MEDIA ANALISASIBERNEWS.COM
Media AnalisasiberNews.com terus memperkuat jaringan perwakilan redaksi di berbagai wilayah Indonesia untuk mendukung penyampaian informasi yang cepat, akurat, berimbang, dan profesional kepada masyarakat.

DELI SERDANG, AnalisaSiberNews.com – Kesigapan dan semangat gotong royong kembali ditunjukkan jajaran Kecamatan STM Hilir bersama Pemerintah Desa Penungakiren dan masyarakat dalam menangani bencana tanah longsor yang menutup akses Jalan Penungakiren Rambei, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (29/10/2026).
Material tanah dan bebatuan yang longsor dari kawasan perbukitan menutupi sebagian badan jalan sehingga menghambat mobilitas serta aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan cepat agar akses transportasi warga dapat kembali normal.
Menindaklanjuti laporan kejadian, Camat STM Hilir, Antonius Tarigan, S.Sos., M.AP., segera berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Penungakiren, petugas kebersihan, serta para relawan desa untuk melakukan penanganan di lokasi.
Berkat kerja sama dan kesigapan seluruh pihak, material longsoran berhasil dibersihkan secara manual. Dalam waktu sekitar satu jam, akses jalan yang sebelumnya tertutup akhirnya dapat dibuka kembali tanpa bantuan alat berat.
Saat dikonfirmasi AnalisaSiberNews.com, Camat STM Hilir, Antonius Tarigan, membenarkan peristiwa longsor tersebut. Ia menjelaskan bahwa kawasan Jalan Penungakiren Rambei merupakan wilayah perbukitan yang memiliki potensi kerawanan longsor, terutama ketika terjadi hujan deras.
“Kami menerima laporan segera, lalu mengoordinasikan petugas kebersihan, Pemerintah Desa Penungakiren, serta relawan desa untuk turun ke lokasi. Dengan kerja keras secara manual, ruas jalan yang tertutup longsoran berhasil dibuka kembali dalam sekitar satu jam tanpa alat berat. Ini adalah bukti nyata gotong royong kecamatan, desa, dan masyarakat,” ungkap Antonius Tarigan.
Ia menegaskan, respons cepat tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menjaga kelancaran akses transportasi dan keselamatan warga.
Di tengah keberhasilan pembukaan akses jalan, Camat STM Hilir juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Pasalnya, kondisi wilayah perbukitan tetap memiliki potensi pergerakan tanah, terlebih ketika intensitas hujan meningkat.
“Saya mengimbau seluruh warga di wilayah perbukitan Penungakiren Rambei dan sekitarnya untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras. Jangan melintas langsung di atas jalur longsor, jangan mendekati tebing yang terlihat retak atau mengalami pergerakan, dan segera laporkan kepada Kantor Kecamatan, Pemerintah Desa, atau relawan desa apabila melihat tanda-tanda longsor,” tegasnya.
Antonius juga menyampaikan bahwa pihak kecamatan akan terus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait, termasuk BPBD, guna memantau kondisi kawasan yang berpotensi mengalami longsor.
Ia turut mengingatkan masyarakat agar menghindari aktivitas penggalian atau kegiatan lain yang berpotensi memperburuk kestabilan tebing.
“Mari kita saling menjaga dan meningkatkan kewaspadaan agar keselamatan keluarga serta masyarakat tetap terjamin,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Penungakiren, Mardan Tarigan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Camat STM Hilir beserta jajaran, petugas kebersihan, serta seluruh relawan desa yang telah bergerak cepat membantu penanganan longsor.
Menurutnya, Jalan Penungakiren Rambei merupakan salah satu akses penting bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Karena itu, pembukaan kembali jalan tersebut menjadi hal yang sangat berarti bagi warga.
“Kami sangat berterima kasih kepada Camat STM Hilir, jajaran kecamatan, petugas kebersihan, dan seluruh relawan desa yang segera turun ke lokasi. Kecepatan tanggap ini sangat berarti bagi warga kami karena Jalan Penungakiren Rambei merupakan jalur penting untuk beraktivitas sehari-hari,” ujar Mardan Tarigan.
Ia menambahkan, Pemerintah Desa Penungakiren akan terus menjalin koordinasi dengan pihak kecamatan dan BPBD untuk memantau kawasan rawan longsor sekaligus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan.
Keberhasilan membuka kembali akses Jalan Penungakiren Rambei dalam waktu sekitar satu jam menjadi gambaran pentingnya koordinasi dan kepedulian bersama dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan masyarakat.
Namun demikian, terbukanya akses jalan bukan berarti potensi bahaya telah sepenuhnya berakhir. Kondisi tebing dan area sekitar lokasi longsor masih perlu mendapatkan perhatian serta pemantauan secara berkelanjutan.
Masyarakat diimbau tidak memaksakan diri melintas apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah, retakan pada tebing, maupun material longsoran baru.
Pemerintah kecamatan dan desa diharapkan terus memperkuat langkah antisipasi serta koordinasi dengan instansi kebencanaan agar risiko bencana dapat diminimalkan.
Respons cepat, koordinasi yang baik, dan semangat gotong royong menjadi kekuatan penting dalam melindungi keselamatan masyarakat.
AnalisaSiberNews.com – Cepat, Akurat, dan Berimbang.
Penulis/Pewarta: Paulus Limbong
Editor: Redaksi AnalisaSiberNews.com

Tidak ada komentar