

TANGERANG, analisasibernews.com/ – Warga Desa Rawa Burung dan masyarakat sekitar kawasan Bandara Soekarno-Hatta menggelar audiensi sekaligus silaturahmi bertajuk “Ngopi Bareng” di kediaman tokoh masyarakat Bang Yudi, bersama Jeje, Khodir, dan warga lainnya, pada Senin (05/05/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan untuk merumuskan langkah bersama agar pihak PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta diduga lebih membuka akses dan memprioritaskan rekrutmen tenaga kerja lokal, khususnya bagi masyarakat wilayah lingkar bandara seperti Kecamatan Kosambi dan Teluknaga.
Acara tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, H. Safri, S.Sos, yang memberikan arahan sekaligus menerima aspirasi masyarakat terkait keterbatasan akses pekerjaan di kawasan bandara.

Dalam forum tersebut, warga menyampaikan keresahan terkait minimnya peluang kerja yang dirasakan masyarakat lokal, meskipun aktivitas ekonomi di kawasan bandara dinilai cukup besar.
“Tujuan kegiatan ini selain silaturahmi juga untuk membangun komunikasi dan memperjuangkan peluang kerja bagi masyarakat sekitar, agar ekonomi warga dapat meningkat melalui pekerjaan yang layak dan bermartabat,” ujar Khodir, selaku penggagas kegiatan.
Khodir juga menyampaikan rencana pengajuan permohonan kebijakan resmi kepada manajemen PT Angkasa Pura II beserta anak perusahaannya. Usulan tersebut mencakup adanya kuota khusus atau afirmasi bagi putra daerah Rawa Burung, Kosambi, dan Teluknaga dalam setiap proses rekrutmen tenaga kerja.
“Kami tidak meminta perlakuan istimewa tanpa kompetensi. Kami hanya berharap ada fasilitas pelatihan, keterbukaan informasi lowongan, dan kesempatan yang lebih adil bagi masyarakat lokal,” ujarnya.
Dalam sesi diskusi, sejumlah warga juga menyampaikan dugaan adanya hambatan nonformal dalam proses memperoleh pekerjaan di kawasan bandara.

Menurut Khodir, di lingkungan Bandara Soekarno-Hatta terdapat ratusan perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari ground handling, kargo, retail hingga kontraktor.
“Peluangnya cukup banyak, namun masyarakat sekitar merasa masih kesulitan untuk mengakses kesempatan tersebut. Hal inilah yang ingin kami perjuangkan melalui jalur resmi dan dialog terbuka,” tambahnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, H. Safri, S.Sos menyatakan dukungannya dan berkomitmen mengawal aspirasi warga ke tingkat legislatif maupun eksekutif.
“Keberadaan bandara harus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar. Aspirasi ini akan kami tindak lanjuti dan fasilitasi audiensi resmi dengan pihak PT Angkasa Pura II serta Disnaker Kabupaten Tangerang,” ujar H. Safri.
Pertemuan ditutup dengan pembentukan tim kecil perwakilan warga yang akan menyusun draft permohonan resmi serta melakukan pendataan potensi tenaga kerja di Desa Rawa Burung dan wilayah sekitarnya.
Warga berharap adanya kebijakan konkret agar masyarakat lokal dapat memperoleh kesempatan kerja yang lebih terbuka dan berkeadilan di kawasan Bandara Soekarno-Hatta.
Jurnalis: Aji/3dn
Editor : Redaksi analisasibernews.com/
Catatan Redaksi:
Berita ini disusun berdasarkan hasil wawancara, pernyataan narasumber, dan dokumentasi lapangan. Seluruh informasi yang memuat dugaan atau aspirasi masyarakat masih memerlukan klarifikasi dari pihak terkait. Sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, redaksi membuka ruang hak jawab dan hak koreksi kepada pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini.

Tidak ada komentar