Gedung Bapenda DKI Jakarta Dilanda Kebakaran Hebat, Api Diduga Berasal dari Lantai 11, Puluhan Unit Damkar Dikerahkan

waktu baca 7 menit
Sabtu, 8 Agu 2026 01:07 5 siberadmin

JAKARTA | AnalisasiberNews.com – Kebakaran hebat melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi DKI Jakarta yang berlokasi di Jalan Abdul Muis Nomor 66, Kelurahan Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/8/2026) malam. Kobaran api yang membakar bagian atas gedung sempat memicu kepanikan warga sekitar dan menarik perhatian masyarakat yang menyaksikan proses pemadaman dari kejauhan.

INGIN BERLANGGANAN BERITA TERKINI?
Ikuti Saluran WhatsApp AnalisasiberNews.com — Semua Berita Langsung di HP Anda
IKUTI SEKARANG

Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan sekitar pukul 21.30 WIB. Sesaat setelah menerima laporan, petugas dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal.

Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 21.40 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman guna mencegah api semakin membesar. Pada tahap awal, dua unit mobil pemadam kebakaran beserta sekitar sepuluh personel diterjunkan untuk melakukan penanganan pertama.

Namun, kobaran api diketahui berkembang dengan sangat cepat. Asap hitam pekat membumbung tinggi dari bagian atas gedung, sementara jilatan api terus membesar hingga terlihat dari sejumlah titik di kawasan Jakarta Pusat. Melihat kondisi tersebut, komando operasi segera menambah kekuatan personel dan armada pemadam secara bertahap.

Hingga proses penanganan berlangsung, sebanyak 20 unit mobil pemadam kebakaran dengan sekitar 100 personel dikerahkan ke lokasi. Seluruh personel bekerja secara terpadu untuk mengendalikan kobaran api sekaligus mencegah penyebarannya ke bagian gedung lainnya.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lokasi, api diduga pertama kali muncul dari lantai 11 gedung yang memiliki 12 lantai tersebut. Dalam waktu relatif singkat, kobaran api merambat ke sejumlah bagian bangunan sehingga proses pemadaman menjadi lebih kompleks.

Petugas harus bekerja dengan strategi khusus mengingat titik api berada di lantai atas. Proses pemadaman dilakukan menggunakan armada pemadam, sistem suplai air bertekanan tinggi, serta pengaturan posisi personel di beberapa titik untuk mempercepat pengendalian api.

Sekitar pukul 22.30 WIB, kobaran api sempat terlihat mulai berkurang. Namun tidak lama kemudian api kembali membesar sehingga proses pemadaman harus dilanjutkan dengan intensitas yang lebih tinggi.

Kondisi tersebut membuat sebagian struktur bangunan mengalami kerusakan cukup parah. Dari pantauan di lokasi, beberapa bagian material bangunan terlihat runtuh dan puing-puing berjatuhan dari ketinggian. Situasi itu membuat petugas memperluas area pengamanan guna menghindari risiko terhadap masyarakat maupun personel yang bertugas.

Selain fokus memadamkan api di dalam gedung, petugas juga menghadapi tantangan lain, yakni mencegah kobaran api menjalar ke bangunan di sekitar lokasi kejadian.

Salah satu perhatian utama adalah keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran. Risiko rambatan api maupun kemungkinan terjadinya ledakan menjadi salah satu prioritas dalam strategi pengamanan yang dilakukan petugas.

Dengan koordinasi yang baik, petugas melakukan pendinginan di sejumlah titik yang dianggap rawan sehingga potensi penyebaran api dapat diminimalkan.

Di tengah besarnya kebakaran, terdapat kabar yang cukup melegakan. Saat peristiwa terjadi, aktivitas pelayanan di Gedung Bapenda DKI Jakarta sudah tidak berlangsung karena kejadian terjadi pada malam hari.

Selain itu, sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Bapenda diketahui sedang menerapkan sistem Bekerja Dari Rumah (BDR/Work From Home) sehingga jumlah pegawai yang berada di dalam gedung sangat minim.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat laporan resmi mengenai korban jiwa maupun korban luka akibat kebakaran tersebut. Kendati demikian, petugas tetap melakukan penyisiran di sejumlah area gedung sebagai langkah antisipasi untuk memastikan tidak ada orang yang masih berada di dalam bangunan.

Penyebab pasti kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan aparat berwenang. Dugaan awal mengarah pada kemungkinan gangguan instalasi listrik atau faktor teknis lainnya. Namun demikian, penyebab tersebut belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil investigasi resmi dari pihak kepolisian bersama instansi terkait.

Tim investigasi nantinya akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan sistem kelistrikan, serta mengumpulkan berbagai barang bukti untuk mengetahui sumber awal munculnya api.

Kerugian material akibat kebakaran juga masih dalam proses pendataan. Mengingat bangunan yang terbakar merupakan gedung perkantoran bertingkat, diperkirakan kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan. Nilai kerugian baru dapat diketahui setelah proses pemadaman selesai dan dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi bangunan.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi kebakaran demi menjaga keselamatan. Area sekitar gedung masih digunakan untuk proses pemadaman, pendinginan, serta penyelidikan sehingga akses masyarakat dibatasi.

Masyarakat juga diminta untuk tidak mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai penyebab maupun dampak kebakaran. Informasi resmi diharapkan hanya mengacu pada keterangan dari instansi berwenang agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya sistem keselamatan gedung, termasuk pemeliharaan instalasi listrik, sistem proteksi kebakaran, hydrant, alarm kebakaran, sprinkler otomatis, serta prosedur tanggap darurat di setiap bangunan bertingkat. Penerapan standar keselamatan yang baik diharapkan mampu meminimalkan risiko apabila terjadi keadaan darurat serupa di masa mendatang.

Hingga proses pemadaman dan pendinginan selesai, petugas gabungan masih terus bersiaga di lokasi untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama instansi terkait dipastikan akan memberikan informasi lanjutan kepada masyarakat setelah hasil penyelidikan resmi selesai dilakukan.


Jurnalis : Ajunaedi
Editor : Redaksi

Gedung Bapenda DKI Jakarta Dilanda Kebakaran Hebat, Api Diduga Berasal dari Lantai 11, Puluhan Unit Damkar Dikerahkan

JAKARTA – Kebakaran hebat melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi DKI Jakarta yang berlokasi di Jalan Abdul Muis Nomor 66, Kelurahan Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/8/2026) malam. Kobaran api yang membakar bagian atas gedung sempat memicu kepanikan warga sekitar dan menarik perhatian masyarakat yang menyaksikan proses pemadaman dari kejauhan.

Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan sekitar pukul 21.30 WIB. Sesaat setelah menerima laporan, petugas dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal.

Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 21.40 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman guna mencegah api semakin membesar. Pada tahap awal, dua unit mobil pemadam kebakaran beserta sekitar sepuluh personel diterjunkan untuk melakukan penanganan pertama.

Namun, kobaran api diketahui berkembang dengan sangat cepat. Asap hitam pekat membumbung tinggi dari bagian atas gedung, sementara jilatan api terus membesar hingga terlihat dari sejumlah titik di kawasan Jakarta Pusat. Melihat kondisi tersebut, komando operasi segera menambah kekuatan personel dan armada pemadam secara bertahap.

Hingga proses penanganan berlangsung, sebanyak 20 unit mobil pemadam kebakaran dengan sekitar 100 personel dikerahkan ke lokasi. Seluruh personel bekerja secara terpadu untuk mengendalikan kobaran api sekaligus mencegah penyebarannya ke bagian gedung lainnya.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lokasi, api diduga pertama kali muncul dari lantai 11 gedung yang memiliki 12 lantai tersebut. Dalam waktu relatif singkat, kobaran api merambat ke sejumlah bagian bangunan sehingga proses pemadaman menjadi lebih kompleks.

Petugas harus bekerja dengan strategi khusus mengingat titik api berada di lantai atas. Proses pemadaman dilakukan menggunakan armada pemadam, sistem suplai air bertekanan tinggi, serta pengaturan posisi personel di beberapa titik untuk mempercepat pengendalian api.

Sekitar pukul 22.30 WIB, kobaran api sempat terlihat mulai berkurang. Namun tidak lama kemudian api kembali membesar sehingga proses pemadaman harus dilanjutkan dengan intensitas yang lebih tinggi.

Kondisi tersebut membuat sebagian struktur bangunan mengalami kerusakan cukup parah. Dari pantauan di lokasi, beberapa bagian material bangunan terlihat runtuh dan puing-puing berjatuhan dari ketinggian. Situasi itu membuat petugas memperluas area pengamanan guna menghindari risiko terhadap masyarakat maupun personel yang bertugas.

Selain fokus memadamkan api di dalam gedung, petugas juga menghadapi tantangan lain, yakni mencegah kobaran api menjalar ke bangunan di sekitar lokasi kejadian.

Salah satu perhatian utama adalah keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran. Risiko rambatan api maupun kemungkinan terjadinya ledakan menjadi salah satu prioritas dalam strategi pengamanan yang dilakukan petugas.

Dengan koordinasi yang baik, petugas melakukan pendinginan di sejumlah titik yang dianggap rawan sehingga potensi penyebaran api dapat diminimalkan.

Di tengah besarnya kebakaran, terdapat kabar yang cukup melegakan. Saat peristiwa terjadi, aktivitas pelayanan di Gedung Bapenda DKI Jakarta sudah tidak berlangsung karena kejadian terjadi pada malam hari.

Selain itu, sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Bapenda diketahui sedang menerapkan sistem Bekerja Dari Rumah (BDR/Work From Home) sehingga jumlah pegawai yang berada di dalam gedung sangat minim.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat laporan resmi mengenai korban jiwa maupun korban luka akibat kebakaran tersebut. Kendati demikian, petugas tetap melakukan penyisiran di sejumlah

Jurnalis : Ajunaedi
Editor : Redaksi


Catatan  Redaksi :

Artikel ini disusun berdasarkan informasi yang tersedia saat penulisan. Penyebab kebakaran, jumlah kerugian, dan hasil investigasi masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang. Apabila terdapat perkembangan baru, berita akan diperbarui sesuai fakta yang telah terverifikasi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Media AnalisasiberNews.com
Saksikan siaran langsung dan video pilihan Media AnalisasiberNews.com secara langsung melalui kanal YouTube kami.
LIVE STREAMING

🇮🇩 JARINGAN REDAKSI SE-INDONESIA

ANALISASIBERNEWS.COM • Portal Berita Online (Media Siber)

🇮🇩 PROVINSI BANTEN
Kaperwil Banten
Supriyadi / Balon
Wakaperwil Banten
Rohmat
Kabid Investigasi
Jumadi (Leo)
Wartawan Provinsi Banten
Abdul Rohim Muhamad (Nana) Wisnu Azi Febrian
Kabupaten Tangerang — Kepala Biro
Sukendro
Wartawan Kabupaten Tangerang
Suryadin Dayat Hasan Muhamad Rohim / Bewok Karman Aliudin Bondan Samran Azizah Duni Umiyanti Ahmad Rosadi
Kota Tangerang — Kepala Biro
Yusniah
Kabupaten Pandeglang — Kepala Biro
Iwan
Wakil Kepala Biro
Armin
Wartawan Kabupaten Pandeglang
Salbari Mulyadi
🇮🇩 PROVINSI JAWA BARAT
Kaperwil Jawa Barat
Ajun Junaedi
Wakaperwil Jawa Barat
Asep Saepulloh
Wartawan Provinsi Jawa Barat
Boy Manahan Simanjuntak Wawan Purnawan Suparman
Kota Bandung — Kepala Biro
Susi Widia Ningsih
Kabupaten Bandung — Kepala Biro
Saliy
Wakil Kepala Biro
Marwan Wandjani
Wartawan Kabupaten Bandung
Dea Permana Usep Yudi Sutomo
Kabupaten Garut
Misbah
Kabupaten Purwakarta — Kepala Biro
Masih Dalam Proses Pengisian
Wakil Kepala Biro
Hendra Cipta
Kabupaten Indramayu — Kepala Biro
C. Whita
Wakil Kepala Biro
Sutarno Heriyanto
Wartawan Investigasi
Muhamad Muhidin
Wartawan Kabupaten Indramayu
Kasja Ihkwan Bin Kasim
🇮🇩 PROVINSI JAWA TENGAH
Kaperwil Jawa Tengah
Faozi
Wakaperwil Jawa Tengah
Hendine Hartono, S.H.
Sekretaris Provinsi Jawa Tengah
Ujang Haris
Wartawan Provinsi Jawa Tengah
Suhamadi
🇮🇩 PROVINSI JAWA TIMUR
Kaperwil Jawa Timur
Ernita Mangestuti
Wartawan Kabupaten Jombang
M. Faisol
🇮🇩 PROVINSI KALIMANTAN BARAT
Kaperwil Kalimantan Barat
Samsani
Wakaperwil
Masih Dalam Proses Pengisian
Wartawan Provinsi Kalimantan Barat
Suhai Batul Aslamiyah
🇮🇩 PROVINSI SUMATERA UTARA
Kaperwil Sumatera Utara
M. Syahril Tarigan
Wakaperwil Sumatera Utara
Paulus Limbong
Kepala Biro Deli Serdang
Fendri Tarigan, S.Pd.
Wartawan Kabupaten Deli Serdang
Rudi Sinaga
🇮🇩 PROVINSI JAMBI
Kaperwil Jambi
Masih Dalam Proses Pengisian
Kabiro / Kontributor / Wartawan
Masih Dalam Proses Pengisian
Kabiro Kabupaten Muaro
Kamaludin
🇮🇩 PROVINSI LAMPUNG
Kaperwil Lampung
Tomi
Kabiro / Kontributor / Wartawan
Masih Dalam Proses Pengisian
🇮🇩 PROVINSI DKI JAKARTA
Kaperwil DKI Jakarta Barat
M. Rais
Wakaperwil DKI Jakarta Barat
Hermansyah
Wartawan DKI Jakarta Barat
Herawati Dawan Ervina Winski Silham Cahyadi Gunawan Felix Yassar Haslim Ari Safrudin
Komitmen Jaringan Redaksi
Seluruh jajaran redaksi, Kaperwil, Wakaperwil, Kepala Biro, wartawan, reporter, kontributor dan jaringan AnalisasiberNews.com wajib menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, independen, akurat, berimbang dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik, Pedoman Media Siber serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
TRENDING POST
Memuat berita terbaru...
HUBUNGI KAMI

Silakan hubungi tim redaksi Media AnalisasiberNews.com untuk informasi, konfirmasi berita, hak jawab, dan kerja sama media.

EMAIL REDAKSI redaksi@analisasibernews.com
TELEPON / WHATSAPP Hubungi Tim Redaksi
ALAMAT REDAKSI Indonesia
MEDIA ANALISASIBERNEWS.COM
Cepat Mengabarkan • Akurat Menyampaikan
LAINNYA
x
error: Konten ini dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin atau memperbanyak artikel tanpa mencantumkan sumber Analisasibernews.com.
MEDIA INFORMASI & BERITA ONLINE

RATE IKLAN &
KERJA SAMA PUBLIKASI

Media AnalisasiberNews.com membuka kesempatan kerja sama publikasi bagi instansi, perusahaan, organisasi, UMKM, komunitas, dan masyarakat umum.

Promosikan Informasi Anda

Jangkau pembaca melalui berbagai pilihan layanan iklan, advertorial, liputan, dan kerja sama media yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

PILIHAN LAYANAN
01

BANNER IKLAN WEBSITE

Promosikan produk, jasa, program, kegiatan, perusahaan, maupun instansi melalui banner pada area strategis website.

  • Banner promosi
  • Banner instansi
  • Banner produk & jasa
  • Promosi kegiatan
RATE Hubungi Redaksi
03

LIPUTAN & PUBLIKASI

Layanan peliputan kegiatan dan publikasi melalui Media AnalisasiberNews.com sesuai kebutuhan mitra.

  • Kegiatan instansi
  • Event & acara
  • Kegiatan perusahaan
  • Kegiatan sosial
RATE Hubungi Redaksi
04

PROMOSI MEDIA SOSIAL

Perluas jangkauan informasi melalui kanal media sosial resmi Media AnalisasiberNews.com.

  • Promosi konten
  • Publikasi kegiatan
  • Kampanye informasi
  • Promosi produk & jasa
RATE Hubungi Redaksi
05

PAKET KERJA SAMA MEDIA

Paket kerja sama dapat disusun secara fleksibel berdasarkan kebutuhan publikasi dan promosi mitra.

  • Publikasi website
  • Banner iklan
  • Advertorial
  • Liputan kegiatan
  • Media sosial
RATE Konsultasi Redaksi
KERJA SAMA MEDIA

Bangun Publikasi Bersama Kami

Kami terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama publikasi yang profesional, transparan, dan saling menguntungkan.

✓ Publikasi website
✓ Banner iklan
✓ Advertorial
✓ Liputan kegiatan
✓ Publikasi media sosial
✓ Paket kerja sama media
INFORMASI & PEMESANAN

Hubungi Tim Redaksi

Untuk mendapatkan informasi mengenai harga, ukuran banner, posisi iklan, durasi tayang, paket advertorial, liputan, dan kerja sama media.

✉ HUBUNGI REDAKSI
redaksianalisasibernews@gmail.com
CATATAN REDAKSI

Setiap materi iklan dan publikasi akan melalui proses pemeriksaan sesuai ketentuan dan kebijakan redaksi. Materi yang bertentangan dengan hukum, etika jurnalistik, atau kebijakan media dapat ditolak.