MEDIA ANALISASIBERNEWS.COM
Media AnalisasiberNews.com terus memperkuat jaringan perwakilan redaksi di berbagai wilayah Indonesia untuk mendukung penyampaian informasi yang cepat, akurat, berimbang, dan profesional kepada masyarakat.

KALIMANTAN SELATAN, – AnalisaSiberNews.com – Rabu (21/10/2026) — Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terjadi di kawasan Jalan Trans Kalimantan, Desa Handil Bakti, Komplek Batola, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada Rabu, 21 Oktober 2026. Api tidak kunjung padam dan justru meluas hingga mendekati kawasan permukiman warga, serta dilaporkan memakan korban jiwa, yaitu seorang relawan yang sedang berjuang memadamkan api.
Kobaran api pertama kali terlihat membesar disertai kepulan asap pekat yang membubung tinggi ke langit. Luas lahan yang telah terbakar diketahui mencapai lebih dari lima hektar. Angin yang bertiup menyebabkan api dengan cepat merambat ke arah pemukiman penduduk, menciptakan kepanikan di tengah warga. Asap tebal menyelimuti lingkungan rumah-rumah warga, dan lidah api terlihat berada sangat dekat dengan bangunan tempat tinggal. Warga pun bergegas mengungsi menjauhi lokasi untuk menyelamatkan diri dari bahaya kobaran api dan terhirup asap beracun.
Kondisi terus memburuk. Bukti yang beredar menunjukkan api semakin mendekati rumah-rumah warga, dan yang paling menyedihkan — kebakaran justru belum padam dan terus meluas. Berita duka datang dari garis depan penanggulangan bencana, di mana satu orang relawan yang berjuang memadamkan api dilaporkan meninggal dunia akibat insiden tersebut. Informasi ini memicu keprihatinan mendalam sekaligus kemarahan di tengah masyarakat.
Berbagai pihak mengecam keras praktik pembakaran hutan dan lahan yang dilakukan secara sengaja.
“Di tengah kekayaan alam yang kita miliki, kita justru menyaksikan hutan-hutan kita hangus terbakar setiap tahun. Asap yang menutup langit bukanlah tanda kemajuan, melainkan tanda kegagalan kita menjaga amanah alam. Kami mengecam keras setiap orang yang dengan sengaja membakar hutan dan lahan. Ini bukan masalah biasa — ini adalah kejahatan terhadap lingkungan dan kejahatan terhadap rakyat. Kami menyerukan kepada pemerintah dan penegak hukum untuk bertindak tegas, menindak pelaku, dan menjadikan ini peringatan bagi semua pihak.”
Imbauan
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, menghindari area kebakaran, dan segera melapor apabila melihat titik api atau aktivitas pembakaran. Pemerintah diminta memperkuat pengawasan dan penindakan sejak dini, karena karhutla bukan sekadar bencana alam, melainkan bencana yang sebagian besar disebabkan oleh ulah manusia dan dapat dicegah jika semua pihak bertindak secara bertanggung jawab. Semoga almarhum diterima di sisi Tuhan dan keluarga diberi ketabahan.(**) Ajn

Tidak ada komentar