No : 7/ EKSKLUSIF/ KADISPORA – BDG /X/2026
Sifat : TERBUKA UNTUK UMUM
BEDAH TARGET KADISPORA SIGIT ISKANDAR DI PORPROV & PEPARDA 2026 : DARI 1.858 ALTLET MENUJU JUARA UMUM – REALISTIS ATAU HANYA SLOGAN ?
Kota Bandung Jawa Barat,| AnalisasiberNews.com – Latar Belakang:
Kepala dinas Pemuda Olahraga ( Dispora) Kota Bandung,Sigit Iskandar, sedang memikul beban berat. Tahun 2026 adalah tahun pertaruhan harga diri Kota Bandung sebagai gudang atlet Jawa Barat.
Dua event besar di depan mata :
1.Porprov XV Jabar 2026 ( November 2026)- Kota Bandung sebagai kontingen penantang
2. Peparnas / PERARDA VII Jabar 2026′( 22- 28 November 2026 ) – Kota Bandung sebagai TUAN RUMAH
Apa target yang diharapkan Sigit?
Peryataan Resmi Kadispora Sigit Iskandar :
“Kalau target ,kita ingin juara umum .Tapi kita realistis saja, mudah- mudahan tidak keluar dari dua besar, ujar Sigit ,8 September 2026.
Peryataan ini menunjukan kedewasaan.Tidak sesumbar , tapi tetap ambisius .
BAB I: EVIDEN TARGET PORPROV – 1.858 ATLET UNTUK JUARA UMUM
Eviden Fakta :
.Jullah Atlet : Dispora bersama
KONI Kota Bandung 1.858 atlet hasil seleksi dari 2.000- 3.000atlet sejak Maret 2026 melalui tes fisik di kampus FPOK UPI
.Kondisi Fisik: Ketua KONI Nuryadi sebut kondisi fisik atlet secara umum baru di 70%, katagori cukup dan tinggi . Beberapa cabor excellent,tapi ada cabor seperti bridge dan catur yang memang tidak butuh fisik prima.
. Peasing Berat: Kota Bekasi, Bogor , Depok dan berstatus tuan rumah Porprov .Tuan rumah punya keuntungan venue dan dukungan publik.
. Anggaran: DPRD Kota Bandung melalui Wakil Ketua III Edwin Sanjaya telah dukung kenaikan anggaran KONI dari Rp 40 Miliar ( 2024) menjadi Rp 50 Miliar ( 2025) .Dana disalurkan via Bantuan Operasional Pembinaan ( BOP) ke cabor.
Analisis Akademis Target :
Dasar Hukum : UU No. 11 Tahun 2022 tentang keolahragaan Pasal 27 & 82 Pembinaan olah raga prestasi adalah kewajiban Pemda,harus terencana , berjenjang , berkelanjutan.
Argumentasi:
Target Juara Umum tapi Realistis 2 Besar dari Sigit adalah target yang paling rasional secara akademis kenapa?
1.Faktor Tuan Rumah :
Dalam teori sport science , tuan rumah punya win probability + 15-20% karena adaptasi lapangan .Bekasi , Bogor,Depok sebagai tuan rumah akan Aall -out .Bandungsebagai tim tamu harus kerja 2x lipat .
2.Kesiapan 70% itu Kritis:
Porprov November 2026
tinggal 1 bulan lagi ( dari sekarang Oktober ) Naik dari 70%ke 100% di 30hari terakhir itu fase paling rawan cedera .Disinilah peran Dispora menjaga gizi, mental ,dan dukungan keluarga yang disebut Sigit.
3.BOP Rp 50 Miliar Harus Tepat Sasaran : Jika BOP hanya habis untuk workshop di hotel dan paket meeting ,bukan untuk nutrisi dan try- out atlet, maka target juara umum hanya jadi slogan.
Eviden Keberhasilan Sigit :
Workshop Pra – Porprov di RS Murni Teguh 14 Juni 2026 dan tes fisik terstandar adalah bukti Dispora sudah bekerja dengan roadmap sejak 2025, bukan SKS ( Sistem Kebut Semalam).
BAB II: EVIDEN TARGET PEPARDA VII – BANDUNG SEBAGAI TUAN RUMAH YANG RAMAH DISABILITAS
Ini target yang lebih berat dari Porprov.
Eviden Fakta:
.Status : Kota Bandung ditetapkan tuan rumah PEPARDA VII Jabar 2026.
Pertemuan koordinasi Dispora Jabar ( Hery Antasari) dengan Wali Kota Farhan sudah dilakukan 2 Maret 2026.
.Jumlah Atlet : 1.649 atlet disabilitas se- Jabar akan bertanding, 293 diantaranya atlet unggulan Kota Bandung di 17 Cabor.
. Fokus: Dispora Jabar minta venue yang respresentatif,akomodasi yang aksesibel, dan kebutuhan khusus atlet difabel terpenuhi.
Analisis Akademis Target:
Dasar Hukum : UU No.8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas Pasal 29 – Pemda wajib fasilitasi Olahraga disabilitas Perda Kota Bandung No. 2Tajun 2022 tentang Kota Ramah Lansia dan Disabilitas ( yang didorong Ketua DPRD Asep Mulyana) .
Argumentasi:
Target tuan rumah bukan hanya juara umum, tapi sukses penyelenggaraan.
Sigit Iskandar sebagaibKadispora Kota tuan rumah harus pastikan 3 hal:
1.Venue Aksesibel: 20+fasilitas olahraga yang dijanjikan. Pemkot untuk direnovasi harus benar- benar ramah kursi roda ,guidingblock untuk tunanetra dan toilet disabilitas.Jangansampai ada atlet vial karena tidak bisa akses venue .
2.Anggaran Tidak Bocor :
Sebagai tuan rumah, dana hibah peparda rawan jadi temuan seperti kasus Bawaslu Jabar Rp 2,8 Miliar.
SPJ harus At Cost ,bukan proforma.
3.Legacy : Peparda harus tinggalkan legacy : Bandung jadi Kota Ramah Disabilitas, bukan hanya selesai event lalu dilupakan.
BAB III: KESIMPULAN – APAKAH TARGET SIGIT
REALISTIS?
Jawaban Akademis:
SANGAT REALISTIS , DENGAN SYARAT .
Target Sigit Iskandar Juara Umum, Minimal 2 Besar ” adalah formula kepemimpinan yang cerdas.
K1: KOMPETITIF : 1: 858 atlet adalah jumlah terbesar dalam sejarah Porprov Bandung .Seleksi ketat dari 3.000 jadi 1.859 menunjukan tidak ada titipan.
K2: KOLABURATIF :
Sigit tidak kerja sendiri .Ia gandeng KONI ( Nuryadi), FPOK UPI untuk sport science,RS Murni Teguh untuk kesehatan,dam keluarga atlet untuk gizi .
Ini sesuai arahan Ketua DPRD Asep Mulyana: Tidak ada kemajuan, yang ada Kolaburasi “.
K3: KONKRET : Anggaran Rp 50 Miliar BOP tes fisik workshop pelatih – semua kongkret ,buka wacana.
.Tapi PR terbesar Sigit dalam 30 hari ke depan:
1. Pastikan 70% kesiapan fisik jadi 95% tanpa cedera .
2. Pastikan venue Peparda 100% aksesibel sebelum 22Nopember
3. Pastikan SPJ BOP dan anggaran tuan rumah transparan dan tidak jadi temuan BPK .
*Juara umum bukan hanya soal medali ,tapi soal Bandung mampu jadi tuan rumah yang memuliakan semua atlet, termasuk atlet disabilitas.Itulah Bandung Utama*”.
Bandung, Oktober 2026
Tim Penyusun:
*R.WEMPY SYAMKARYA, S.H.M.H.*
*Pengamat Kebijakan Publik dan Politik*
*Dewan Penasehat Analisaber Nasional*
*Dewan Penasehat Anak Bangsa Jawa Barat*
