
Pandeglang,|AnalisasiberNews.com — Senin, 18 Mei 2026, ratusan masyarakat yang tergabung dalam kelompok Masyarakat Peduli Lingkungan Kecamatan Sukaresmi dan Patia menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor HK (Hutama Karya) proyek pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk tuntutan terhadap pemenuhan kompensasi dan hak-hak masyarakat terdampak proyek strategis nasional tersebut.


Sejak pagi hari, massa mulai berkumpul dengan membawa spanduk, poster, serta menyuarakan aspirasi melalui pengeras suara. Mereka menilai hingga saat ini masih terdapat sejumlah persoalan yang belum terselesaikan, terutama terkait kompensasi lahan, dampak lingkungan, serta dampak sosial ekonomi yang dirasakan masyarakat sekitar.
Koordinator aksi menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur berskala besar harus tetap memperhatikan hak masyarakat lokal yang terdampak langsung.

Menurutnya, sebagian warga mengaku belum menerima kompensasi secara adil dan transparan, khususnya terkait lahan, akses jalan, serta dampak aktivitas proyek terhadap lingkungan dan mata pencaharian warga.
“Kami tidak menolak pembangunan. Kami mendukung kemajuan daerah. Namun hak masyarakat harus dihormati dan dipenuhi secara adil,” ujar salah satu perwakilan massa dalam orasinya.
Massa menuntut pihak pelaksana proyek segera melakukan dialog terbuka dan memberikan kepastian mengenai skema kompensasi yang dinilai masih belum jelas.
Selain persoalan kompensasi, warga juga menyoroti dampak lingkungan yang dirasakan selama proses pembangunan berlangsung. Beberapa keluhan yang disampaikan meliputi:
Warga berharap pihak pelaksana proyek melakukan langkah mitigasi yang lebih serius serta melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan yang menyangkut lingkungan sekitar.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Perwakilan massa berharap adanya pertemuan resmi antara warga, pemerintah daerah, dan pihak perusahaan guna mencari solusi bersama.
Masyarakat menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk aspirasi damai demi memperoleh kepastian hak serta keadilan bagi warga terdampak pembangunan.
“Kami berharap ada respon cepat dan langkah nyata dari pihak terkait agar persoalan ini tidak berlarut-larut,” tutup perwakilan aksi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan masyarakat.
Reporter : TiMeS
Kabiro : IWAN
(Redaksi : AnalisasiberNews.com)


Tidak ada komentar