ANALISASIBERNEWS.COM
MANGGUNGHARJA, CIPARAY — Di tengah banyaknya pejabat yang sibuk tampil rapi di kamera namun minim terasa manfaatnya di tengah masyarakat, Kepala Desa Manggungharja, Deden Toha, ST., M.P., justru memilih turun langsung memastikan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah berjalan penuh makna bagi warganya.

Momentum kurban di Desa Manggungharja tahun ini bukan sekadar agenda tahunan. Di bawah kepemimpinan Deden Toha, suasana kebersamaan terasa hidup. Mulai dari proses penyembelihan hewan kurban, pengemasan daging, hingga distribusi kepada warga berlangsung tertib, kompak, dan penuh gotong royong.
Yang paling mencolok, Kepala Desa Manggungharja tidak hanya hadir sebagai simbol seremonial. Ia aktif mengawal kegiatan dan membangun komunikasi dengan para pelaku usaha hingga bantuan hewan kurban bisa tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sikap itu menjadi ironi yang “nendang” di tengah realita banyak pemimpin yang muncul hanya saat kamera menyala. Di Manggungharja, warga justru melihat langsung sosok kepala desa yang bekerja nyata, bukan sekadar pandai menyusun kata-kata pencitraan.
“Pemimpin itu bukan soal siapa paling sering bicara, tapi siapa yang paling terasa manfaatnya untuk masyarakat,” ujar Deden Toha di sela kegiatan kurban.
Berkat sinergi yang dibangun Pemerintah Desa Manggungharja bersama pelaku usaha dan masyarakat, daging kurban berhasil dibagikan kepada warga kurang mampu, anak yatim, dan masyarakat sekitar desa.
Warga pun menyambut positif kepemimpinan yang dinilai dekat dengan rakyat tersebut. Semangat kebersamaan yang tercipta selama Idul Adha disebut menjadi bukti bahwa desa akan kuat ketika pemimpinnya hadir di tengah masyarakat, bukan hanya di balik meja.
Idul Adha 1447 H di Manggungharja akhirnya bukan cuma tentang penyembelihan hewan kurban. Tetapi juga menjadi panggung pembuktian bahwa kepemimpinan yang peduli masih ada — dan itu dirasakan langsung oleh rakyat kecil.
Kaperwil jabar
Saepulloh
Editor Redaksi
Tidak ada komentar