

ARJASARI, KABUPATEN BANDUNG JAWA BARAT – AnalisSiberNews.com — Semangat nasionalisme dan kreativitas warga tampak mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan RW 04 Dusun Sadah, Desa Mangunjaya, Kecamatan Arjasari. Kegiatan berlangsung meriah berkat antusiasme Karang Taruna, dukungan para donatur, serta partisipasi warga dari RT 01, RT 02, dan RT 03 Sadah, yang telah bersatu menyemarakkan peringatan 17 Agustus.
Sebelum menggelar kegiatan di lingkungannya, warga RW 04 Sadah turut berpartisipasi dalam karnaval tingkat Kecamatan Arjasari, sekaligus menyaksikan secara khidmat Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI. Suasana kebersamaan semakin terasa dengan terselenggaranya berbagai perlombaan yang dinikmati mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, antara lain lomba joget balon dan panjat pinang. Kemeriahan pun ditambah dengan penampilan kreasi seni yang dipersembahkan oleh Karang Taruna RW 04 Sadah.
Ketua RW 04 Dusun Sadah, Juju, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan menjadi pengingat mendalam betapa beratnya perjuangan para pahlawan dahulu meraih kemerdekaan.
“Kegiatan ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan agar kita sadar betapa sulitnya para pejuang dahulu meraih kemerdekaan, yang rela mengorbankan nyawa hingga titik darah penghabisan. Sebagai anak bangsa, kita wajib meneruskan dan mewujudkan cita-cita luhur para pendahulu yang diperjuangkan sebelum merdeka — yaitu menjaga persatuan, membangun daerah, dan menjadikan kemerdekaan sebagai jalan untuk terus berbakti kepada nusa dan bangsa,” ujar Juju.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna RW 04 Sadah, Asep Budi Santiaji atau yang akrab disapa Abu, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas gotong royong seluruh elemen masyarakat yang turut menyukseskan acara.
“Semangat kemerdekaan seharusnya terus kita nyalakan di hati setiap generasi muda. Lewat kegiatan seperti ini, kami ingin menanamkan bahwa kemerdekaan adalah anugerah yang mahal harganya. Kami berharap pemuda di lingkungan kita tidak hanya sekadar merayakan, tetapi juga semakin peduli, bersatu, dan siap melanjutkan perjuangan membangun bangsa dengan karya dan pengabdian,” ungkap Abu Santiaji
Kegiatan berjalan dengan penuh kehangatan dan kebersamaan, menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan cinta tanah air tetap hidup di tengah masyarakat desa.
Jurnalis : Ajunaedi.


Tidak ada komentar