MEDIA ANALISASIBERNEWS.COM
Media AnalisasiberNews.com terus memperkuat jaringan perwakilan redaksi di berbagai wilayah Indonesia untuk mendukung penyampaian informasi yang cepat, akurat, berimbang, dan profesional kepada masyarakat.

KABUPATEN BANDUNG, ANALISASIBERNEWS.COM – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober dan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, Pemerintah Desa Pangauban, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, menggelar rangkaian festival budaya dan keagamaan yang berlangsung selama sepekan.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Menyambung Juang, Merengkuh Masa Depan: Persatuan Indonesia yang Lebih Maju, Agamis, dan Religius.” Perayaan ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, menanamkan nilai-nilai nasionalisme, serta mendorong generasi muda agar terus menjaga kebudayaan dan identitas bangsa.
Rangkaian kegiatan dipusatkan di lapangan Kantor Desa Pangauban. Acara diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih yang melibatkan pasukan pengibar bendera dari MA Al-Fakhriyah, MA Nurul Huda, dan MA Raudatul Mursalim. Kegiatan tersebut juga diikuti anak-anak TK, PAUD, para santri, serta masyarakat setempat.

Kepala Desa Pangauban, Agus Budiman, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menumbuhkan semangat nasionalisme yang berpadu dengan nilai-nilai keagamaan di kalangan generasi muda.
Menurutnya, peringatan Hari Santri Nasional dan Hari Sumpah Pemuda tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga sarana untuk menanamkan nilai perjuangan, kebersamaan, toleransi, dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Peringatan Hari Santri Nasional berlangsung meriah dengan partisipasi ratusan santri yang mengenakan pakaian khas muslim tradisional. Berbagai kegiatan bernuansa religi turut memeriahkan acara, di antaranya perlombaan keagamaan, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), serta lomba baca puisi religi.
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para santri untuk mengembangkan bakat, meningkatkan kepercayaan diri, serta memperkuat kecintaan terhadap ajaran agama dan nilai-nilai moral dalam kehidupan bermasyarakat.
Semangat para peserta terlihat dalam setiap rangkaian kegiatan yang mengedepankan kebersamaan dan partisipasi masyarakat.
Memasuki rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda, suasana kegiatan semakin semarak melalui festival adat Nusantara. Beragam unsur budaya ditampilkan sebagai bentuk penghargaan terhadap kekayaan tradisi dan keberagaman Indonesia.
Rangkaian acara juga diisi dengan deklarasi dan pengucapan ikrar Sumpah Pemuda oleh para peserta sebagai pengingat pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan suku, agama, bahasa, dan budaya.
Momentum tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda bahwa persatuan merupakan fondasi penting dalam menjaga keutuhan bangsa sekaligus menghadapi tantangan masa depan.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Desa Pangauban Agus Budiman, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pacet, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), unsur Bhabinkamtibmas, Babinsa, Karang Taruna Desa Pangauban, serta masyarakat setempat.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan keterlibatan pemerintah desa, tokoh agama, aparat kewilayahan, pemuda, dan masyarakat dalam mendukung kegiatan yang berorientasi pada penguatan persatuan serta pembangunan karakter generasi muda.
Dalam rangkaian kegiatan ini, penyatuan peringatan Hari Santri Nasional dan Hari Sumpah Pemuda menjadi pesan penting bahwa semangat kebangsaan dan nilai-nilai perjuangan para santri memiliki keterkaitan dalam perjalanan sejarah Indonesia.
Hari Santri mengingatkan masyarakat pada peran ulama dan santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, sementara Sumpah Pemuda menjadi simbol tekad generasi muda untuk bersatu sebagai satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa Indonesia.
Puncak kegiatan ditandai dengan malam ekspresi pemuda dan santri yang berlangsung meriah. Acara penutupan menampilkan pertunjukan seni hadroh yang berkolaborasi dengan teater modern, mengangkat kisah perjuangan para tokoh pemuda dan masyarakat.
Pertunjukan tersebut menjadi ruang kreativitas bagi generasi muda untuk mengekspresikan bakat seni sekaligus menyampaikan pesan moral tentang perjuangan, persaudaraan, dan kecintaan terhadap tanah air.
Pemerintah daerah dan unsur masyarakat setempat turut memberikan apresiasi terhadap kreativitas panitia dalam menyatukan peringatan dua momentum nasional tersebut melalui kegiatan yang memadukan unsur budaya, keagamaan, dan nasionalisme.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Pangauban diharapkan semakin mempererat tali persaudaraan, menjaga kerukunan, serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Hari Santri Nasional dan Hari Sumpah Pemuda di Desa Pangauban pun menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa berada di tangan generasi muda yang berkarakter, berakhlak, mencintai budaya, dan menjunjung tinggi persatuan Indonesia.
Jurnalis:
ANALISASIBERNEWS.COM Cepat, Akurat dan Berimbang

Tidak ada komentar