

Analisasibernews.com, DEMAK – Guna membekali generasi muda dengan kecakapan digital yang relevan, Polres Demak menyelenggarakan pelatihan pemahaman dan pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) secara bijak bagi para pelajar. Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat literasi digital sekaligus menumbuhkan daya kritis siswa dalam memilah informasi di ruang siber.
Pelatihan bertajuk Program Paham AI Quick Wins Presisi Triwulan III 2026 tersebut berlangsung di Laboratorium Komputer SMA Negeri 1 Dempet, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada Senin (7/9/2026). Sebanyak 52 siswa antusias mengikuti jalannya materi yang diampu langsung oleh Trainer AI Polres Demak.
Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kasubbagbinkar Bag SDM Polres Demak AKP Mardiati menegaskan bahwa akselerasi teknologi AI harus diimbangi dengan pemahaman etis yang kuat dari para pelajar. Kendati AI menawarkan efisiensi tinggi dalam mendukung proses pembelajaran, teknologi ini juga menyimpan potensi risiko manifes berupa penyebaran disinformasi.
“Pelajar tidak cukup hanya memiliki kemampuan operasional (user level) terhadap AI. Mereka wajib memahami aspek etika, mengasah penalaran kritis, serta memiliki kapasitas untuk membedakan antara informasi yang valid dengan data yang belum terverifikasi,” ujar AKP Mardiati.

Dalam rangka memberikan pemahaman yang komprehensif, kurikulum pelatihan dirancang secara sistematis melalui empat pilar materi utama:
Introduction to AI: Pengenalan fundamental mengenai struktur dan cara kerja kecerdasan buatan.
Ethical Use of AI: Penanaman nilai tanggung jawab dan batasan moral dalam mengadopsi teknologi AI.
Fighting Hoax with AI: Pola preventif memanfaatkan AI untuk mendeteksi potensi hoaks serta mekanisme verifikasi informasi.
AI Prompts 101: Panduan teknis menyusun instruksi (prompt) secara efektif agar hasil pencarian AI optimal dan tepat sasaran.
Guna mengukur efektivitas penyerapan ilmu, metode pelatihan tidak hanya bersifat satu arah. Para peserta diwajibkan menempuh post-test pada setiap akhir modul. Selain itu, sesi diramaikan dengan pendekatan cerita interaktif, demonstrasi fitur, serta forum diskusi interaktif.
AKP Mardiati berharap program ini mampu mencetak parameter baru bagi generasi muda yang cakap digital. “Output yang kami harapkan adalah lahirnya generasi yang tidak sekadar melek teknologi, tetapi juga cerdas dan akuntabel. Kami ingin memastikan teknologi ini menjadi akselerator pendidikan, bukan instrumen manipulasi data atau penyebaran hoaks yang merugikan publik,” pungkasnya.
Sumber : Humas Polres Demak.
Jurnalis : Faozi.


Tidak ada komentar