ANALISASIBERNEWS.COM I SINTANG – Kepolisian Resor (Polres) Sintang secara konsisten mengeskalasi kesiapsiagaan operasional dalam menanggulangi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui proyeksi pembangunan infrastruktur sumur bor penyuplai air yang tersebar secara masif di wilayah hukum Kabupaten Sintang.
Secara komprehensif, program pemetaan dan pembangunan sumber air ini ditargetkan mampu mengover 14 kecamatan. Berdasarkan data progres aktual, tahapan persiapan dan eksekusi telah berjalan simultan di sembilan kecamatan. Dari jumlah tersebut, tiga titik di antaranya—yakni Kecamatan Binjai Hulu, Kayan Hulu, dan Tempunak—telah berhasil mencapai sumber air (aquifer) dan kini dalam kondisi siap beroperasi penuh.
Sementara itu, enam kecamatan lainnya meliputi Sintang Kota, Sepauk, Serawai, Kelam Permai, Ketungau Hulu, dan Ketungau Tengah, saat ini masih berada dalam fase survei geohidrologi, persiapan teknis, maupun proses konstruksi fisik. Kehadiran sumur bor ini diproyeksikan menjadi pilar krusial dalam menyuplai kebutuhan air logistik pemadaman, khususnya pada zona-zona rawan yang memiliki kerentanan tinggi terhadap defisit air permukaan saat fase kemarau.
Kapolres Sintang, AKBP Budi Hartono Sutrisno, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa implementasi program ini merupakan derivasi serta tindak lanjut langsung dari instruksi tertulis Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H. Seluruh jajaran diinstruksikan untuk menciptakan inovasi pemenuhan sumber air demi menjamin efektivitas penanggulangan karhutla di lapangan.

“Pembangunan sumur bor ini merupakan manifestasi dan tindak lanjut dari direktif Kapolda Kalimantan Barat. Kami menginisiasi penyediaan kantong-kantong air strategis di sejumlah ekoregion untuk mengoptimalisasi fungsi suppression (pemadaman) saat terjadi insiden kebakaran, sehingga eskalasi api dapat ditekan sedini mungkin,” urai AKBP Budi Hartono Sutrisno.
Lebih lanjut, Kapolres Sintang memaparkan bahwa pemanfaatan infrastruktur ini didesain menggunakan pendekatan dual-use function. Selain didedikasikan sebagai instrumen kendali Karhutla, fasilitas ini dipastikan dapat diakses oleh instansi publik dan warga sekitar.
“Oleh karena itu, fungsi sumur bor ini kami perluas. Selain menyokong taktik pemadaman api, infrastruktur ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang bagi pemenuhan kebutuhan air bersih domestik masyarakat sekitar, khususnya saat menghadapi siklus kekeringan ekstrem,” imbuhnya.
Guna menjamin efektivitas dan ketepatan sasaran, Polres Sintang secara intensif melibatkan tim ahli untuk melakukan survei topografi serta pemetaan spasial. Evaluasi ketat diterapkan agar penentuan titik koordinat sumur bor memiliki nilai strategis taktis dari aspek jangkauan pemadaman sekaligus memberikan kemudahan aksesbilitas bagi kemaslahatan publik.
Upaya masif penyediaan sumber air ini melengkapi rantai manajemen komprehensif penanganan Karhutla yang selama ini dijalankan Polres Sintang. Pendekatan yang dilakukan mencakup aspek preventif, preemtif, hingga represif; mulai dari pengawasan intensif titik panas (hotspot monitoring), verifikasi lapangan (ground check), patroli terpadu, pemadaman dini, pembasahan lahan (cooling down), hingga edukasi regulasi kepada masyarakat terkait standardisasi pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB).
Melalui sinergi lintas sektoral yang solid bersama Pemerintah Daerah, TNI, sektor privat (korporasi), dan elemen masyarakat, Polres Sintang berkomitmen penuh memperkokoh ketahanan lingkungan serta mewujudkan tata kelola penanggulangan Karhutla yang integratif, responsif, dan berkelanjutan. ( Wid )

Tidak ada komentar