DELI SERDANG, ANALASISIBERNEWS.COM — Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, meninjau langsung kondisi Jalan Garuda Raya di kawasan Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan, Selasa (13/10/2026). Peninjauan tersebut dilakukan menyusul keluhan masyarakat terkait persoalan banjir dan genangan air yang kerap terjadi di ruas jalan tersebut.

Dalam kunjungan itu, Bupati didampingi sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK), Suparno; Kepala Seksi CKTR, Rahmatsyah, S.T.; Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan), Janso Sipahutar, S.T.; Kabag Tata Pemerintahan (Tapem); Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian; serta Camat Percut Sei Tuan, Saituan.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur dan persoalan genangan air yang selama ini dikeluhkan warga.
Identifikasi Penyebab Banjir dan Kerusakan Jalan
Jalan Garuda Raya merupakan salah satu akses yang digunakan masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Ketika hujan turun dan air menggenangi badan jalan, mobilitas warga berpotensi terganggu. Kondisi tersebut juga menjadi perhatian karena terdapat persoalan kerusakan permukaan jalan yang perlu ditangani secara tepat.
Melalui peninjauan lapangan, Bupati bersama jajaran terkait melihat kondisi lokasi sekaligus mengidentifikasi sejumlah aspek yang perlu menjadi perhatian dalam penanganan banjir.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kondisi saluran drainase. Saluran air yang tidak berfungsi secara optimal dapat menyebabkan air hujan sulit mengalir dan berpotensi menimbulkan genangan. Meski demikian, penyebab teknis genangan di lokasi tersebut tetap perlu dipastikan melalui pemeriksaan lapangan oleh instansi yang berwenang.
Penanganan yang tepat diharapkan tidak hanya berfokus pada genangan yang terlihat saat ini, tetapi juga mempertimbangkan kondisi drainase, aliran pembuangan air, serta perbaikan infrastruktur jalan.
Bupati: Penanganan Drainase Perlu Segera Dikoordinasikan
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Deli Serdang menyampaikan bahwa pemerintah memahami keluhan masyarakat mengenai genangan air yang mengganggu aktivitas warga.
“Saya mengerti keluhan masyarakat di sini. Jalan Garuda Raya ini adalah jalur penting yang setiap hari dilalui banyak warga, dan kita semua tahu betapa terganggunya aktivitas warga ketika hujan turun. Kita akan segera koordinasikan penanganan saluran drainase agar aliran air tidak lagi terhambat dan menyebabkan genangan,” ujar Bupati.
Pernyataan tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi lintas perangkat daerah untuk menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
Persoalan banjir perkotaan umumnya membutuhkan penanganan yang menyeluruh. Selain memastikan saluran drainase berfungsi baik, pemerintah perlu memperhatikan kemungkinan penyumbatan, kapasitas saluran, dan kelancaran aliran air menuju saluran pembuangan.
Dengan identifikasi yang tepat, langkah penanganan diharapkan dapat dilakukan secara terarah dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar.
Bupati Ajak Warga Menjaga Kebersihan Saluran Air
Selain menyoroti peran pemerintah dalam penanganan infrastruktur, Bupati juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan, terutama saluran air dan parit di sekitar permukiman.
“Namun, upaya pemerintah saja tidak cukup. Saya mengajak seluruh warga Perumnas Mandala, mari kita jaga kebersihan saluran air bersama-sama. Jangan membuang sampah ke parit dan jangan berjualan yang menghalangi saluran air kita. Kerja sama kita semua adalah kunci agar banjir ini bisa kita kurangi bersama,” imbau Bupati.
Ajakan tersebut menekankan bahwa penanganan banjir membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah bertanggung jawab dalam penyediaan infrastruktur dan pengelolaan lingkungan sesuai kewenangannya, sedangkan masyarakat dapat berkontribusi dengan menjaga kebersihan serta tidak menghambat aliran air.
Saluran drainase yang terpelihara dapat membantu memperlancar aliran air hujan. Karena itu, kegiatan pembersihan saluran secara berkala, pengelolaan sampah yang benar, dan kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dari upaya mengurangi risiko genangan.
Masyarakat juga diharapkan dapat menyampaikan laporan apabila menemukan saluran tersumbat, kerusakan jalan, atau kondisi lain yang berpotensi memperburuk genangan.
Tinjau TPS3R Perumnas Mandala
Usai meninjau lokasi genangan banjir, Bupati Deli Serdang bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di kawasan Perumnas Mandala.
Di lokasi tersebut, Bupati meninjau kondisi peralatan pengolahan sampah dan pelaksanaan kegiatan operasional. Ia juga menyerap aspirasi para pekerja sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah.
Kunjungan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan kebersihan lingkungan perlu ditangani secara terpadu. Pengelolaan sampah yang baik dapat membantu mengurangi risiko sampah masuk ke parit dan saluran drainase, meskipun penanganan banjir tetap harus didasarkan pada pemeriksaan teknis terhadap sistem drainase dan kondisi lingkungan setempat.
TPS3R memiliki peran penting dalam mengurangi jumlah sampah yang dibuang langsung ke tempat pemrosesan akhir melalui kegiatan pemilahan, penggunaan kembali, dan daur ulang.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga memaparkan sejumlah gagasan untuk mengoptimalkan pengelolaan TPS3R Perumnas Mandala agar dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Optimalisasi Peralatan dan Kapasitas Pengolahan
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah memastikan mesin dan peralatan pengolahan sampah dapat berfungsi secara maksimal.
Pemeriksaan berkala diperlukan untuk mengetahui kondisi peralatan. Apabila ditemukan kerusakan, perbaikan perlu dilakukan sesuai kebutuhan agar kegiatan pemilahan dan pengolahan sampah tidak terganggu.
Penambahan peralatan pendukung juga dapat dipertimbangkan berdasarkan kapasitas sampah yang masuk, kebutuhan operasional, serta kemampuan pengelola.
Dengan fasilitas yang berfungsi baik, TPS3R diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja dan mengurangi jumlah sampah yang harus dikirim ke tempat pemrosesan akhir.
Perkuat Peran Kelompok Swadaya Masyarakat
Penguatan peran Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) menjadi salah satu aspek penting dalam pengelolaan TPS3R berbasis masyarakat.
Keterlibatan warga dalam proses pemilahan dan pengolahan sampah dapat membantu membangun rasa tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan. Pendampingan teknis dan pembinaan juga diperlukan agar pengelola mampu menjalankan kegiatan secara teratur dan berkelanjutan.
Partisipasi masyarakat, termasuk kelompok perempuan dan warga di sekitar kawasan, dapat dikembangkan sesuai kebutuhan serta kemampuan pengelolaan setempat.
Dengan pengorganisasian yang baik, TPS3R tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pengolahan sampah, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat.
Integrasi dengan Bank Sampah
Gagasan lainnya adalah mengintegrasikan kegiatan TPS3R dengan bank sampah untuk meningkatkan pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi.
Sampah anorganik yang dapat didaur ulang, seperti kertas, plastik tertentu, dan bahan lain yang memenuhi persyaratan, dapat dipilah untuk kemudian disalurkan kepada pihak yang mampu mengolah atau memanfaatkannya kembali.
Skema tersebut berpotensi memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir.
Namun, pelaksanaannya perlu didukung oleh sistem pencatatan, pemilahan yang benar, kepastian mitra penyerapan, serta tata kelola yang transparan agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Edukasi Pemilahan Sampah Sejak dari Rumah
Pengelolaan sampah yang efektif perlu dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga dan lingkungan tempat tinggal.
Masyarakat dapat dibiasakan memisahkan sampah organik dan anorganik sesuai sistem pengelolaan yang diterapkan. Sampah organik yang memenuhi persyaratan dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik tertentu dapat dikumpulkan untuk digunakan kembali atau didaur ulang.
Edukasi secara berkelanjutan diperlukan agar kebiasaan memilah sampah tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.
Semakin baik pemilahan yang dilakukan sejak dari rumah, semakin mudah pula proses pengolahan di TPS3R. Langkah tersebut juga dapat membantu mengurangi sampah yang tercecer di lingkungan dan masuk ke saluran air.
Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat
Optimalisasi TPS3R membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola, masyarakat, dan mitra yang mendukung pemanfaatan hasil daur ulang.
Pemerintah daerah dapat memberikan dukungan fasilitas, pembinaan, serta pendampingan teknis sesuai kewenangannya. Pengelola bertanggung jawab menjalankan operasional, sedangkan masyarakat berperan dalam pemilahan dan menjaga kebersihan lingkungan.
Dukungan mitra daur ulang juga diperlukan agar material yang telah dipilah dapat disalurkan dan dimanfaatkan secara tepat.
Melalui kerja sama tersebut, TPS3R diharapkan berkembang menjadi fasilitas pengurangan sampah yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan.
Penanganan Banjir dan Pengelolaan Sampah Perlu Berjalan Bersamaan
Peninjauan Jalan Garuda Raya dan TPS3R Perumnas Mandala menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap persoalan infrastruktur dan kebersihan lingkungan di Deli Serdang.
Keluhan warga mengenai genangan air membutuhkan tindak lanjut berupa pemeriksaan teknis, koordinasi antarinstansi, dan penentuan langkah perbaikan berdasarkan kondisi aktual. Sementara itu, optimalisasi TPS3R dapat mendukung upaya menjaga lingkungan tetap bersih melalui pengurangan sampah dan peningkatan partisipasi masyarakat.
Warga tentu berharap peninjauan tersebut diikuti dengan langkah nyata dan berkelanjutan, terutama dalam penanganan drainase, perbaikan jalan yang diperlukan, serta peningkatan pengelolaan sampah.
Dengan sinergi pemerintah dan masyarakat, persoalan genangan air dan kebersihan lingkungan di kawasan Perumnas Mandala diharapkan dapat ditangani secara lebih efektif.
Penulis: Paulus Limbong
Jabatan: Wakil Kepala Perwakilan (Wakaperwil) Sumatera Utara
Media: AnalisasiberNews.com
Slogan: Cepat • Akurat • Berimbang



