BANDUNG, AnalisasiberNews.com — Semangat membangun generasi muda melalui kegiatan positif terus tumbuh dari berbagai pelosok daerah. Salah satunya datang dari Kampung Manirancan, RW 14, Desa Majasetra, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.


Di wilayah tersebut, seorang tokoh pemuda bernama Radit, yang dalam kesehariannya akrab disapa Aaw atau Jeims, menjadikan sepak bola bukan sekadar aktivitas olahraga, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun persaudaraan, kedisiplinan, kerja sama, serta menjauhkan generasi muda dari berbagai bentuk pergaulan negatif.
Melalui klub sepak bola Manirancan Kabayan FC (MANIKABA), Radit bersama rekan-rekannya berupaya menghadirkan kegiatan yang dapat menjadi wadah bagi anak-anak dan kaum muda untuk mengisi waktu dengan aktivitas yang sehat dan produktif.

Gerakan tersebut mendapat perhatian karena dinilai memiliki nilai sosial yang cukup kuat. Sepak bola yang selama ini dikenal sebagai olahraga populer di tengah masyarakat dimanfaatkan sebagai sarana membangun komunikasi dan mempererat tali silaturahmi antarpemuda.

Puncak apresiasi terhadap kiprah tersebut ditandai dengan diterimanya penghargaan yang menempatkan Radit sebagai salah satu pemuda pelopor bidang olahraga tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2026.
Penghargaan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Radit dalam mengembangkan kegiatan kepemudaan berbasis olahraga di lingkungan tempat tinggalnya.
Bagi Radit, sepak bola mempunyai makna yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar pertandingan selama 90 menit.
Lapangan hijau menjadi tempat anak-anak muda belajar mengenai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, sportivitas, serta bagaimana menghargai orang lain.
Nilai-nilai tersebut dianggap penting di tengah tantangan pergaulan generasi muda yang semakin beragam.
Menurut Radit, aktivitas olahraga dapat menjadi salah satu pilihan kegiatan yang membuat anak-anak dan remaja mempunyai ruang untuk berkumpul dalam suasana positif.
“Permainan sepak bola bukan sekadar permainan 90 menit di lapangan. Bagi saya, sepak bola adalah bahasa universal untuk mengajarkan rasa disiplin, kerja sama tim, dan menjaga tali silaturahmi di masyarakat setempat,” ujar Radit saat ditemui dalam kegiatan olahraga di lapangan sepak bola sintetis Desa Wangisagara.
Ia menambahkan, kegiatan olahraga tersebut diharapkan dapat merangkul anak-anak muda atau yang mereka sebut sebagai kaum Ganzy, agar mempunyai aktivitas yang positif dan membangun.
“Melalui olahraga ini, kami merangkul semua anak-anak muda agar memiliki kegiatan yang positif, memiliki pikiran yang baru, serta dapat membangun hubungan yang baik dengan lingkungan,” tuturnya.
Salah satu kegiatan yang dilakukan Radit bersama rekan-rekannya adalah latihan sepak bola secara rutin.
Dalam pelaksanaannya, anak-anak dan remaja diajak berkumpul untuk mengikuti latihan serta bermain sepak bola bersama. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mereka untuk berinteraksi sekaligus mengembangkan kemampuan olahraga.
Latihan dilakukan secara berkala, termasuk dalam agenda mingguan.
Tidak hanya pemain yang sudah mempunyai kemampuan bermain, kegiatan tersebut juga terbuka sebagai ruang belajar bagi anak-anak muda yang ingin mengenal sepak bola lebih jauh.
Bagi Radit, keberadaan sebuah klub olahraga di lingkungan masyarakat tidak semata-mata ditentukan oleh prestasi pertandingan. Lebih dari itu, klub juga harus mampu memberikan manfaat sosial kepada lingkungan.
Karena itu, MANIKABA diarahkan menjadi tempat berkumpulnya generasi muda yang memiliki minat terhadap sepak bola sekaligus ingin mengembangkan potensi diri.
Kegiatan olahraga tersebut juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi lintas usia.
Anak-anak yang lebih muda dapat belajar dari pemain yang lebih senior, sementara pemain senior mendapatkan kesempatan untuk membimbing generasi berikutnya.
Pola seperti itu diharapkan mampu menciptakan suasana kebersamaan yang terus berkembang di tengah masyarakat.
Selain latihan rutin, Radit dan kawan-kawan juga aktif mengikuti pertandingan sepak bola antarkampung atau yang populer disebut tarkam.
Pertandingan antarwilayah tersebut menjadi agenda yang dinilai mampu memperluas jaringan persahabatan antarpemuda.
Dalam pertandingan seperti itu, tujuan utama bukan hanya mengejar kemenangan. Interaksi antarpemain dari berbagai wilayah menjadi bagian penting dalam membangun persaudaraan.
Pertandingan juga memberikan kesempatan kepada para pemain untuk mengukur kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman bermain menghadapi karakter lawan yang berbeda.
Dalam kurun waktu tertentu, pertandingan antarkampung dilakukan sebagai bagian dari aktivitas olahraga sekaligus ajang silaturahmi.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi jaringan olahraga masyarakat yang lebih luas.
Radit melihat potensi besar dari model pembinaan seperti itu.
Menurutnya, banyak anak muda di tingkat kampung yang memiliki kemampuan bermain sepak bola, tetapi belum mendapatkan ruang yang cukup untuk mengembangkan bakatnya.
Karena itu, keberadaan klub lokal dapat menjadi langkah awal untuk menemukan dan membina pemain berbakat.
Ke depan, Radit mempunyai keinginan untuk membawa nama PS Manirancan Kabayan atau MANIKABA agar dapat dikenal lebih luas.
Ia berharap klub tersebut tidak hanya aktif di tingkat lingkungan, tetapi mampu membangun jaringan pertandingan dengan klub-klub dari berbagai wilayah di Kabupaten Bandung, daerah lain di Jawa Barat, hingga berbagai kota di Indonesia.
Menurutnya, pertandingan antarklub kampung dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk mempertemukan pemain-pemain muda dari berbagai daerah.
Dari kegiatan tersebut, bakat-bakat potensial dapat terlihat dan mendapatkan kesempatan untuk berkembang.
“Harapan saya MANIKABA bisa berkembang dan memperluas jaringan, tidak hanya di wilayah Kabupaten Bandung atau Jawa Barat, tetapi juga bisa bertanding dengan klub-klub dari daerah lain,” ungkapnya.
Ia juga berharap pemain yang memiliki kemampuan dan potensi dapat memperoleh kesempatan untuk mengikuti pembinaan sepak bola pada jenjang yang lebih tinggi.
Bahkan, dalam jangka panjang, ia ingin adanya pemain-pemain lokal yang mampu menembus klub profesional.
Salah satu cita-cita tersebut adalah melihat anak-anak muda dari lingkungan kampung mendapatkan kesempatan mengikuti proses seleksi maupun pembinaan di klub-klub sepak bola profesional, termasuk klub besar seperti Persib Bandung.
Namun, Radit menyadari bahwa cita-cita tersebut membutuhkan proses panjang.
Diperlukan pembinaan yang terstruktur, latihan yang konsisten, kompetisi yang sehat, serta dukungan dari berbagai pihak.
Karena itu, pengembangan MANIKABA tidak hanya diarahkan untuk mengejar prestasi pertandingan, tetapi juga membangun fondasi pembinaan pemain sejak usia muda.
Gerakan kepemudaan yang dilakukan Radit mendapatkan apresiasi dari tokoh masyarakat setempat.
Ketua RW 14 Kampung Manirancan, H. Iwan Mulyana, menyampaikan penghargaan terhadap kontribusi Radit dalam mengembangkan kegiatan positif bagi masyarakat, khususnya kalangan pemuda.
Menurut H. Iwan, kegiatan olahraga yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Ia menilai sosok Radit merupakan contoh pemuda yang aktif memanfaatkan energi dan waktunya untuk kegiatan yang bermanfaat.
“Kontribusi Radit terhadap lingkungan, khususnya di wilayah RW 14, patut diapresiasi. Kegiatan seperti ini memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk melakukan aktivitas yang sehat dan positif,” ujar H. Iwan.
Menurutnya, generasi muda membutuhkan ruang aktualisasi.
Olahraga menjadi salah satu pilihan yang cukup efektif karena dapat mempertemukan banyak orang dengan latar belakang berbeda dalam satu kegiatan.
Di dalam sepak bola, setiap pemain mempunyai posisi dan tanggung jawab masing-masing.
Ada yang bertugas menjaga pertahanan, mengatur permainan dari lini tengah, hingga mencetak gol.
Konsep tersebut secara tidak langsung mengajarkan bahwa keberhasilan sebuah tim membutuhkan kerja sama.
Nilai tersebut juga dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
H. Iwan Mulyana menggambarkan Radit sebagai sosok pemuda yang aktif, sehat, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Menurutnya, karakter tersebut penting dimiliki oleh generasi muda pada masa sekarang.
Pemuda tidak hanya dituntut mempunyai kemampuan secara individu, tetapi juga diharapkan mampu memberikan manfaat kepada masyarakat.
Kegiatan yang dilakukan Radit menunjukkan bahwa olahraga dapat dikembangkan menjadi gerakan sosial.
Ketika anak-anak muda mempunyai tempat untuk berkegiatan, mereka memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun hubungan sosial yang sehat.
Hal tersebut menjadi semakin penting karena lingkungan pergaulan anak muda terus mengalami perubahan.
Kemajuan teknologi dan media sosial memberikan banyak peluang positif, tetapi pada saat yang sama juga menghadirkan berbagai tantangan.
Karena itu, keberadaan kegiatan nyata di lingkungan masyarakat tetap dibutuhkan.
Lapangan olahraga dapat menjadi salah satu ruang interaksi yang mempertemukan generasi muda secara langsung.
Bagi Radit, kemenangan dalam sebuah pertandingan bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan.
Ada nilai lain yang jauh lebih penting, yakni bagaimana setiap pertandingan mampu memberikan pengalaman kepada pemain.
Kalah dan menang merupakan bagian dari olahraga.
Dari kekalahan, pemain dapat belajar melakukan evaluasi. Dari kemenangan, pemain belajar mempertahankan prestasi tanpa kehilangan sportivitas.
Karena itu, Radit berusaha menanamkan pentingnya sikap saling menghargai.
Pemain harus mampu menghormati lawan, menerima keputusan wasit, menjaga emosi, dan menghindari tindakan yang dapat merusak persaudaraan.
Prinsip tersebut menjadi bagian dari semangat MANIKABA.
Klub diharapkan tidak hanya melahirkan pemain yang mempunyai kemampuan teknis, tetapi juga pemain yang memiliki karakter.
Di lapangan, Radit sendiri aktif bermain sepak bola.
Ia biasa menempati posisi gelandang tengah maupun sayap kanan.
Posisi tersebut membuatnya harus mempunyai kemampuan membaca permainan, memberikan umpan, membantu pertahanan, sekaligus membangun serangan.
Pengalaman bermain tersebut menjadi salah satu modal ketika ia mengajak anak-anak muda untuk berlatih.
Ia dapat memberikan contoh secara langsung bagaimana seorang pemain harus bekerja sama dengan anggota tim lainnya.
Namun, aktivitas Radit tidak berhenti ketika pertandingan selesai.
Di luar lapangan, ia justru menggunakan kesempatan tersebut untuk membangun komunikasi dengan para pemuda.
Obrolan setelah latihan sering menjadi ruang untuk bertukar pikiran mengenai olahraga, kegiatan kepemudaan, maupun rencana pertandingan berikutnya.
Dari komunikasi sederhana tersebut, hubungan antarpemain semakin kuat.
Gerakan yang dibangun Radit mempunyai pesan sederhana: energi anak muda harus diarahkan ke kegiatan yang membangun.
Sepak bola dipilih karena olahraga tersebut mempunyai penggemar yang sangat luas.
Hampir setiap wilayah mempunyai lapangan atau kelompok sepak bola.
Dengan demikian, kegiatan pembinaan dapat dimulai dari lingkungan paling kecil.
Tidak harus menunggu fasilitas olahraga yang besar.
Lapangan desa, lapangan sintetis, maupun fasilitas olahraga masyarakat dapat menjadi tempat awal untuk mengembangkan bakat.
Yang terpenting adalah adanya kemauan, konsistensi, dan dukungan masyarakat.
Semangat tersebut menjadi modal bagi Radit dan kawan-kawan dalam mempertahankan kegiatan MANIKABA.
Penghargaan sebagai pemuda pelopor bidang olahraga tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2026 menjadi momentum tersendiri bagi Radit.
Apresiasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi.
Justru penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk memperluas kegiatan dan memberikan manfaat yang lebih besar.
Bagi seorang pemuda yang tumbuh dari lingkungan kampung, mendapatkan apresiasi di tingkat provinsi tentu menjadi kebanggaan.
Namun, tanggung jawab setelah mendapatkan penghargaan juga semakin besar.
Radit diharapkan mampu menjaga konsistensi kegiatan yang selama ini telah dibangun.
Dukungan masyarakat, pemerintah desa, tokoh masyarakat, orang tua, serta berbagai pihak terkait juga menjadi penting untuk menjaga keberlanjutan pembinaan olahraga di tingkat akar rumput.
Gerakan yang dilakukan Radit menjadi gambaran bahwa perubahan dapat dimulai dari lingkungan kecil.
Tidak semua gerakan sosial harus dimulai dengan program besar.
Kadang-kadang, sebuah latihan sepak bola rutin dapat menjadi awal dari terbentuknya komunitas yang sehat.
Dari sebuah klub kampung, bisa lahir pemain berbakat.
Dari sebuah pertandingan tarkam, dapat terbentuk persahabatan antardaerah.
Dari sebuah lapangan sederhana, dapat tumbuh cita-cita besar untuk menembus dunia sepak bola profesional.
Itulah semangat yang ingin dibangun melalui MANIKABA.
Bagi masyarakat Kampung Manirancan dan Desa Majasetra, keberadaan kegiatan olahraga yang digerakkan pemuda merupakan potensi yang perlu dirawat bersama.
Anak-anak muda membutuhkan ruang untuk berprestasi.
Mereka juga membutuhkan lingkungan yang memberikan dukungan ketika ingin berkembang.
Dengan adanya kegiatan olahraga, diharapkan generasi muda dapat mengembangkan kemampuan, menjaga kebugaran, memperluas jaringan pertemanan, serta membangun rasa percaya diri.
Perjalanan Radit Aaw Jeims bersama MANIKABA masih panjang.
Apa yang dilakukan saat ini merupakan bagian awal dari cita-cita yang lebih besar.
Membawa nama klub dari Kampung Manirancan ke berbagai daerah tentu membutuhkan kerja keras.
Diperlukan pembinaan pemain, manajemen klub, fasilitas latihan, kompetisi yang berkesinambungan, serta dukungan berbagai pihak.
Namun, cita-cita tersebut bukan sesuatu yang mustahil jika dilakukan secara konsisten.
Sepak bola telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.
Di banyak daerah, lapangan kampung menjadi tempat lahirnya pemain-pemain yang kemudian berkembang ke level yang lebih tinggi.
Karena itu, pembinaan dari tingkat akar rumput tetap mempunyai peran penting.
Radit ingin menjadikan MANIKABA sebagai salah satu ruang pembinaan tersebut.
Bukan hanya untuk mencari kemenangan, melainkan untuk mencari potensi, membangun karakter, dan membuka kesempatan bagi anak-anak muda untuk mengejar impian.
Pada akhirnya, sepak bola bukan hanya tentang siapa yang mencetak gol terbanyak.
Sepak bola juga tentang bagaimana sebelas pemain belajar bekerja sebagai satu tim.
Bagaimana seorang pemain menerima kekalahan.
Bagaimana seorang kapten memberi semangat kepada rekannya.
Dan bagaimana sebuah klub dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.
Semangat itulah yang kini terus dibangun Radit bersama MANIKABA.
Dari Kampung Manirancan, Desa Majasetra, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, gerakan kecil melalui sepak bola diharapkan dapat berkembang menjadi inspirasi bagi pemuda di daerah lain.
Lapangan hijau menjadi tempat mereka belajar.
Sepak bola menjadi bahasa persaudaraan.
Dan kegiatan olahraga menjadi salah satu jalan untuk membangun generasi muda yang aktif, sehat, disiplin, sportif, serta mempunyai masa depan.
Jurnalis/Wakaperwil : Asep Saefulloh (A. Gemoy)
Kabiro Kabupaten Bandung: Ibu Saly
Sumber: Tim Liputan Media AnalisasiberNews.com
Editor: Yudi Sayuti

ANALISASIBERNEWS.COM • Portal Berita Online (Media Siber)
Media AnalisasiberNews.com merupakan media berita online yang menyajikan informasi terkini seputar daerah, nasional, politik, hukum, pemerintahan, ekonomi, sosial, pendidikan, dan berbagai peristiwa lainnya.
Silakan hubungi tim redaksi Media AnalisasiberNews.com untuk informasi, konfirmasi berita, hak jawab, dan kerja sama media.
Portal Berita Online (Media Siber)
Cepat • Akurat • Berimbang • Independen • Profesional • Terpercaya
PT. ANALISASIBER MEDIA NUSANTARA
Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia
AHU-0023456.AH.01.01.Tahun 2026
KBLI 63122
Portal Web dan Platform Digital
KBLI 73100
Periklanan
Seluruh wartawan AnalisasiberNews.com merupakan bagian dari struktur redaksi PT. Analisasiber Media Nusantara dan menjalankan tugas jurnalistik berdasarkan ketentuan perusahaan serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Jl. Raya Rancalabuh, Kampung Gabusan RT 014/RW 003, Desa Rancalabuh, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Banten 15530.
AnalisasiberNews.com • Media Online • Informasi Publik • Jurnalistik Profesional

Media AnalisasiberNews.com membuka kesempatan kerja sama publikasi bagi instansi, perusahaan, organisasi, UMKM, komunitas, dan masyarakat umum.
Jangkau pembaca melalui berbagai pilihan layanan iklan, advertorial, liputan, dan kerja sama media yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda.
Promosikan produk, jasa, program, kegiatan, perusahaan, maupun instansi melalui banner pada area strategis website.
Publikasi artikel untuk memperkenalkan profil, produk, jasa, program, kegiatan, maupun informasi perusahaan kepada pembaca.
Layanan peliputan kegiatan dan publikasi melalui Media AnalisasiberNews.com sesuai kebutuhan mitra.
Perluas jangkauan informasi melalui kanal media sosial resmi Media AnalisasiberNews.com.
Paket kerja sama dapat disusun secara fleksibel berdasarkan kebutuhan publikasi dan promosi mitra.
Kami terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama publikasi yang profesional, transparan, dan saling menguntungkan.
Untuk mendapatkan informasi mengenai harga, ukuran banner, posisi iklan, durasi tayang, paket advertorial, liputan, dan kerja sama media.
✉ HUBUNGI REDAKSISetiap materi iklan dan publikasi akan melalui proses pemeriksaan sesuai ketentuan dan kebijakan redaksi. Materi yang bertentangan dengan hukum, etika jurnalistik, atau kebijakan media dapat ditolak.

Tidak ada komentar