MEDIA ANALISASIBERNEWS.COM
Media AnalisasiberNews.com terus memperkuat jaringan perwakilan redaksi di berbagai wilayah Indonesia untuk mendukung penyampaian informasi yang cepat, akurat, berimbang, dan profesional kepada masyarakat.

analisasibernews.com, BITUNG — Sebagai wujud sinergitas dan dukungan institusi TNI terhadap terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas, Komando Distrik Militer (Kodim) 1310/Bitung yang dipimpin oleh Komandan Kodim, Letnan Kolonel Infanteri Dewa Made DJ, bersama seluruh jajarannya, secara resmi mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Klabat 2026. Kegiatan berlangsung serentak di wilayah hukum Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara, pada Senin, ( 26/10/2026 ).
Apel di wilayah Kota Bitung dilaksanakan di Lapangan Upacara Polres Bitung, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Girian Weru Dua, Kecamatan Girian, dimulai pukul 08.00 WITA. Dipimpin oleh Kapolres Bitung, AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta yang melibatkan unsur Polres Bitung, Subdenpom Bitung, Kodim 1310/Bitung, Satuan Tugas Angkatan Laut Kodaeral VIII Bitung, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, serta Senkom.
Sementara itu, di Kabupaten Minahasa Utara, apel gelar pasukan juga dilangsungkan di Lapangan Apel Mapolres Minut, Jalan By Pass Manado–Bitung, Desa Tumaluntung, Kecamatan Kauditan. Dipimpin oleh Kapolres Minut, AKBP Antonius Faebuadodo Gea, S.H., S.I.K., M.H., M.I.K., apel ini dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai unsur terkait.
Amanat dan Penekanan Pelaksanaan Operasi
Dalam amanat yang disampaikan Kapolres Bitung, ditegaskan bahwa pelaksanaan operasi harus berjalan secara profesional, humanis, dan penuh tanggung jawab. Setiap tahapan direncanakan dengan matang, diawasi secara berkelanjutan, serta dievaluasi guna menjamin kesesuaian dengan prosedur yang berlaku.
Seluruh personel diingatkan untuk senantiasa mengutamakan keselamatan saat bertugas, meningkatkan kewaspadaan, serta menerapkan sistem saling menjaga atau body system antar-personel. Kegiatan positif selama operasi juga dipublikasikan sebagai wujud keterbukaan informasi sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.
Operasi Patuh Klabat 2026 menyoroti delapan jenis pelanggaran prioritas yang berpotensi membahayakan keselamatan berlalu lintas, yaitu:
1. Tidak menggunakan helm berstandar SNI;
2. Melawan arus lalu lintas;
3. Kendaraan dengan muatan dan dimensi berlebih (ODOL);
4. Menggunakan telepon seluler saat berkendara;
5. Tidak mengenakan sabuk keselamatan;
6. Pengendara di bawah umur;
7. Penggunaan knalpot tidak standar atau bising; serta
8. Tidak memasang Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau menggunakan pelat tidak sesuai ketentuan.
“Operasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas, bukan sekadar menghindari sanksi, melainkan demi melindungi diri sendiri maupun sesama pengguna jalan,” ujar AKBP Arie Sulistyo Nugroho.
Sementara itu, amanat Kapolda Sulawesi Utara yang dibacakan dalam apel menyampaikan bahwa operasi ini mengusung tema: “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan”. Masyarakat diimbau untuk senantiasa melengkapi dokumen kendaraan, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap perjalanan.
Dukungan Penuh dari Pihak TNI
Komandan Kodim 1310/Bitung, Letkol Inf Dewa Made DJ, menyatakan kesiapan penuh unsur TNI dalam mendukung keberhasilan operasi ini.
“Kami siap bersinergi bersama Polri dan instansi terkait untuk meningkatkan disiplin serta kesadaran masyarakat terhadap aturan berlalu lintas. Melalui Operasi Patuh Klabat 2026, kami berharap masyarakat semakin memahami bahwa tertib lalu lintas adalah tanggung jawab bersama,” ungkap Dandim.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sinergitas TNI–Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat merupakan kunci utama terciptanya lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung operasi ini dengan menjadi pelopor keselamatan di jalan raya. Jadikan keselamatan sebagai kebutuhan dan budaya berkendara, sehingga kita dapat menekan angka kecelakaan dan menciptakan lingkungan berlalu lintas yang aman serta nyaman bagi semua,” tambahnya.
Kehadiran Para Pihak dan Jangka Waktu Pelaksanaan
Apel gelar pasukan di Bitung turut dihadiri oleh unsur Pemerintah Kota Bitung, Kejaksaan Negeri Bitung, Pengadilan Negeri Bitung, Dinas Perhubungan, Satpol PP, instansi TNI dan Angkatan Laut, serta pejabat utama jajaran Polres Bitung. Di wilayah Minahasa Utara, hadir pula unsur TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, serta pejabat utama Polres Minut.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana yang tertib, lancar, dan aman. Operasi Patuh Klabat 2026 akan dilaksanakan selama 14 hari kerja, terhitung mulai tanggal 26 Oktober hingga 8 November 2026. ( Wid )

Tidak ada komentar