

Kabupaten Bandung,I CyberNewsTv.id -tgl 5/ 09/ 2026.Majalaya /kabupaten Bandung. Masalah klasik yang mendera wilayah kecamatan majalaya, kabupaten Bandung seolah olah tidak pernah ada habisnya. Dengan julukan kota dolar ( kota industri tekstil) kini kerap bersanding dengan keluhan warga, mengenai kondisi wilayah yang terkesan jorok akibat Tataruang kota nya tidak di perhatikan oleh pemerintahan Kabupaten bandung, misal nya sepanjang jalan pertigaan ciwalengke depan POS Gatur lantas di genangi air di saat musim kemarau panjang sekali pun tidak ada turun Hujan.
Menurut pantauan awak media analisa siber news di saat melintas di jalan pertigaan pos Gatur lantas ciwalengke, arus air yang menggenang jalan di akibatkan saluran Drainase solokan pembuangan air tidak jalan dan tersumbat sampah, dan tidak ada nya pemeliharaan dari dinas kabupaten bandung diantara, Dinas PUTR ( PU jalan) sesuai interuksi bupati Bandung.
Sekian lama nya pergantian kepala pemerintahan Kabupaten Bandung ( Bupati) perlima lima sampai sepuluh tahun sekali ( 2 periode) pemangku jabatan, untuk wilayah kecamatan majalaya seputaran jalan pertigaan ciwalengke yang sekaligus jalan perekonomian buat para pengusaha industri tekstil yang berada di majalaya, yang tiap hari nya selalu di lewati para pengguna jalan dari mobil kecil peribadi, mobil angkot, pengguna motor, juga hilir mudik mobil besar truk, fuso, sampai teronton dengan beban berat dari 24 K sampai melebihi kapasitas angkut dengan membawa barang buat ke pabrik pabrik tekstile, seperti angkut benang, kain, sampai baru bara berat tonisasi.
Dengan keluhan masyarakat sekitar jalan pertigaan ciwalengke sangat tidak nyaman untuk di lintasi khusus nya pengguna motor, dikarena kan air yang bergelimang di badan jalan, sampai air tersebut kena ke pengguna jalan di karena kan semprotan dari kendaraan lain yang melintas.

masalah klasik ini terus berjalan sampai sekarang dan tidak ada solusi nya, kemana kah pejabat pemerintahan Kabupaten Bandung? ” Sesuai pakta di lapangan jalan tersebut penyangga jalur hidup buat masyarakat wilayah majalaya, yang berusaha mencari nafkah ke wilayah kota lain, diantara nya masyarakat yang melintasi ke Ciparay, baleendah, Banjaran, soreang ( pemda) bagi masyarakat yang berkepentingan untuk mengurusi administrasi ke pemda, sampai masyarakat yang bekerja ke wilayah kota bandung baik sebagai Pegawai pemerintahan, swasta, dan lain lain. ”
Perwakilan pemerintahan Kabupaten Bandung saja yang di wakili oleh camat majalaya, sampai saat ini hanya diam seribu bahasa, padahal kalo di lihat pak camat setiap hari kalo pulang jam kerja suka melewati jalan tersebut yang di genangi air yang sangat meresahkan pengguna jalan.
Yang sangat mengherankan pikiran masyarakat majalaya kenapa para pejabat legislatif khusus yang mewakili Daerah pemilihan Dapil (5) kecamatan majalaya, solokan jeruk, ibun, dan paseh sampai saat ini tidak berkutik dan seolah olah tutup mata, tutup telinga dengan masalah klasik tersebut.
Uang pajak dari masyarakat, pengusaha toko, pengusaha pabrik tekstil yang selama ini masuk ke kas pemerintahan Kabupaten bandung di kemana kan? ” Sampai tidak bisa mencari solusi yang tepat buat menanggulangi permasalahan klasik banjir jalan ciwalengke kecamatan majalaya.
Masyarakat berharap pemeintahan daerah tidak hanya diam saja, melainkan pokus pada penanggulangan permasalahan ini, pembersihan sampah secara masip.
Jurnalis : ibu sely ( kabiro kab bandung)
Asep saepulloh ( Gemoy).


Tidak ada komentar