DELI SERDANG, ANALISASIBERNEWS.COM – Sejumlah warga yang menjalankan usaha budidaya ikan di Desa Namo Suro Baru, Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menyampaikan keresahan terkait berkurangnya debit air Sungai Seruai setelah adanya kegiatan pengaturan dan penutupan aliran air dalam rangka proses pengisian awal Bendungan Lau Simeme.
Warga menyebut kondisi tersebut mulai dirasakan setelah kegiatan yang mereka kaitkan dengan proses Initial Impounding atau pengisian awal waduk Bendungan Lau Simeme pada Kamis, 17 September 2026.
Menurut keterangan warga, perubahan debit air tersebut berpengaruh terhadap pasokan air yang selama ini dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan budidaya ikan di wilayah hilir, termasuk kolam-kolam milik masyarakat Desa Namo Suro Baru.
Kondisi itu kemudian menimbulkan kekhawatiran di kalangan peternak ikan karena keberlangsungan usaha budidaya sangat bergantung pada ketersediaan air dengan volume dan kualitas yang memadai.
Ketua P3AI Desa Namo Suro Baru, Ismail Ginting, mengatakan warga saat ini berharap ada penjelasan dari pihak berwenang mengenai kondisi aliran air Sungai Seruai serta langkah yang dapat dilakukan agar kebutuhan air masyarakat tetap diperhatikan selama proses pengisian awal bendungan berlangsung.
“Pasokan air ke kolam-kolam ikan warga sudah berkurang cukup banyak. Kami khawatir apabila kondisi ini berlangsung terus, air kolam semakin dangkal dan kondisi ikan dapat terganggu,” ujar Ismail kepada AnalisasiberNews, Sabtu (19/9/2026).
Warga Khawatir Kondisi Kolam Budidaya Terganggu
Ismail menjelaskan bahwa usaha budidaya ikan masyarakat di wilayah tersebut sangat bergantung pada ketersediaan air sungai. Karena itu, perubahan debit air yang cukup signifikan menurutnya dapat memberikan dampak terhadap operasional kolam.
Warga mengkhawatirkan apabila debit air terus mengalami penurunan dalam waktu yang cukup lama, maka sirkulasi air ke kolam dapat terganggu.
Dalam budidaya ikan, ketersediaan air yang memadai menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kondisi lingkungan kolam. Penurunan volume air dapat meningkatkan kepadatan ikan dan berpotensi memengaruhi kualitas air apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan yang baik.
Namun demikian, sejauh ini belum terdapat hasil pengukuran independen yang diperoleh redaksi untuk memastikan seberapa besar perubahan debit Sungai Seruai serta hubungan langsung antara perubahan tersebut dengan kondisi kolam warga.
Karena itu, kekhawatiran warga dalam pemberitaan ini ditempatkan sebagai keluhan dan aspirasi masyarakat, bukan sebagai kesimpulan bahwa kegiatan pengisian awal Bendungan Lau Simeme telah menyebabkan kerugian tertentu.
Risiko terhadap Budidaya Ikan Menjadi Perhatian Warga
Menurut warga, apabila debit air berkurang secara signifikan dan berlangsung dalam waktu lama, terdapat sejumlah risiko yang perlu diantisipasi.
Pertama, berkurangnya volume air dapat membuat kolam menjadi lebih dangkal. Kondisi tersebut dapat meningkatkan konsentrasi bahan organik maupun sisa pakan di dalam kolam apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan air yang baik.
Kedua, perubahan volume dan sirkulasi air berpotensi memengaruhi kualitas lingkungan kolam. Salah satu parameter yang perlu diperhatikan dalam budidaya ikan adalah kadar oksigen terlarut atau dissolved oxygen (DO).
Penurunan oksigen terlarut pada kondisi tertentu dapat menyebabkan ikan mengalami stres dan, apabila berlangsung berat serta tidak segera ditangani, dapat meningkatkan risiko kematian ikan.
Namun, hal tersebut merupakan potensi teknis dalam pengelolaan budidaya ikan, bukan pernyataan bahwa kematian ikan telah terjadi akibat kegiatan Bendungan Lau Simeme. Sampai berita ini disusun, redaksi belum menerima data pemeriksaan kualitas air maupun laporan resmi mengenai jumlah ikan yang mati sebagai akibat langsung dari perubahan debit sungai.
Ketiga, warga juga mengkhawatirkan perubahan kualitas air. Air sungai yang digunakan untuk budidaya harus memenuhi kondisi yang sesuai dengan kebutuhan ikan. Apabila terjadi peningkatan kekeruhan atau perubahan parameter air lainnya, peternak perlu melakukan pemantauan untuk mengetahui dampaknya terhadap ikan.
Oleh sebab itu, warga berharap terdapat komunikasi yang lebih intensif antara pengelola sumber daya air, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat pengguna air di wilayah hilir.
Peternak Khawatir Modal Usaha Terganggu
Bagi masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari budidaya ikan, persoalan ketersediaan air bukan sekadar masalah teknis. Kondisi tersebut juga berkaitan dengan keberlangsungan usaha keluarga.
Peternak biasanya mengeluarkan biaya untuk pembelian benih, pakan, perawatan kolam, tenaga kerja, serta kebutuhan operasional lainnya. Apabila terjadi gangguan terhadap siklus budidaya, masa pemeliharaan maupun hasil panen dapat ikut terpengaruh.
Atas dasar itu, warga meminta agar kondisi aliran air dapat diperhatikan selama proses pengisian awal waduk.
Ismail mengatakan warga tidak bermaksud menghambat pembangunan infrastruktur atau kegiatan pemerintah. Menurutnya, masyarakat hanya membutuhkan kepastian mengenai kondisi aliran air serta solusi apabila debit air yang masuk ke wilayah hilir memang mengalami penurunan.
“Kami berharap ada perhatian dan penjelasan dari pihak terkait. Yang kami inginkan adalah solusi agar kegiatan masyarakat, khususnya peternak ikan, tetap dapat berjalan,” kata Ismail.
Warga Desa Namo Suro Baru Sampaikan Pernyataan
Dalam pernyataan yang disampaikan kepada redaksi, warga Desa Namo Suro Baru mengungkapkan kekhawatiran terhadap penurunan debit Sungai Seruai yang mereka rasakan setelah adanya pengaturan aliran air.
Warga menyebut pasokan air ke kolam-kolam ikan berkurang dan berharap kondisi tersebut tidak berlangsung dalam waktu lama.
Mereka juga meminta pihak terkait memberikan penjelasan mengenai mekanisme pengaturan aliran air selama proses pengisian awal Bendungan Lau Simeme, termasuk bagaimana kebutuhan masyarakat di wilayah hilir diperhitungkan.
Aspirasi tersebut, menurut warga, penting disampaikan agar persoalan tidak berkembang menjadi kesalahpahaman antara masyarakat dan pihak pengelola sumber daya air.
Redaksi menilai penjelasan teknis dari pihak yang memiliki kewenangan menjadi penting untuk memberikan gambaran yang utuh kepada masyarakat.
Perlu Penjelasan Teknis dari Pihak Berwenang
Kegiatan pengisian awal sebuah bendungan merupakan bagian dari tahapan teknis pembangunan dan pengoperasian infrastruktur sumber daya air. Karena memiliki konsekuensi terhadap pola aliran air, masyarakat di wilayah hilir tentu membutuhkan informasi yang jelas mengenai tahapan kegiatan, durasi, serta pengaturan debit selama proses tersebut.
Dalam konteks persoalan di Desa Namo Suro Baru, penjelasan teknis diperlukan untuk mengetahui apakah perubahan debit Sungai Seruai memang merupakan bagian dari pengaturan aliran selama proses pengisian awal atau terdapat faktor lain yang turut memengaruhi kondisi tersebut.
Data mengenai debit sebelum dan sesudah pengaturan aliran juga akan membantu masyarakat memahami kondisi secara lebih objektif.
Karena itu, informasi dari pihak teknis sangat diperlukan agar pemberitaan dan pemahaman publik tidak hanya berdasarkan persepsi masyarakat, tetapi juga dilengkapi data pengukuran.
BWS Sumatera II Belum Memberikan Keterangan
Redaksi AnalisasiberNews.com telah berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Medan, sebagai pihak yang disebut warga berkaitan dengan kegiatan pengaturan aliran dan proses pengisian awal Bendungan Lau Simeme.
Namun hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum memperoleh keterangan atau tanggapan resmi dari pihak BWS Sumatera II mengenai keluhan warga tersebut.
Dengan demikian, pemberitaan ini tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan bahwa BWS Sumatera II telah melakukan pelanggaran atau menyebabkan kerugian masyarakat.
Redaksi masih menunggu penjelasan mengenai kondisi debit Sungai Seruai, mekanisme pengaturan aliran selama pengisian awal, serta langkah mitigasi apabila terdapat dampak terhadap masyarakat pengguna air di wilayah hilir.
Ruang konfirmasi dan hak jawab tetap terbuka bagi BWS Sumatera II, kontraktor terkait, maupun pihak lain yang berkepentingan.
Kepala Desa Namo Suro Baru Juga Belum Memberikan Jawaban
Selain kepada pihak BWS Sumatera II, redaksi juga telah berupaya meminta keterangan kepada Kepala Desa Namo Suro Baru, Janial Ginting, mengenai keresahan warga terkait berkurangnya pasokan air ke kolam-kolam budidaya.
Konfirmasi disampaikan melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum menerima jawaban.
Redaksi akan memuat penjelasan dari Kepala Desa Namo Suro Baru apabila telah diterima, terutama terkait kondisi warga, jumlah peternak yang terdampak, serta langkah pemerintah desa dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
Warga Berharap Ada Solusi, Bukan Saling Menyalahkan
Persoalan ketersediaan air di wilayah hilir pada dasarnya membutuhkan penyelesaian berdasarkan data dan komunikasi antarpihak.
Masyarakat membutuhkan air untuk menjalankan kegiatan ekonomi, sementara pembangunan infrastruktur sumber daya air juga memiliki tujuan pelayanan publik yang lebih luas.
Karena itu, komunikasi antara pengelola bendungan, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi penting untuk mengantisipasi munculnya persoalan di lapangan.
Apabila memang terdapat perubahan debit yang bersifat sementara karena tahapan teknis pengisian awal, masyarakat membutuhkan informasi mengenai berapa lama kondisi tersebut berlangsung dan bagaimana kebutuhan air di wilayah hilir akan dikelola.
Sebaliknya, apabila terdapat kondisi teknis lain yang menyebabkan debit air berubah, penjelasan terbuka dari pihak terkait juga diperlukan agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat.
Dengan adanya informasi tersebut, peternak dapat mengambil langkah penyesuaian dalam pengelolaan kolam mereka.
Pentingnya Data dan Pemantauan Kualitas Air
Untuk memastikan dampak terhadap usaha budidaya ikan, diperlukan pemantauan yang lebih objektif.
Beberapa hal yang dapat menjadi perhatian antara lain pengukuran debit Sungai Seruai, volume air yang tersedia untuk masyarakat hilir, kualitas air, tingkat kekeruhan, suhu, serta kadar oksigen terlarut pada kolam budidaya.
Data tersebut dapat membantu menentukan apakah benar terjadi perubahan yang signifikan serta apakah perubahan tersebut berdampak terhadap usaha masyarakat.
Selain itu, dokumentasi kondisi kolam sebelum dan setelah perubahan debit juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi para pihak.
Pendekatan berbasis data dinilai penting agar persoalan tidak berkembang menjadi kesimpulan sepihak.
Redaksi Tetap Membuka Ruang Hak Jawab
AnalisasiberNews.com memahami bahwa pemberitaan mengenai persoalan masyarakat dan proyek pemerintah membutuhkan kehati-hatian.
Oleh karena itu, redaksi tidak menempatkan keterangan salah satu pihak sebagai satu-satunya kebenaran.
Keterangan Ketua P3AI dan warga Desa Namo Suro Baru dalam berita ini merupakan informasi mengenai kondisi dan kekhawatiran masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian serta verifikasi lebih lanjut.
Sementara itu, keterangan dari BWS Sumatera II dan pihak terkait lainnya masih ditunggu untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai proses pengisian awal Bendungan Lau Simeme dan kondisi aliran air ke wilayah hilir.
Apabila pihak yang disebut dalam pemberitaan memberikan klarifikasi, bantahan, data teknis, atau informasi tambahan, redaksi siap memuatnya sesuai prinsip keberimbangan dan ketentuan jurnalistik.
Dengan demikian, berita ini diharapkan menjadi ruang informasi publik sekaligus sarana penyampaian aspirasi warga, bukan sebagai upaya menghakimi pihak tertentu.
Kesimpulan
Keresahan peternak ikan di Desa Namo Suro Baru muncul setelah warga merasakan adanya penurunan debit air Sungai Seruai yang mereka kaitkan dengan kegiatan pengaturan aliran dan proses pengisian awal Bendungan Lau Simeme.
Warga berharap kondisi tersebut tidak berlangsung lama karena ketersediaan air memiliki hubungan penting dengan keberlangsungan usaha budidaya ikan mereka.
Di sisi lain, belum terdapat keterangan resmi dari BWS Sumatera II yang dapat menjelaskan kondisi tersebut secara teknis. Karena itu, kesimpulan mengenai penyebab, besaran dampak, maupun potensi kerugian masih memerlukan verifikasi dan data lebih lanjut.
Redaksi akan terus memantau perkembangan persoalan tersebut dan memberikan ruang kepada seluruh pihak untuk menyampaikan informasi secara proporsional.
Sumber: Pernyataan warga/Ketua P3AI Desa Namo Suro Baru, Ismail Ginting
Pewarta: Paulus Limbong
Jabatan: Wakaperwil Sumut
Editor: Yudi Sayuti S.T.
Lokasi: Deli Serdang, Sumatera Utara
CATATAN REDAKSI
AnalisasiberNews.com berkomitmen menjalankan kegiatan jurnalistik dengan mengedepankan akurasi, keberimbangan, kehati-hatian, serta kepentingan publik.
Pemberitaan mengenai keluhan warga Desa Namo Suro Baru dalam artikel ini merupakan hasil penyampaian informasi dari narasumber yang disebutkan secara jelas. Pernyataan mengenai potensi gangguan terhadap usaha budidaya ikan tidak dimaksudkan sebagai kesimpulan bahwa pihak tertentu telah melakukan pelanggaran atau menyebabkan kerugian, karena hal tersebut masih memerlukan verifikasi, data teknis, dan keterangan dari pihak terkait.
Redaksi telah mencantumkan bahwa BWS Sumatera II dan Kepala Desa Namo Suro Baru belum memberikan tanggapan pada saat berita diterbitkan. Hak jawab dan hak koreksi tetap terbuka sesuai ketentuan yang berlaku.
Penyebutan nama lembaga, instansi, maupun pihak terkait dalam berita dilakukan dalam konteks informasi dan konfirmasi atas suatu peristiwa, bukan sebagai bentuk tuduhan atau penghakiman.
Pemberitaan ini berpedoman pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik yang ditetapkan melalui Keputusan Dewan Pers Nomor 03/SK-DP/III/2006. UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers tercatat berstatus berlaku dalam JDIH Dewan Pers.
Dalam menjalankan fungsi pers, redaksi berupaya memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui informasi serta menyampaikan informasi secara tepat, akurat, dan benar. Dewan Pers juga menegaskan pentingnya wartawan mematuhi UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Apabila terdapat kekeliruan data, keberatan, klarifikasi, hak jawab, atau informasi baru dari pihak yang berkepentingan, AnalisasiberNews.com siap melakukan koreksi atau memuat hak jawab sesuai ketentuan jurnalistik yang berlaku.
Redaksi AnalisasiberNews.com
Cepat, Akurat dan Berimbang.
