

KOTA BANDUNG | AnalisasiberNews.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat merilis Berita Resmi Statistik Triwulan I Tahun 2026 yang menunjukkan sejumlah indikator ekonomi dan sosial mengalami perbaikan. Data tersebut dipaparkan dalam kegiatan rilis resmi yang berlangsung di Aula BPS Provinsi Jawa Barat, Jalan PHH Mustopa, Kota Bandung, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, dan dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, kepala perangkat daerah terkait, insan pers, akademisi, serta tamu undangan lainnya.
Dalam pemaparannya, BPS menyampaikan perkembangan terkini mengenai pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, ketimpangan pengeluaran masyarakat, hingga kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Jawa Barat pada awal tahun 2026.

Berdasarkan data BPS, perekonomian Jawa Barat pada Triwulan I Tahun 2026 tumbuh sebesar 5,79 persen secara tahunan (year-on-year). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,61 persen pada periode yang sama.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di Jawa Barat tetap berada pada jalur pertumbuhan yang positif serta mampu mempertahankan daya saing sebagai salah satu pusat ekonomi nasional.
Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan (ADHK) tercatat sebesar Rp475,41 triliun, sedangkan PDRB atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp799,11 triliun.
Beberapa sektor yang menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Jawa Barat antara lain:
Ketiga sektor tersebut dinilai memberikan kontribusi signifikan terhadap aktivitas ekonomi sekaligus menjadi penyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
BPS juga mencatat adanya penurunan jumlah penduduk miskin di Provinsi Jawa Barat.
Per Maret 2026, persentase penduduk miskin berada pada angka 7,02 persen atau sekitar 3,65 juta jiwa, turun 0,30 poin persentase dibandingkan periode sebelumnya.
Penurunan tersebut menjadi indikator bahwa daya beli masyarakat mulai membaik seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan berbagai program perlindungan sosial yang berjalan di daerah.
Selain angka kemiskinan, indikator pemerataan ekonomi juga menunjukkan perkembangan positif.
Rasio Gini Jawa Barat tercatat sebesar 0,378, turun 0,03 poin dibandingkan periode sebelumnya. Angka tersebut masih berada pada kategori ketimpangan menengah.
Meski demikian, BPS menilai kesenjangan antara wilayah perkotaan dan perdesaan masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian dalam perencanaan pembangunan ke depan.
Dari sisi ketenagakerjaan, kondisi pasar kerja di Jawa Barat juga menunjukkan tren positif.
Per Februari 2026, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat sebesar 6,64 persen atau sekitar 1,79 juta orang, turun 0,10 poin persentase dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, pasar kerja di Jawa Barat mampu menyerap sekitar 110.194 tenaga kerja baru.
Dari total 26,89 juta angkatan kerja, sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah:
Meski berbagai indikator menunjukkan perbaikan, BPS mencatat masih terdapat tantangan struktural di bidang ketenagakerjaan.
Jumlah pekerja formal mencapai sekitar 11,09 juta orang atau 44,20 persen, sedangkan pekerja di sektor informal masih mendominasi sebanyak 14,01 juta orang atau 55,80 persen.
Selain itu, komposisi tingkat pendidikan tenaga kerja juga menjadi perhatian. Sebagian besar angkatan kerja di Jawa Barat masih didominasi lulusan Sekolah Dasar (SD) yang mencapai 34,18 persen, sehingga peningkatan kualitas sumber daya manusia dinilai menjadi agenda penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja.
Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, menyampaikan bahwa berbagai indikator tersebut memberikan sinyal positif terhadap proses pemulihan ekonomi yang berlangsung di Jawa Barat.
“Data yang kami rilis menunjukkan sinyal pemulihan yang berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional, disertai penurunan kemiskinan dan ketimpangan, menjadi bukti kebijakan mulai menyentuh lapisan masyarakat lebih luas. Namun angka pengangguran dan tingginya pekerja informal menjadi pengingat bahwa penciptaan lapangan kerja berkualitas serta peningkatan kualitas SDM harus terus dipacu,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa data statistik bukan sekadar kumpulan angka, melainkan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
“Data ini bukan sekadar angka, melainkan dasar bagi pemerintah menyusun kebijakan yang tepat sasaran. Semoga menjadi referensi perencanaan pembangunan yang akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan agar manfaat pertumbuhan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Jawa Barat,” pungkasnya.
Melalui rilis resmi tersebut, BPS berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memanfaatkan data statistik sebagai landasan dalam menyusun program pembangunan yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan, sehingga manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Jawa Barat.
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat
Jurnalis: Ajunaedi
Editor: Yudi Sayuti

ANALISASIBERNEWS.COM • Portal Berita Online (Media Siber)

Portal Berita Online (Media Siber)
Cepat • Akurat • Berimbang • Independen • Profesional • Terpercaya
PT. ANALISASIBER MEDIA NUSANTARA
Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia
AHU-0023456.AH.01.01.Tahun 2026
KBLI 63122
Portal Web dan Platform Digital
KBLI 73100
Periklanan
Seluruh wartawan AnalisasiberNews.com merupakan bagian dari struktur redaksi PT. Analisasiber Media Nusantara dan menjalankan tugas jurnalistik berdasarkan ketentuan perusahaan serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Jl. Raya Rancalabuh, Kampung Gabusan RT 014/RW 003, Desa Rancalabuh, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Banten 15530.
AnalisasiberNews.com • Media Online • Informasi Publik • Jurnalistik Profesional

Media AnalisasiberNews.com membuka kesempatan kerja sama publikasi bagi instansi, perusahaan, organisasi, UMKM, komunitas, dan masyarakat umum.
Jangkau pembaca melalui berbagai pilihan layanan iklan, advertorial, liputan, dan kerja sama media yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda.
Promosikan produk, jasa, program, kegiatan, perusahaan, maupun instansi melalui banner pada area strategis website.
Publikasi artikel untuk memperkenalkan profil, produk, jasa, program, kegiatan, maupun informasi perusahaan kepada pembaca.
Layanan peliputan kegiatan dan publikasi melalui Media AnalisasiberNews.com sesuai kebutuhan mitra.
Perluas jangkauan informasi melalui kanal media sosial resmi Media AnalisasiberNews.com.
Paket kerja sama dapat disusun secara fleksibel berdasarkan kebutuhan publikasi dan promosi mitra.
Kami terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama publikasi yang profesional, transparan, dan saling menguntungkan.
Untuk mendapatkan informasi mengenai harga, ukuran banner, posisi iklan, durasi tayang, paket advertorial, liputan, dan kerja sama media.
✉ HUBUNGI REDAKSISetiap materi iklan dan publikasi akan melalui proses pemeriksaan sesuai ketentuan dan kebijakan redaksi. Materi yang bertentangan dengan hukum, etika jurnalistik, atau kebijakan media dapat ditolak.

Tidak ada komentar