x
Hotline News

Urat Nadi Ekonomi Lumpuh! Jalan Penghubung 3 Wilayah di Sekadau Berubah Jadi Kubangan Lumpur Hidup

waktu baca 2 menit
Sabtu, 13 Jun 2026 19:20 10 Aziz Redaksi Jabar

ANALISASIBERNEWS.COM

SEKADAU – Akses vital yang menghubungkan tiga wilayah di Kabupaten Sekadau kini lumpuh total dan berubah menjadi kubangan lumpur hidup.

Kondisi Jalan Kabupaten di Desa Rawak Hilir, Kecamatan Sekadau Hulu saat ini sangat memprihatinkan. Aspal jalan telah terkikis habis, menyisakan lubang-lubang dalam dan gunungan lumpur pekat yang menyerupai bubur.

Berikut adalah laporan mendalam mengenai dampak kehancuran infrastruktur tersebut:
Urat Nadi Ekonomi yang Lumpuh.

Jalur Logistik Mati: Jalan ini merupakan rute utama penghubung wilayah hulu (Nanga Taman dan Nanga Mahap) menuju pusat pemerintahan di Kota Sekadau.

Komoditas Sawit Terhambat: Truk perusahaan dan petani mandiri kesulitan mengangkut Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dari tiga kecamatan.

Kerugian Finansial Membengkak: Waktu tempuh yang lama dan risiko kendaraan amblas memicu lonjakan biaya operasional logistik secara drastis.

Ancaman Keselamatan Warga :
Setiap hari, pengendara roda dua dan roda empat terpaksa bertaruh nyawa melewati jalur ini. Aktivitas harian warga, pedagang keliling, hingga anak-anak yang ingin pergi ke sekolah kini terhambat.

“Kalau hujan sedikit saja langsung jadi kolam. Motor sering terperosok, mobil sawit kejeblos. Biaya jadi bengkak,” ujar salah seorang warga Rawak Hilir dengan nada kecewa, Sabtu (13/6/2026)

Menagih Janji Pemerintah :
Kerusakan masif ini terjadi merata di sepanjang ruas jalan Rawak. Warga mengkhawatirkan adanya isolasi wilayah total jika distribusi hasil bumi dan akses pelayanan dasar medis terputus sepenuhnya.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sekadau dinilai lamban dan belum mengambil tindakan nyata. Warga mendesak pemerintah daerah segera melakukan survei lapangan dan melakukan perbaikan permanen, bukan sekadar janji manis.

Dokumentasi visual dengan Timemark pada Sabtu, 13 Juni 2026 pukul 09:30 WIB memperlihatkan dengan jelas potret nyata kegagalan infrastruktur ini, di mana genangan air dalam dan lumpur tebal mengisolasi aktivitas masyarakat.

Sumber : Tim INFOCYBERNUSANTARA ( Sani )

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x