

Analisasibernews.com, SINTANG – Upaya preventif terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Barat terus diakselerasi secara komprehensif. Sebagai langkah konkret dalam membangun kesadaran kolektif, Tim Sosialisasi dan Penyuluhan Karhutla dari Markas Besar (Mabes) TNI menggelar edukasi strategis bagi Kelompok Tani (Poktan) dan peladang lokal di Desa Wirayuda, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, Selasa (8/9/2026) pukul 08.30 WIB.
Kegiatan intensif yang diikuti oleh 12 peserta perwakilan warga ini diketuai oleh Ketua Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI, Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung, didampingi Wakil Ketua, Brigjen TNI Zamroni. Kehadiran dua jenderal bintang satu ini menegaskan urgensi dan komitmen tinggi institusi TNI dalam mengawal kelestarian lingkungan hidup di wilayah perbatasan.
Dalam pelaksanaan misi di lapangan tersebut dipimpin langsung oleh Kolonel Tum Firganzah, S.T. (Staf Ahli Koopsau) dan Kapten Arh Murianto, S.T., M.M. (Danramil Kodim Probolinggo Rem 083 Dam V/Brawijaya) sebagai narasumber. Kehadiran jajaran perwira Mabes TNI ini merefleksikan keseriusan TNI dalam mengintervensi potensi bencana asap secara dini langsung dari tingkat tapak.
Dalam arahannya, Kolonel Tum Firganzah, S.T., mengupas tuntas dampak destruktif yang ditimbulkan oleh Karhutla. Ia memaparkan bahwa kebakaran lahan tidak sekadar merusak ekosistem hutan dan mengancam biodiversitas, melainkan juga memicu krisis kesehatan akut seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), melumpuhkan roda perekonomian domestik, hingga mengeskalasi gangguan pada stabilitas aktivitas sosial kemasyarakatan.

“Kebakaran hutan bukan sekadar isu lingkungan, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat akibat ISPA, serta dapat melumpuhkan perekonomian lokal. Kami berharap masyarakat Desa Wirayuda dapat memahami konsekuensi hukum yang melekat pada pembakaran liar, sekaligus bersedia menjadi benteng terdepan dalam mencegah terjadinya bencana asap di wilayah ini,” tegas Kolonel Tum Firganzah, S.T.
Melalui pendekatan yang humanis dan persuasif, tim sosialisasi berhasil membangun dialog interaktif yang melahirkan antusiasme tinggi dari warga Desa Wirayuda. Masyarakat tidak hanya diedukasi mengenai konsekuensi yuridis atau sanksi hukum terkait pembakaran lahan secara liar, tetapi juga dibimbing secara metodologis untuk mengonversi pola pikir dalam tata kelola pertanian yang ramah lingkungan. Stimulus edukasi ini diproyeksikan agar masyarakat bertransformasi dari sekadar objek penonton menjadi subjek atau agen perubahan aktif yang mandiri dalam menjaga ruang hidupnya.
“Kita harus menyadari bahwa hutan dan lahan adalah aset masa depan yang harus dijaga bersama. Oleh karena itu, kami hadir di sini bukan untuk membatasi aktivitas pertanian warga, melainkan untuk mengedukasi dan mengajak para kelompok tani beralih ke metode pengelolaan lahan yang lebih aman dan berkelanjutan tanpa harus membakar,” Pungkas Kolonel Tum Firganzah, S.T.
Sinergitas yang solid antara prajurit TNI dan komponen masyarakat di Desa Wirayuda ini menjadi manifestasi nyata bahwa mitigasi Karhutla menuntut kerja sama multisektoral yang berkesinambungan. Melalui penetrasi sosialisasi yang berkelanjutan ini, diharapkan kesadaran ekologis kelompok tani dan seluruh elemen masyarakat semakin tereskalasi, sehingga wilayah Kabupaten Sintang dapat mewujudkan komitmen bebas asap dan terbebas dari ancaman bencana kebakaran hutan secara permanen. ( Sani )


Tidak ada komentar