x
Hotline News

Menang di Parepare, PERSIB Tinggal Selangkah Lagi

waktu baca 3 menit
Minggu, 17 Mei 2026 21:43 36 Aziz Redaksi Jabar

PAREPARE ,indonesia,| AnalisaSiberNews.com — Kadang, sebuah musim panjang ditentukan oleh satu sundulan di detik terakhir.

Di Stadion Gelora BJ Habibie, Minggu malam (17/5/2026), PERSIB Bandung menunjukkan bahwa tim juara bukan hanya soal bermain indah. Tim juara adalah mereka yang tetap berdiri ketika laga nyaris direbut keadaan.

Dan ketika waktu hampir habis, Julio Cesar datang seperti tokoh penutup bab terakhir: satu tandukan, satu ledakan emosi, satu langkah besar menuju trofi.

PERSIB menundukkan PSM Makassar 2-1.

Bukan sekadar menang. Ini adalah kemenangan yang membuat Maung Bandung kini benar-benar berada di atas angin.

Dengan koleksi 78 poin, PERSIB unggul dua angka atas Borneo FC yang hanya bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara. Artinya, gelar juara kini berada dalam genggaman sendiri.

Satu pertandingan lagi.

Satu malam lagi di Gelora Bandung Lautan Api.

Satu langkah lagi menuju sejarah.

Thom Haye Membuka Jalan

Tanpa Bojan Hodak di bangku pelatih. Tanpa Federico Barba. Tanpa Luciano Guaycochea.

PERSIB datang ke Parepare tanpa sejumlah figur penting, tetapi tidak tanpa keyakinan.

Mengenakan jersey kuning, PERSIB tampil tenang. Mereka tahu bahwa tekanan adalah bagian dari perjalanan menuju puncak.

Gol pertama lahir pada menit ke-33.

Thom Haye melepaskan tendangan kaki kiri yang menembus gawang Hilman Syah. Bola meluncur deras, dan sejenak stadion terasa sunyi.

PERSIB unggul 1-0.

Gol itu bukan hanya membuka skor, tetapi juga menegaskan bahwa tim ini tak datang untuk sekadar bertahan.

Saat PSM Membalas, PERSIB Tidak Goyah

PSM Makassar merespons di babak kedua.

Menit ke-54, Yuran Fernandes menanduk bola hasil umpan Ananda Reihan. Teja Paku Alam tak mampu menjangkau.

Skor berubah 1-1.

Momentum sempat bergeser. Tensi meningkat. Gesekan antar pemain dan ofisial terjadi. Kartu kuning bertebaran.

Situasi yang bisa membuat tim panik.

Tetapi PERSIB tidak kehilangan arah.

Mereka tetap menyerang, tetap percaya.

Karena tim yang memburu juara tahu satu hal penting: pertandingan belum selesai sampai peluit terakhir berbunyi.

Sundulan yang Mengubah Segalanya

Waktu tambahan tujuh menit terasa seperti ujian terakhir.

Saat sebagian orang mulai menerima hasil imbang, PERSIB justru menulis akhir yang berbeda.

Menit 90+7.

Sepak pojok Thom Haye meluncur ke kotak penalti.

Julio Cesar naik paling tinggi.

Sundulannya menghujam gawang PSM.

Gol.

Tidak ada strategi rumit. Tidak ada drama yang dibuat-buat. Hanya keyakinan yang bekerja sampai detik terakhir.

PERSIB 2, PSM 1.

Dan Parepare menjadi saksi bagaimana ambisi juara menemukan jalannya.

Kini Takdir Ada di Bandung

Kemenangan ini membuat PERSIB tak lagi bergantung pada hasil tim lain.

Mereka hanya perlu menuntaskan satu pekerjaan terakhir saat menjamu Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Trofi sudah di depan mata.

Tinggal satu pertandingan untuk memastikan bahwa musim yang panjang ini benar-benar berakhir dengan bahagia.

Karena Juara Selalu Menemukan Jalan

Ada tim yang bermain bagus.

Ada tim yang bermain efektif.

Dan ada tim yang tetap menang ketika segalanya terasa sulit.

PERSIB menunjukkan ciri yang terakhir.

Mereka terluka, ditekan, disamakan, tetapi tidak menyerah.

Dan ketika waktu nyaris habis, mereka kembali membuktikan bahwa mental juara tak pernah datang terlalu cepat—tetapi juga tak pernah terlambat.

Bandung kini menunggu.

Dan jika satu laga terakhir berjalan sesuai rencana, biru akan kembali mewarnai puncak sepak bola Indonesia.

Tim investigasi Nasional

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x