x
Hotline News

MUI Sepatan & Pemdes Sarakan Gelar Pengajian Bulanan, Angkat Tema Keutamaan Dzulhijjah dan Qurban*

waktu baca 4 menit
Rabu, 20 Mei 2026 22:00 34 Aziz Redaksi Jabar

KabTangerang.Analisacibernews.com”. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sepatan Bersama Pemerintah Desa Sarakan kembali Menggelar Rutinitas Pengajian Bulanan pada Rabu malam, 13 Dzulhijjah 1447 H bertepatan dengan 10 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Sarakan ini dihadiri jamaah dari 7 Desa ,Majelis,Ibu ibu PKK Desa Sekecamatan Sepatan Selasa.20/05/2026

Pengajian Bulanan ini menjadi agenda tetap MUI Sepatan sebagai upaya menjaga tradisi keilmuan dan memperkuat silaturahmi antar ulama, umara, dan masyarakat. Untuk edisi Dzulhijjah ini, tema yang diangkat

Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Hikmah Ibadah Qurban dalam Membangun Kepedulian Sosial,dengan rujukan utama Kitab Durotunnasin_.

Dalam Silaturahmi Lintas Desa,Ketua MUI Desa Sarakan, Kiai Ebi Muhaibi, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kajian rutin, melainkan wadah konsolidasi umat di tingkat kecamatan.
“Alhamdulillah, setiap bulan kita bisa berkumpul bergiliran di 7 desa. Bulan ini giliran Desa Sarakan menjadi tuan rumah. Tujuan kita satu, menghidupkan majelis ilmu agar masyarakat Sepatan semakin kuat agamanya dan kompak warganya,” ujar Kiai Ebi saat ditemui sebelum acara dimulai.

Senada dengan itu, Kepala Desa Sarakan, Bpk. Halimi Kades Menyatakan Dukungan penuh pemerintah desa terhadap kegiatan keagamaan semacam ini. Menurutnya, sinergi antara ulama dan umara adalah kunci pembangunan desa yang berakhlak.

Kades”Desa tidak hanya butuh pembangunan fisik, tapi juga pembangunan mental dan spiritual. Kami berterima kasih kepada MUI Sepatan yang konsisten membina umat melalui pengajian ini,” kata Kades Halimi dalam sambutannya.

Tema Pengajiaan Bulanan Kajian Kitab dan Tausiyah Utama Dengan Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan sambutan dari Sekretaris Camat Sepatan, Bpk. Dede Supardi, D.E.M.Si., yang mewakili pemerintah kecamatan,dalam Sambutanya ia mengapresiasi konsistensi MUI dalam menjaga stabilitas keagamaan di wilayah Sepatan.

“Kades Kegiatan seperti ini penting untuk menangkal paham-paham yang tidak sesuai dengan ahlussunnah wal jamaah. Kami dari pemerintah kecamatan akan terus mendukung,” tegasnya.

Memasuki acara inti, Ketua MUI Kecamatan Sepatan, KH. Hasan Basri, menyampaikan tausiyah utama. Beliau menekankan pentingnya menyambut 10 hari pertama Dzulhijjah dengan memperbanyak dzikir, puasa sunnah, dan persiapan ibadah qurban.

“Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada hari yang amal shalih di dalamnya lebih dicintai Allah daripada 10 hari ini. Maka mari kita manfaatkan waktu ini untuk memperbaiki diri dan memperbanyak sedekah,” jelas KH. Hasan Basri di hadapan jamaah yang memadati aula desa.

Selain itu, kajian Kitab Durotunnasin_ yang dibahas malam itu menyoroti bab adab bertetangga dan menjaga lisan. Kitab klasik karangan Syaikh Muhammad bin Abi Bakr al-Ibyani ini dinilai masih sangat relevan untuk kehidupan masyarakat urban seperti di Sepatan.

Dihadiri IBU PKK dan Jamah Majelis dan Tokoh Agama
Juga Masyarakat dan Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah Tokoh Penting masyarakat, di Antaranya Bpk. Aan Amsori.S.IP. M.Si., Para ketua RW/RT, serta ibu-ibu PKK Desa Sarakan. Tak ketinggalan, perwakilan majelis taklim dari Desa Karet, Sepatan, Tanah Merah, Pondok Jaya, Kampung Kelor, dan Ranca Bango juga turut hadir sebagai bentuk dukungan lintas wilayah.

Suasana khidmat terasa sejak awal hingga akhir acara. Jamaah terlihat antusias mengikuti setiap sesi, terutama saat sesi tanya jawab yang dibuka oleh panitia. Banyak warga yang memanfaatkan kesempatan ini untuk berkonsultasi langsung dengan para kiai terkait fiqih qurban dan adab bermasyarakat.

Komitmen Melanjutkan Tradisi,Menutup acara, doa dipimpin oleh salah satu ulama sepuh yang hadir. Panitia juga mengumumkan bahwa pengajian bulan depan insya Allah akan diselenggarakan di Desa Karet dengan tema persiapan menyambut Tahun Baru Islam 1448 H.

“Semoga tradisi baik ini terus berlanjut. Jangan sampai putus. Karena dari majelis inilah lahir generasi yang paham agama dan cinta tanah air,” tutup KH. Hasan Basri.

Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan hidangan ringan yang disiapkan oleh ibu-ibu PKK Desa Sarakan. Dokumentasi dan rekaman kajian juga disebar melalui grup WhatsApp resmi MUI Sepatan agar bisa diakses warga yang tidak sempat hadir.

MUI Kecamatan Sepatan adalah organisasi ulama yang berfungsi sebagai pemberi fatwa, pembina umat, dan mitra pemerintah dalam bidang keagamaan. Program pengajian bulanan telah berjalan sejak 2019 dan dilaksanakan secara bergilir di 7 desa se-Kecamatan Sepatan.

Tarmiji.Jurnalis
Kabiro.3ndo
Kaperwil Yudi Sayuti .ST

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x