x
Hotline News

Perut Membesar dan Kaki Membengkak Pasca Jatuh di Sekolah, Bocah 8 Tahun di Jombang Butuh Uluran Tangan untuk Biaya Berobat ke Solo

waktu baca 3 menit
Rabu, 3 Jun 2026 01:31 4 Kaperwil Jatim

Jombang, AnalisaSiberNews.com Awal bulan Juni menjadi momen penuh empati bagi komunitas Perempuan Hebat Jombang (PHJ). Pada Senin (1/6/2026), kegiatan sosial yang dipimpin oleh Sumarlik ini menggelar aksi peduli dengan mengunjungi kediaman seorang bocah malang yang tengah berjuang melawan penyakitnya di RT 006 RW 002, Dusun Butuh, Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Bocah tersebut adalah Cherika Shakayla Nadzahrah. Di usianya yang masih sangat muda, yakni 8 tahun, Cherika yang seharusnya ceria menghabiskan hari-harinya di bangku Sekolah Dasar (SD), kini hanya bisa terbaring lemah. Kondisi fisiknya kian memprihatinkan; badannya tampak semakin kurus, sementara bagian perutnya terus membesar secara drastis.
Kronologi Sakit yang Begitu Cepat
Penyakit yang diderita Cherika tergolong berkembang sangat cepat. Berdasarkan penuturan pihak keluarga, petaka tersebut bermula pada bulan November 2025 lalu. Saat itu, Cherika sempat terjatuh di sekolah ketika sedang bercanda bersama teman-teman sebayanya.
Awalnya luka akibat jatuh tersebut dianggap sebagai cedera biasa. Namun memasuki bulan Maret 2026, muncul benjolan misterius di bagian kaki kanannya. Sejak saat itulah, kondisi kesehatan Cherika terus menurun hingga berujung pada pembengkakan perut dan penurunan berat badan yang drastis.
Di tengah ujian berat ini, sang ibunda, Khotim, tidak pernah lelah merawat putri tercintanya. Dengan penuh rasa sayang, Khotim terus memeluk dan menemani Cherika, sembari melangitkan doa dan berharap akan datangnya sebuah keajaiban demi kesembuhan buah hatinya.
Terganjal Biaya Transportasi ke RSUD Dr. Moewardi Solo
Demi mendapatkan penanganan medis yang spesifik, Cherika harus dirujuk ke luar provinsi, tepatnya ke Poli Orthopedi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi, Kota Solo, Jawa Tengah.
Namun, jarak dan keterbatasan ekonomi kini menjadi tembok besar yang menghalangi kesembuhan Cherika. Pihak keluarga mengaku sangat terpukul dan sedih karena kendala biaya akomodasi. Untuk satu kali keberangkatan saja, mereka harus merogoh kocek pribadi sebesar Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah) hanya untuk biaya transportasi. Angka yang terbilang besar dan berat bagi keluarga yang tengah berfokus pada pengobatan.

PHJ Mengetuk Pintu Hati Pemerintah Desa dan Donatur
Kondisi memprihatinkan yang menimpa Cherika memantik rasa iba yang mendalam dari pengurus Perempuan Hebat Jombang (PHJ) yang datang berkunjung. Ketua PHJ, Sumarlik, mengaku sangat sedih dan terpukul melihat penderitaan Cherika serta beban psikologis yang harus ditanggung oleh kedua orang tuanya.

“Kami merasakan betul kesedihan mendalam yang dialami Khotim. Melihat anak sekecil ini harus menahan sakit yang luar biasa, tentu hati ibu mana yang tidak hancur. Kami berharap ada mukjizat dan jalan keluar terbaik untuk dik Cherika,” ungkap Sumarlik dengan mata berkaca-kaca.

Hal senada juga disampaikan oleh Koordinator Lapangan (Korlap) PHJ, Budi. Dirinya menyatakan keprihatinan yang luar biasa atas apa yang menimpa siswi SD tersebut dan turut memberikan dukungan moral serta doa terbaik agar jalannya pengobatan di Solo diberikan kelancaran.
Melalui momentum ini, Perempuan Hebat Jombang (PHJ) mengetuk pintu hati semua pihak. PHJ berharap Pemerintah Desa Pandanwangi setempat dapat memberikan perhatian dan bantuan yang maksimal bagi warganya yang sedang tertimpa musibah ini.
Selain itu, PHJ juga membuka ruang dan berharap ada donatur-donatur dermawan yang tergerak hatinya untuk ikut membantu membiayai akomodasi serta transportasi rutin Cherika menuju RSUD Dr. Moewardi Solo, agar bocah 8 tahun ini bisa segera menjemput kesembuhannya dan kembali ceria di bangku sekolah.

 

Redaksi AnalisaSiberNews

Penulis Ern

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x