KABUPATEN BANDUNG, – AnalisaSiberNews.com – Rabu (14/10/2026) — Penanganan banjir di Kabupaten Bandung membutuhkan langkah nyata, terukur, serta kolaborasi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan. Hal ini menjadi penekanan utama saat KDS bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), meninjau langsung kawasan Sungai Cikahiyanggan di Margahayu Kopo, sekaligus membahas strategi penanganan banjir lintas wilayah agar solusi yang dihadirkan lebih optimal dan berkelanjutan.
Beberapa langkah strategis telah dipetakan dan menjadi fokus utama penanganan ke depan. Di antaranya adalah normalisasi dan pengerukan sungai secara menyeluruh dari hulu hingga ke hilir, serta pelebaran alur sungai minimal 5 meter guna memperlancar arus air. Selain itu, direncanakan pembangunan danau retensi di kawasan sekitar Sulaeman untuk menampung luapan air saat curah hujan tinggi.
Upaya penanganan juga diperkuat melalui dukungan penyediaan alat berat yang siap disebar di titik-titik rawan, serta pembentukan posko terpadu yang berfungsi sebagai pusat koordinasi dan penanganan cepat saat bencana terjadi. Langkah-langkah ini disusun untuk tidak sekadar bersifat darurat, tetapi mengurangi risiko banjir secara sistematis.
Perhatian khusus juga diberikan kepada masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir. Termasuk di dalamnya kajian mendalam mengenai kemungkinan kompensasi dan relokasi warga, dengan tetap mengedepankan pendekatan yang humanis dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
KDS berharap berbagai langkah yang telah disusun ini tidak sekadar menjadi solusi jangka pendek, tetapi mampu menjawab persoalan banjir secara bertahap, menyeluruh, dan berkelanjutan.
“Dengan sinergi serta komitmen bersama, insyaallah upaya mewujudkan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat dapat berjalan optimal. Kabupaten Bandung Lebih BEDAS — tanggap, tuntas, dan berkolaborasi!”(**) Ajn



