
BITUNG ,AnalisaSiberNews.com l– Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Dewa Made DJ resmi menerima penganugerahan gelar adat Tonsea Wanua Minahasa. Prosesi sakral ini berlangsung dalam acara Parade Nusantara Kota Bitung yang digelar di Lapangan Satrol Kodaeral VIII/Bitung, Jl. Samuel Languju, Aertembaga, Rabu (20/05/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Satrol Kodaeral VIII/Bitung ini bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Ke-118. Mengusung tema “Harmoni Kebudayaan Nusantara Bangkit Bersama, Menuju Indonesia Maju”, acara ini dihadiri oleh sekitar 500 peserta dari berbagai elemen masyarakat.
Prosesi Adat dan Rute Parade
Penganugerahan gelar adat diberikan kepada jajaran Forkopimda Kota Bitung. Selain Dandim 1310/Bitung, gelar kehormatan ini juga dianugerahkan kepada:
Walikota Bitung Hengky Honandar, S.E.
Wakil Walikota Bitung
Dansatrol Kodaeral VIII/Bitung
Kapolres Bitung
Para penerima gelar mengikuti seluruh tahapan adat, mulai dari penyambutan, pembacaan keputusan adat, hingga pemasangan atribut kehormatan.

Sebelum prosesi adat, Dansatrol Kodaeral VIII/Bitung Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D bersama unsur Forkopimda melepas barisan Parade Nusantara. Peserta parade yang mengenakan beragam pakaian adat berjalan menempuh rute dari Lapangan Satrol Kodaeral VIII, melewati Polsek KPS Bitung, Starbucks, depan Sarina, dan finish di Lapangan Kantor Walikota Bitung.
Komitmen Jaga Kedamaian Daerah
Dalam momen tersebut, Walikota Bitung Hengky Honandar membacakan Deklarasi Damai. Beliau mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menolak anarkisme, provokasi, dan berita hoax demi menjaga stabilitas Kota Bitung.
Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Dewa Made DJ menyampaikan rasa apresiasi dan menegaskan bahwa gelar adat ini merupakan sebuah tanggung jawab besar.
“Pengukuhan gelar adat bukan hanya sebuah penghormatan, tetapi juga bentuk pengakuan terhadap nilai kepemimpinan, pengabdian, dan kontribusi kepada masyarakat,” ujar Letkol Inf Dewa Made DJ.
Beliau juga menegaskan komitmen TNI untuk selalu mendukung pelestarian budaya local dan menjaga harmonisasi masyarakat yang majemuk di Kota Bitung. Acara ditutup dengan penandatanganan deklarasi damai serta sesi foto bersama dalam situasi yang aman dan tertib.
( Red )


Tidak ada komentar