MEDIA ANALISASIBERNEWS.COM
Media AnalisasiberNews.com terus memperkuat jaringan perwakilan redaksi di berbagai wilayah Indonesia untuk mendukung penyampaian informasi yang cepat, akurat, berimbang, dan profesional kepada masyarakat.

Lubuk Pakam || Analisasibernews.com – Pemerintah Kabupaten Deli Serdang terus berinovasi dalam menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Kali ini, melalui program pemberdayaan masyarakat, Pemkab Deli Serdang menyelenggarakan pelatihan pembuatan briket dari bahan baku biomassa Sabtu 24 Oktober 2026.
Pelatihan pengolahan tempurung kelapa, sabut kelapa (cocofibre), dan serabut kelapa halus (cocopeat). diresmikan langsung Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan. Didampingi kadisnaker , Setia budi pane,
Pelatihan tersebut bukan sekadar transfer keterampilan, melainkan langkah strategis untuk mengubah pola pikir masyarakat agar melihat limbah pertanian sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi. Bahan-bahan yang selama ini kerap dibuang begitu saja — seperti tempurung kelapa, sabut kelapa, sekam padi, hingga cangkang kelapa sawit — kini dapat diolah menjadi briket yang berfungsi sebagai sumber energi alternatif ramah lingkungan.
Dalam sambutannya, Bupati Deli Serdang menyampaikan. “Melalui pelatihan ini, saya berharap pemahaman masyarakat meningkat mengenai potensi biomassa sebagai sumber energi alternatif yang bernilai ekonomis. Bahan-bahan yang dulu dianggap sampah, kini bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus membuka peluang usaha baru. Ini tentang memberdayakan apa yang ada di sekitar kita.” Ucapnya
Pemda Dukung Exixtensi BUMDes
Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menegaskan tidak akan berhenti pada pelatihan saja. Dukungan pendanaan dan pendampingan teknis akan diberikan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berkomitmen mengembangkan usaha pengolahan biomassa ini.
“Ke depan, kita akan mendorong dan mendanai BUMDes yang memiliki komitmen untuk mengembangkan usaha ini. Dengan semangat dan kemauan untuk bekerja, kita optimistis dapat menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tegas Bupati.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Deli Serdang Rio Laka Dwwa,
“Program ini sangat strategis. Di satu sisi mengurangi tumpukan limbah organik di lingkungan kita, di sisi lain menghasilkan energi yang lebih bersih dan terjangkau. Dinas LH siap mendampingi terkait standar lingkungan agar produksi briket ini tetap ramah lingkungan dan sehat bagi masyarakat.”
Selama ini tempurung kelapa hanya dibuang. Sekarang kami tahu ini bisa jadi uang. Kami siap membentuk unit usaha di desa. Harapannya, setelah pelatihan ini ada dukungan alat dan pasar, supaya produksi bisa berjalan terus dan warga punya penghasilan tambahan yang nyata.”
Wakil ketua LSM GMAS Sumut, Paulus Limbong, turut memberi apresiasi kepada pemerintah kabupaten Deli Serdang atas inovasi yang trus di lakukan guna menambah investasi finansial bagi masarakat.
Ini solusi cerdas. Banyak rumah tangga masih menggunakan kayu bakar yang semakin mahal dan sulit dicari. Briket dari tempurung kelapa ini panasnya awet dan harganya terjangkau. Semoga produksinya berjalan cepat sampai ke tangan masyarakat kita.”
Program pengolahan biomassa menjadi briket energi ini diharapkan dapat menjadi model usaha desa yang berkelanjutan di seluruh Kabupaten Deli Serdang — menghadirkan solusi energi, peluang ekonomi, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Penulis : Paulus Limbong.
Editor L. Hasibuan.

Tidak ada komentar