MEDIA ANALISASIBERNEWS.COM
Media AnalisasiberNews.com terus memperkuat jaringan perwakilan redaksi di berbagai wilayah Indonesia untuk mendukung penyampaian informasi yang cepat, akurat, berimbang, dan profesional kepada masyarakat.

Musyawarah di Danau Si Meimei, Warga Memohon Ruang Berjualan, Pemerintah Akan Kajian Ulang dan Koordinasi ke Pusat
Si biru biru,, 26 Oktober 2026 AnalisaSiberNews.com — Ratusan warga dan pedagang lokal dari Desa Kuala Dekah dan Kuala Sabah, Kecamatan Sibiru-biru, kabupaten Deliserdang, menyampaikan aspirasi sekaligus permohonan secara damai dalam musyawarah yang digelar di kawasan wisata Danau Si Meimei, Senin (26/10/2026). Warga memohon kesempatan untuk tetap dapat berdagang di sekitar kawasan danau yang terbentuk akibat pengembangan Bendungan Lau Simei Mei, sebagai salah satu sumber penghidupan baru setelah lahan pertanian mereka tergenang air.

Musyawarah diprakarsai oleh Ketua Karang Taruna Kecamatan Sibiru-biru, Rahmat Tarigan, dan dihadiri oleh Camat Sibiru-biru, Astri Lidwina Manulang, S.STP., MM., Kepala Desa Kuala Dekah, Komando Ginting, serta perangkat desa dan perwakilan warga terdampak.
Sebelumnya, pada tanggal 16 Oktober 2026, pihak kecamatan telah menyampaikan Surat Perintah Peringatan (SP2) kepada para pedagang untuk membongkar lapak yang berdiri di sepanjang area sempadan Danau Si Meimei. Hal ini sejalan dengan ketentuan dari Kementerian PUPR yang melarang pendirian bangunan di kawasan sempadan bendungan demi alasan keamanan dan ketertiban fungsi bendungan.
Namun bagi warga terdampak, keberadaan lahan usaha di pinggiran danau menjadi harapan baru, mengingat sebagian besar ladang pertanian mereka telah terendam air sejak beroperasinya bendungan tersebut.
Pernyataan Rahmat Tarigan, Ketua Karang Taruna Kecamatan Sibiru-biru
“Kami mewakili masyarakat Desa Kuala Dekah dan sekitarnya yang terdampak penggusuran akibat proyek strategis nasional Bendungan Si Meimei, memohon kepada Bapak Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, agar kiranya berkenan memberikan peluang bagi warga lokal untuk melakukan aktivitas berjualan di sepanjang area wisata Danau Si Meimei ini.
Kami memahami aturan yang berlaku. Namun bagi kami, aktivitas ini bukan sekadar mencari keuntungan, melainkan satu-satunya jalan yang kami miliki saat ini untuk mengais rezeki dan memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Kami sangat menghargai langkah pihak kecamatan yang telah menjembatani aspirasi kami, dan berharap permohonan ini dapat didengar dan diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Deli Serdang.”
Sata selaku ketua karang Taruna kecamatan Sibiru biru, meminta kepada pemerintah kabupaten Deliserdang, agar mencari solusi cerdas bagi para pedagang yang saat ini berjualan di area dsnau Simeimei. Alangkah bijak nya, jika pemerintah melalui BUMD, menata klola area ini, namun pelaku UMKM, nya tetap di perdayakan masarakat lokal yang terdampak.,tegas Rahmat, di depan ratusan peserta musawarah.
Pernyataan Camat Sibiru-biru, Astri Lidwina Manulang, S.STP., MM.
“Secara pribadi, saya sangat mencintai dan peduli kepada masyarakat di Kecamatan Sibiru-biru. Saya senang melihat warga kita memiliki inisiatif untuk membuka usaha dan membantu perekonomian keluarga. Namun kita juga harus mematuhi peraturan yang berlaku, di mana pendirian bangunan di kawasan sempadan bendungan dilarang sesuai ketentuan Kementerian PUPR.
Tetapi, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang tidak menutup mata. Melalui BUMD terkait, aktivitas pemanfaatan area di sekitar bendungan sedang dikaji lebih mendalam. Pemerintah Kabupaten akan mengajukan permohonan dan berkoordinasi dengan Menteri PUPR di pusat, untuk menentukan titik-titik lokasi mana saja yang dapat diperbolehkan untuk aktivitas warga berjualan, tanpa mengganggu fungsi dan keamanan bendungan. Pihak kecamatan turut memfasilitasi aspirasi masyarakat dan akan menyampaikan hasilnya secepat mungkin.”
Suara Warga: Ibu Sitepu, Pengelola Warung Wawa Bendungan
“Kami memohon dengan kerendahan hati kepada Bapak Bupati. Izinkanlah kami berjualan di sini sebentar saja. Ladang kami sudah terendam air, tidak ada lagi yang bisa kami tanam. Kami tidak meminta kekayaan, kami hanya ingin menyambung hidup keluarga kami dari hasil jualan di tempat ini.”
Catatan Akhir
Musyawarah berlangsung dengan tertib dan penuh kekeluargaan. Pemerintah Kabupaten Deli Serdang diharapkan segera menindaklanjuti hasil kajian dan koordinasi dengan pihak pusat, sehingga solusi yang adil dapat ditemukan: tetap menjaga ketertiban dan keamanan bendungan, sekaligus membuka ruang bagi warga terdampak untuk berusaha dan memenuhi kebutuhan hidupnya.
#deliserdang #bendungansimeimei #sibirubiru #aspirasimasyarakat #ekonomiwarga #bantuanterdampakpembangunan
Penulis: Paulus Limbong — Deliserdang AnalisaSiber News.com

Tidak ada komentar