

Analisasibernews.com, SANGGAU – Kapolres Sanggau AKBP Kadek Ary Mahardika, S.I.K., M.H., melakukan inspeksi strategis ke Posko Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau pada Selasa (25/8/2026). Langkah krusial ini diambil guna mengoptimalkan integrasi operasional, validasi sarana prasarana, dan penguatan mitigasi sektoral demi mengantisipasi eskalasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kunjungan yang berlangsung khidmat pada pukul 12.00 WIB tersebut dihadiri oleh Wakapolres Sanggau Kompol Radian Andy Pratomo, S.I.K., M.H., Sekretaris BPBD Sanggau Budi Darmawan, STP., M.M., Koordinator TRC BPBD Tri Dibyo, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Sanggau, serta para personil taktis di lapangan.
Penguatan Respons Berbasis Integrasi Sektoral
Dalam forum koordinasi tersebut, AKBP Kadek Ary Mahardika menegaskan bahwa fluktuasi kondisi lapangan menuntut responsibilitas yang adaptif dan determinasi tinggi dari seluruh personel. Kesiapan posko yang aktif dan dinamis menjadi variabel penentu dalam memangkas waktu respons (response time) terhadap setiap indikasi titik api (hotspot).
“Aparatur negara harus berada pada posisi siap sedia sebelum eskalasi krisis terjadi. Inspeksi ini bertujuan memastikan seluruh instrumen penanggulangan, baik sumber daya manusia maupun infrastruktur penunjang, berada dalam status operasional prima,” tegas Kapolres Sanggau.

Akselerasi Kekuatan Taktis Melalui Personel BKO Korbrimob :
Guna mempertebal formasi pertahanan di zona rawan, Polres Sanggau meluncurkan strategi penguatan taktis melalui penempatan satu peleton Personel Bawah Kendali Operasi (BKO) Korbrimob Polri. Sebanyak 30 personel tersertifikasi khusus ini akan didistribusikan secara proporsional ke berbagai titik koordinat yang memiliki kerentanan karhutla tinggi.
Kapolres menggarisbawahi bahwa kehadiran personel BKO ini berperan sebagai katalisator sinergi eksisiting bersama BPBD, Manggala Agni, TNI, Pemadam Kebakaran, dan Masyarakat Peduli Api (MPA), bukan sebagai substitusi peran penanggulangan lokal.
Modernisasi Sistem Peringatan Dini dan Instrumen Lapangan :
Peninjauan fisik dilakukan secara komprehensif terhadap kelaikan tenda taktis, armada pemadam, hingga sistem deteksi digital. Fokus atensi tertuju pada optimasi Warning Receiver System (WRS) yang terintegrasi langsung dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Teknologi peringatan dini ini diproyeksikan sebagai instrumen prediktif agar pengambilan keputusan taktis di lapangan dapat dilakukan secara akurat dan berbasis data real-time.
Edukasi Publik dan Konstruksi Komunikasi Massa :
Menutup rangkaian kunjungan, Kapolres menggelar ruang dialog konstruktif bersama awak media. Ia mendorong peran pers sebagai pilar edukasi publik guna mengonstruksi kesadaran kolektif masyarakat terhadap bahaya membuka lahan dengan metode pembakaran.
“Reduksi risiko karhutla tidak dapat bertumpu pada pendekatan represif semata, melainkan harus berakar pada komitmen kolaboratif. Sinergitas berbasis data ilmiah, kesiapsiagaan armada, dan partisipasi aktif publik adalah kunci utama menjaga kelestarian ekosistem di Kabupaten Sanggau,” pungkasnya. ( Wid )


Tidak ada komentar