KLATEN & GOMBONG.| AnalisasiberNews.com – Sebanyak 839 calon prajurit TNI Angkatan Darat (TNI AD) resmi memulai Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri (Dikmata IF) Gelombang II Tahun Anggaran 2026 di dua Satuan Pendidikan (Satdik) Rindam IV/Diponegoro, yakni Dodiklatpur Klaten dan Secata Gombong, Kamis (16/7/2026).
Pembukaan pendidikan dilaksanakan secara serentak. Upacara di Dodiklatpur Klaten dipimpin langsung oleh Danrindam IV/Diponegoro Brigjen TNI Hindratno D., S.E., M.M., M.Han., sedangkan upacara di Secata Gombong dipimpin oleh Wakil Komandan Rindam IV/Diponegoro Kolonel Inf Hendy Yustian D.S., S.I.P.
Pendidikan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan personel TNI AD untuk mencetak prajurit Tamtama Infanteri yang memiliki kemampuan dasar kemiliteran, disiplin tinggi, mental tangguh, serta siap mengemban tugas sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pada Gelombang II Tahun Anggaran 2026 ini, Rindam IV/Diponegoro menerima sebanyak 839 siswa calon prajurit. Dari jumlah tersebut, 420 siswa mengikuti pendidikan di Dodiklatpur Klaten, sedangkan 419 siswa lainnya ditempatkan di Secata Gombong.
Seluruh siswa akan menjalani pendidikan selama delapan minggu, mulai 16 Juli hingga 9 September 2026. Selama masa pendidikan, para peserta akan mendapatkan berbagai materi yang dirancang untuk membentuk karakter, kemampuan fisik, mental, serta keterampilan dasar sebagai seorang prajurit TNI Angkatan Darat.
Program pendidikan tidak hanya menitikberatkan pada latihan fisik dan keterampilan militer dasar, tetapi juga pembinaan mental, moral, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, serta penanaman nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman setiap prajurit TNI.
Materi yang diberikan meliputi Peraturan Baris Berbaris (PBB), tata upacara militer, penggunaan perlengkapan perorangan, dasar-dasar taktik infanteri, navigasi darat, pembinaan jasmani militer, hingga pembentukan karakter yang berlandaskan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.
Dengan pembinaan yang terstruktur tersebut, diharapkan para siswa mampu berkembang menjadi prajurit yang profesional, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi.
Dalam amanat Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., yang dibacakan oleh Inspektur Upacara, disampaikan ucapan selamat kepada seluruh siswa yang berhasil melewati seluruh tahapan seleksi hingga akhirnya dipercaya mengikuti pendidikan di Rindam IV/Diponegoro.
Pangdam menyampaikan bahwa keberhasilan lolos seleksi merupakan pencapaian yang patut disyukuri, namun juga menjadi awal dari tanggung jawab besar yang harus dijalani dengan penuh kesungguhan.
Menurut Pangdam, Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan personel Tamtama TNI AD yang profesional, berkualitas, dan siap ditempatkan di berbagai satuan sesuai kebutuhan organisasi.
“Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri ini merupakan bagian penting dalam memenuhi kebutuhan personel Tamtama. Kalian disiapkan menjadi garda terdepan sekaligus ujung tombak satuan-satuan dalam organisasi TNI AD,” demikian amanat Pangdam.
Lebih lanjut, Pangdam mengingatkan seluruh siswa agar memanfaatkan setiap kesempatan selama pendidikan untuk belajar, berlatih, meningkatkan kemampuan, serta membangun karakter sebagai seorang prajurit.
Disiplin, loyalitas, integritas, semangat pantang menyerah, serta kepatuhan terhadap seluruh aturan pendidikan menjadi modal utama yang harus dimiliki setiap siswa agar mampu menyelesaikan pendidikan dengan hasil terbaik.
Sementara itu, Danrindam IV/Diponegoro Brigjen TNI Hindratno D. menegaskan bahwa keberhasilan seorang prajurit tidak hanya diukur dari kemampuan fisik maupun keterampilan militer, tetapi juga dari sikap, perilaku, dan kehormatan yang selalu dijaga dalam setiap tindakan.
Ia mengingatkan seluruh siswa untuk menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, serta institusi TNI Angkatan Darat selama mengikuti seluruh rangkaian pendidikan.
“Ingat, setiap tindakanmu mencerminkan kehormatanmu. Buktikan bahwa kalian layak untuk dipilih dan nantinya dilantik menjadi seorang prajurit TNI AD,” tegas Danrindam.
Menurutnya, pendidikan militer merupakan proses pembentukan karakter yang membutuhkan kesiapan mental, semangat juang, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja sama dalam tim.
Selain menerima materi di ruang kelas, para siswa juga akan menjalani latihan lapangan yang dirancang untuk menguji ketahanan fisik, kemampuan berpikir cepat dalam mengambil keputusan, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan yang mungkin ditemui saat bertugas di lapangan.
Melalui proses pendidikan tersebut, TNI AD berharap dapat menghasilkan prajurit yang tidak hanya memiliki kemampuan tempur yang baik, tetapi juga menjunjung tinggi etika keprajuritan, profesionalisme, serta selalu mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Setelah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan dan dinyatakan lulus, para siswa akan resmi dilantik dengan pangkat Prajurit Dua (Prada) pada kecabangan Infanteri dan selanjutnya akan menjalani penugasan sesuai kebutuhan organisasi TNI Angkatan Darat.
Pendidikan ini menjadi salah satu langkah strategis TNI AD dalam menjaga kesinambungan regenerasi prajurit yang berkualitas, sehingga kekuatan pertahanan negara tetap terpelihara dan mampu menghadapi dinamika tantangan tugas di masa mendatang.
Dengan bekal ilmu pengetahuan, keterampilan dasar kemiliteran, fisik yang prima, mental yang tangguh, serta karakter yang kuat, para calon prajurit diharapkan mampu mengemban amanah sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sumber: Pendam IV/Diponegoro
Editor: Wid

