SINTANG | AnalisasiberNews.com — Upaya preventif untuk mengantisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diintensifkan di wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui edukasi dan penyuluhan yang melibatkan Tim Penyuluh Markas Besar (Mabes) TNI bersama aparatur desa serta masyarakat di wilayah Kecamatan Ketungau Tengah.
Kegiatan edukasi pencegahan Karhutla tersebut melibatkan empat desa, yakni Desa Gut Jaya Bakti, Desa Kubu Berangan, Desa Nanga Kelapan, dan Desa Semareh. Kegiatan dipusatkan di Aula Balai Desa Nanga Kelapan, Kecamatan Ketungau Tengah, pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Tim Penyuluh Mabes TNI, Kolonel Tum Firganzah, S.T., selaku Staf Ahli Koopsau, serta Kapten Arh Murianto, S.T., M.M., selaku Danramil Kodim Probolinggo Rem 083 Dam V/Brawijaya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah perwakilan aparatur pemerintahan desa, di antaranya Kepala Desa Semareh Tibin, Sekretaris Desa Kubu Berangan Buanggi, Sekretaris Desa Nanga Kelapan Mikael Pamuji Laut, serta Ketua BPD Gut Jaya Bakti Yotam.
Selain itu, kegiatan juga diikuti jajaran kepala dusun, ketua RT, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur masyarakat dari empat desa. Secara keseluruhan, kegiatan tersebut diikuti sekitar 45 peserta.
Membangun Kesadaran Kolektif dan Sinergitas Menjaga Lingkungan
Penyuluhan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman mengenai bahaya Karhutla, tetapi juga mendorong masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan dalam upaya pencegahan sejak dini.
Karhutla dinilai dapat menimbulkan berbagai dampak terhadap lingkungan maupun kehidupan masyarakat. Karena itu, diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki potensi kerawanan terhadap terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Dalam pemaparannya, Kolonel Tum Firganzah, S.T., menegaskan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan komitmen dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan. Upaya tersebut harus dimulai dari tingkat paling dasar, termasuk lingkungan desa dan masyarakat.
Menurutnya, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, maupun tokoh adat memiliki peran penting dalam menyampaikan edukasi serta membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
“Pencegahan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi dan kepedulian seluruh elemen, terutama dalam mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar secara sembarangan dan tanpa kendali,” ujar Kolonel Tum Firganzah.
Ia berharap kegiatan sosialisasi dan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga potensi munculnya titik api atau firespot di wilayah Kabupaten Sintang, khususnya Kecamatan Ketungau Tengah, dapat ditekan.
Menurutnya, pencegahan sejak dini menjadi langkah penting karena penanganan Karhutla tidak hanya membutuhkan kesiapsiagaan aparat, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat yang berada langsung di wilayah rawan.
Aparatur Desa Perkuat Pengawasan Wilayah
Menanggapi arahan tersebut, Kepala Desa Semareh, Tibin, menyatakan kesiapan pemerintah desa untuk memperkuat koordinasi dan konsolidasi bersama pemerintah, aparat keamanan, serta masyarakat dalam melakukan pencegahan Karhutla.
Ia menilai langkah pencegahan jauh lebih penting dibandingkan melakukan penanganan setelah kebakaran terjadi.
“Prinsip preventif jauh lebih penting dan efisien dibandingkan penanggulangan setelah kejadian. Karena itu, kami mengimbau seluruh masyarakat untuk memiliki rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi atau potensi titik api kepada pihak terkait,” tegas Tibin.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat diperlukan dalam melakukan pengawasan terhadap kondisi lingkungan di masing-masing wilayah. Informasi yang disampaikan secara cepat dapat membantu pihak terkait mengambil langkah penanganan sedini mungkin.
Pemerintah desa juga diharapkan dapat terus membangun komunikasi dengan masyarakat serta meningkatkan koordinasi dengan aparat kewilayahan dalam menghadapi potensi Karhutla, terutama pada periode yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran lebih tinggi.
Kolaborasi Jadi Kunci Pencegahan Karhutla
Kegiatan penyuluhan berlangsung dalam suasana kondusif, tertib, dan lancar. Antusiasme para peserta menunjukkan adanya perhatian serta kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pencegahan Karhutla.
Edukasi yang melibatkan empat desa tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif bahwa pencegahan kebakaran hutan dan lahan merupakan tanggung jawab bersama.
Kolaborasi antara pemerintah desa, aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta warga menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan sistem pengawasan lingkungan yang lebih efektif.
Dengan adanya kegiatan penyuluhan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami dampak Karhutla serta mampu mengambil langkah-langkah pencegahan sejak dini. Tidak kalah penting, masyarakat juga diharapkan segera berkoordinasi dengan pihak berwenang apabila menemukan adanya potensi kebakaran.
Upaya bersama tersebut diharapkan dapat menjaga wilayah Kecamatan Ketungau Tengah dan Kabupaten Sintang dari ancaman Karhutla sekaligus melindungi lingkungan dan aktivitas masyarakat dari berbagai dampak yang dapat ditimbulkan.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pencegahan Karhutla bukan hanya tugas pemerintah maupun aparat, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat.
(Wid)
Tidak ada komentar