x
Hotline News

Jalan Penghubung Bojongmanik–Parakan Besi Rusak Parah, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak

waktu baca 2 menit
Senin, 15 Jun 2026 09:59 8 Aziz Redaksi Jabar

ANALISASIBERNEWS.COM

Lebak, Banten | analisasibernews.com – Kondisi ruas jalan poros yang menghubungkan Desa Bojongmanik dengan Desa Parakan Besi, Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak, menjadi sorotan masyarakat. Kerusakan yang telah berlangsung bertahun-tahun dinilai sebagai persoalan serius yang membutuhkan langkah konkret pemerintah, bukan sekadar janji pembangunan.

Jalan sepanjang kurang lebih tiga kilometer tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas masyarakat. Selain menjadi jalur penghubung dua desa, ruas jalan ini menopang distribusi hasil pertanian, akses pelayanan kesehatan, kegiatan pendidikan, serta roda perekonomian warga.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Saat musim hujan, jalan berubah menjadi berlumpur dan licin sehingga membahayakan pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat. Tidak sedikit warga yang mengaku mengalami kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak.

Salah seorang warga menyampaikan bahwa kerusakan tersebut telah terjadi selama bertahun-tahun tanpa adanya penanganan yang memadai.

«“Saat musim hujan kondisinya semakin parah. Jalan menjadi sangat licin dan membahayakan masyarakat. Padahal ini merupakan akses utama bagi dua desa. Kami berharap pemerintah segera memperbaikinya,” ujar warga, Minggu (14/6/2026).»

Masyarakat menilai pembangunan infrastruktur merupakan kewajiban negara dalam memberikan pelayanan publik yang layak. Karena itu, mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Lebak, Pemerintah Provinsi Banten, hingga pemerintah pusat untuk menjadikan ruas jalan tersebut sebagai prioritas pembangunan.

Warga juga mempertanyakan efektivitas penyerapan aspirasi masyarakat. Mereka menilai keberadaan wakil rakyat dan pemerintah daerah semestinya mampu memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat, terutama terkait infrastruktur yang menyangkut keselamatan dan kesejahteraan warga.

Selain itu, masyarakat mengingat bahwa wilayah Parakan Besi pernah dikunjungi pasangan kepala daerah sebelum terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lebak. Namun hingga kini, mereka mengaku belum melihat realisasi pembangunan yang diharapkan.

«“Kami tidak meminta hal yang berlebihan. Kami hanya ingin jalan yang layak agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan ekonomi desa bisa berkembang,” ungkap warga lainnya.»

Dalam perspektif pengawasan publik, keterlambatan penanganan infrastruktur strategis berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan bagi masyarakat. Oleh sebab itu, pemerintah diharapkan segera melakukan evaluasi, menetapkan status prioritas, serta mengalokasikan anggaran perbaikan secara transparan dan terukur.

Redaksi AnalisaSiberNews.com menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar program administratif, melainkan bentuk nyata kehadiran negara dalam memenuhi hak masyarakat atas akses transportasi yang aman, layak, dan berkeadilan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Lebak maupun instansi terkait mengenai jadwal maupun rencana perbaikan jalan penghubung Bojongmanik–Parakan Besi tersebut.

(Red/Tim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x