

ANALISASIBERNEWS.COM I KRESEK, KABUPATEN TANGERANG —
Ada orang yang datang ke makam hanya membawa bunga.
Ada pula yang datang membawa kenangan.
Namun, keluarga Nurhaedi/Nedi datang membawa sesuatu yang jauh lebih mahal dari bunga: doa.
Wakil Direktur Media Analisasibernews.com, Nurhaedi/Medi, bersama anaknya, menyempatkan diri datang ke makam keluarga di Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten.
Di tempat sunyi itu, mereka menundukkan kepala, membacakan Surat Al-Fatihah, dan mengirimkan doa untuk almarhum abah, kakak, dan adik yang telah lebih dahulu menghadap Sang Khalik.

Ironinya, dunia sering mengajarkan manusia untuk mengejar yang masih hidup—mengejar jabatan, harta, popularitas dan pujian.
Tetapi di depan pusara, semuanya menjadi sama.
Jabatan tak ikut masuk ke liang lahat.
Harta tak mampu menjawab panggilan ajal.
Popularitas berhenti di batu nisan.
Yang tersisa hanyalah amal dan doa dari orang-orang yang masih mengingat.
Di situlah kasih sayang keluarga menemukan maknanya.
Raga memang telah berpisah.
Suara tak lagi terdengar.
Pelukan tak lagi bisa dirasakan.
Tetapi doa tidak mengenal jarak.
Kunjungan ke makam bukan sekadar ritual mengenang masa lalu. Ia menjadi pengingat bahwa hubungan keluarga tidak seharusnya berhenti hanya karena kematian memisahkan.
Hari ini kita mendoakan mereka.
Esok, mungkin giliran nama kita yang disebut dalam doa.
Karena pada akhirnya, setiap manusia akan menjadi nama yang tertulis di batu nisan dan dikenang oleh orang-orang yang pernah mencintainya.
Keluarga Nurhaedi/Nedi berharap, semoga seluruh almarhum keluarga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa, menerima seluruh amal ibadah, melapangkan kubur, memberikan rahmat dan kasih sayang-Nya, serta menganugerahkan husnul khatimah.
🤲 Allahummaghfir lahum warhamhum wa ‘afihim wa’fu ‘anhum.
Semoga doa keluarga hari ini menjadi cahaya bagi mereka yang telah lebih dahulu pulang.
Dan bagi kita yang masih diberi kesempatan hidup:
Jangan menunggu kehilangan untuk belajar mendoakan.
Jangan menunggu makam menjadi tempat tujuan untuk menyadari betapa berharganya keluarga.
Sebab, orang yang kita cintai mungkin sudah pergi—tetapi cinta dan doa kita tidak harus ikut mati. 🤲
Red


Tidak ada komentar