x
Hotline News

RILIS BERITA Ketua Formappel’RI: “Jangan Cuma Minta Maaf!” — Blackout Sumatera Picu Desakan Evaluasi Dirut PLN

waktu baca 2 menit
Senin, 25 Mei 2026 00:11 40 siberadmin

Sumatera Utara,| Analisasisibernews.com – 
Pemadaman listrik massal yang melanda hampir seluruh wilayah Sumatera memicu gelombang kritik dan kemarahan publik. Gangguan tersebut menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu, kerugian pelaku usaha meningkat, serta pelayanan publik di sejumlah daerah ikut terdampak.

Di tengah situasi tersebut, muncul desakan agar manajemen PT PLN (Persero), khususnya Direktur Utama, dievaluasi secara menyeluruh. Forum Masyarakat Peduli dan Pemerhati Lingkungan Republik Indonesia (Formappel’RI) menjadi salah satu pihak yang paling vokal menyuarakan hal tersebut.

Ketua Umum Formappel’RI, R. Anggi Syaputra, menilai peristiwa blackout di Sumatera menunjukkan adanya kelemahan serius dalam sistem pengelolaan dan pengamanan pasokan listrik nasional.

“Ini bukan lagi soal minta maaf. Rakyat rugi besar akibat blackout. Aktivitas lumpuh, pelaku usaha menjerit, masyarakat dirugikan. Kalau rakyat telat bayar listrik langsung diputus, lalu kenapa saat PLN menimbulkan kerugian besar hanya cukup dengan permintaan maaf?” tegas Anggi, Minggu (24/05/2026).

Ia menilai, selama beberapa tahun terakhir, kepemimpinan di tubuh PLN dinilai belum mampu menjamin stabilitas sistem kelistrikan nasional secara optimal, terutama dalam menghadapi gangguan berskala besar.

“Jaga harga diri perusahaan negara. Jangan sampai PLN kehilangan kepercayaan publik. Kalau memang tidak mampu, lebih baik mundur atau dicopot,” ujarnya.

Selain itu, Formappel’RI juga menyoroti informasi yang beredar terkait kondisi internal PLN, termasuk dugaan adanya ketidaksesuaian informasi mengenai kinerja keuangan perusahaan. Isu tersebut mencuat di tengah klaim publik mengenai laba perusahaan yang sebelumnya disampaikan ke publik.

“Kondisi ini membuat publik bertanya-tanya. Di luar disebut untung triliunan, tetapi muncul juga isu internal mengenai tekanan efisiensi dan kondisi keuangan. Ini perlu dijelaskan secara terbuka,” tambahnya.

Blackout yang terjadi di Sumatera disebut sebagai salah satu gangguan kelistrikan terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Pemadaman serentak di sejumlah wilayah berdampak pada aktivitas ekonomi, layanan publik, hingga kehidupan masyarakat sehari-hari.

Formappel’RI menegaskan bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan permintaan maaf, tetapi juga langkah konkret, evaluasi menyeluruh, serta peningkatan sistem agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih belum memberikan keterangan resmi lanjutan terkait penyebab detail blackout tersebut.

Sumatera Utara
analisasisibernews.com
P. Limbong

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x