

TANGERANG —ANALISASIBERNEWS.COM — Mengenang tujuh hari wafatnya Almarhumah Ibu Santi binti Samid, warga Kampung Carenang Pasir, RT 04/03, Desa Onyam, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, Banten, keluarga bersama masyarakat menggelar tahlil, doa bersama, dan tasyakuran tujuh hari pada Rabu (2/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Nurhaedi Nedi, Wakil Direktur AnalisaSiberNews.com, turut hadir untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga almarhumah sekaligus mengikuti doa bersama.
Kehadiran Nurhaedi Nedi menjadi bentuk kepedulian dan penghormatan kepada keluarga yang tengah berduka. Ia turut mendoakan agar almarhumah mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.
Acara tersebut juga dihadiri Kang Dadang, staf Desa Onyam, serta Ronita, wartawan Suara Banten Pos.

Kehadiran perangkat desa dan rekan media tersebut turut memberikan dukungan moral kepada keluarga almarhumah.
Suasana tahlilan berlangsung sederhana dan penuh kekeluargaan. Warga, keluarga, serta para tamu yang hadir bersama-sama memanjatkan doa untuk almarhumah.
Berdasarkan keterangan keluarga dan masyarakat yang hadir, Almarhumah Ibu Santi binti Samid dikenal sebagai sosok yang ramah, lembut, sabar, dan dekat dengan masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.
Semasa hidup, almarhumah dikenang sebagai sosok yang menjunjung hubungan baik dengan keluarga dan tetangga.
Kepergian almarhumah meninggalkan duka bagi keluarga dan orang-orang yang mengenalnya. Namun, keluarga berharap kenangan terhadap kebaikan almarhumah dapat menjadi penguat bagi mereka yang ditinggalkan.
Dalam kesempatan tersebut, Nurhaedi Nedi menyampaikan doa dan belasungkawa kepada keluarga.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Sesungguhnya kita milik Allah SWT dan kepada-Nya kita akan kembali. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah almarhumah, mengampuni segala kesalahan dan kekurangannya, serta memberikan tempat terbaik di sisi-Nya.”
Ia juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi kehilangan tersebut.
Tasyakuran tujuh hari diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tahlil, dan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat.
Kegiatan berlangsung secara khidmat. Keluarga, kerabat, dan warga yang hadir mengikuti rangkaian doa hingga selesai.
Selain mendoakan almarhumah, doa bersama tersebut juga menjadi momentum bagi keluarga dan masyarakat untuk saling menguatkan.
Nurhaedi Nedi mengatakan bahwa kehilangan orang yang dicintai merupakan ujian berat bagi keluarga. Karena itu, dukungan dari keluarga, kerabat, tetangga, dan masyarakat menjadi sesuatu yang berarti bagi mereka yang sedang berduka.
“Kita tidak bisa memberikan sesuatu kepada orang yang telah berpulang selain doa dan amal kebaikan. Semoga doa yang kita panjatkan menjadi bentuk penghormatan dan kebaikan bagi almarhumah. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan,” ujarnya.
Keluarga dan para tamu yang hadir juga memanjatkan doa agar Allah SWT memberikan ampunan dan rahmat kepada almarhumah.
Allahumma-ghfir laha warhamha wa ‘afiha wa’fu ‘anha. Semoga Allah SWT mengampuni, merahmati, memberikan keselamatan, dan memaafkan segala kekhilafan almarhumah.
Semoga Allah SWT melapangkan tempat peristirahatan terakhirnya, menerima seluruh amal ibadahnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan dan keteguhan iman dalam menghadapi masa duka.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
Atas nama keluarga besar AnalisaSiberNews.com, disampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Almarhumah Ibu Santi binti Samid.
Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada almarhumah serta memberikan ketabahan kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
TANGERANG — ANALISASIBERNEWS.COM
Penulis: Supono
Sumber: Nurhaedi Nedi


Tidak ada komentar