cecep menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Ngareungeu Bulan. Ia menegaskan bahwa budaya Sunda merupakan warisan leluhur yang memiliki nilai luhur dan harus terus dijaga, dikembangkan, serta diwariskan kepada generasi muda.
Sementara itu, Neke, perwakilan Balai Pelestarian Budaya Provinsi Jawa Barat, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan pelestarian seni dan budaya tersebut. Menurutnya, keberadaan saung-saung budaya seperti Saung Lembur Ambu Apon memiliki peran penting sebagai pusat aktivitas dan pengembangan seni budaya di Jawa Barat.
Dalam kesempatan yang sama, Drs. H. Cecep Suhendar selaku Pembina Yayasan Ambar Wangi juga mengajak generasi muda untuk semakin mencintai dan melestarikan tradisi Sunda melalui berbagai bentuk kesenian, seperti seni tari, karawitan, dan sastra.
Rangkaian acara semakin meriah dengan penampilan Big Widaldo, pertunjukan tari jaipongan dari Pasya Budi Utami, penampilan mahasiswa UIN Bandung, serta sajian kliningan karawitan yang berhasil memukau para hadirin.
Pasya Budi Utami saat diwawancarai menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk tampil dalam kegiatan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih bisa tampil di acara Ngareungeu Bulan ini. Kami pun mendapatkan dukungan penuh dari orang tua,” ujarnya.
Pentas Seni Ngareungeu Bulan bukan sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat, melainkan juga momentum mempererat tali silaturahmi, membangun kebersamaan, serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Sunda.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Ambar Wangi berharap seni dan tradisi Sunda tetap hidup, berkembang, dan menjadi bagian dari identitas masyarakat, khususnya generasi muda di Kabupaten Bandung.
WA.KA. Biro Kabupaten Bandung
Marwan Wandjani
Tidak ada komentar