

Analisasibernews., SINTANG — Upaya preventif guna mengantisipasi sekaligus menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kian intensif diperkuat di wilayah Kabupaten Sintang. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kolaborasi Tim Penyuluh Mabes TNI bersama lima desa di Kecamatan Ketungau Tengah, yakni Desa Panding Jaya, Desa Landau Temiang, Desa Padung Kumang, Desa Mungguk Lawang, dan Desa Tirta Karya. Sosialisasi edukatif yang berpusat di Balai Pertemuan Desa Landau Temiang ini diselenggarakan pada Senin (7/9/2026) pukul 11:00 WIB.
Penyuluhan ini dihadiri langsung oleh jajaran perwira Mabes TNI selaku tim penyuluh, yakni Kolonel Tum Firganzah, S.T. (Staf Ahli Koopsau) dan Kapten Arh Murianto, S.T., M.M. (Danramil Kodim Probolinggo Rem 083 Dam V/Brawijaya) dibawah pimpinan Ketua Tim Satgas Karhutla, Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung dan Wakil Brigjen TNI Zamroni. Kegiatan ini juga diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari aparatur desa dan representasi warga, antara lain Hatta (Sekdes Landau Temiang), Piyun (Sekdes Padung Kumang), Sima (Sekdes Mungguk Lawang), Yulius Mulyanto (Sekdes Panding Jaya), Siprianus (Kaur Kesra Desa Tirta Karya), serta Mareus Limin (Ketua BPD Landau Temiang).
Sinergi Kolektif Menjaga Kelestarian Lingkungan :
Edukasi ini digelar secara khusus untuk mengeskalasi pemahaman serta menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat mengenai dampak destruktif Karhutla. Lebih dari itu, agenda ini dirancang untuk menstimulasi keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas lingkungan hidup, khususnya pada zona-zona yang teridentifikasi rawan kebakaran.

Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI, Kolonel Tum Firganzah, S.T., menegaskan bahwa instrumen pencegahan Karhutla mutlak membutuhkan komitmen multi-pihak yang diinisiasi dari akar rumput. Menurutnya, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, hingga warga setempat memegang peranan krusial sebagai garda terdepan pencegahan.
“Pencegahan Karhutla tidak dapat bertumpu pada satu instansi saja. Diperlukan sinergi yang utuh dan kepedulian bersama, terutama dalam mentransfer pemahaman secara masif kepada masyarakat luas agar tidak melakukan pembersihan atau pembukaan lahan dengan metode pembakaran yang tidak terkendali,” ujar Kolonel Firganzah.
Respon Positif Pemerintah Desa :
Aparatur desa menyambut baik dan mengapresiasi langkah proaktif TNI dalam mengedukasi warga perbatasan. Mewakili jajaran pemerintahan desa yang hadir, Sekretaris Desa Landau Temiang, Hatta, menyatakan kesiapan pihak desa untuk mengawal implementasi pencegahan ini di lapangan.
“Kami sangat berterima kasih atas asistensi dan penyuluhan dari Mabes TNI. Edukasi ini memberikan paradigma baru bagi warga kami mengenai regulasi dan alternatif pengelolaan lahan tanpa bakar. Kami berkomitmen untuk meneruskan poin-poin penting ini hingga ke tingkat RT/RW agar kesadaran ini merata,” ungkap Hatta.
Melalui sosialisasi terstruktur ini, diharapkan pemahaman masyarakat kian komprehensif sehingga potensi ancaman Karhutla di wilayah perbatasan dapat ditekan seminimal mungkin. Seluruh rangkaian penyuluhan berlangsung dengan tertib dan interaktif. Para peserta menunjukkan atensi dan komitmen yang tinggi sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam memproteksi wilayah sekitarnya dari ancaman bencana kabut asap dan kerusakan ekologis. ( Wid )


Tidak ada komentar