
ANALISASIBERNEWS.COM

PANDEGLANG, BANTEN – Forum Jurnalis dan Aktivis Banten (FORJA Banten) akan menggelar diskusi publik bertema “Mendorong Implementasi Program Makan Bergizi Gratis yang Tepat Sasaran, Transparan, dan Berkelanjutan” pada Senin, 1 Juni 2026, di Sekretariat FORJA Banten, Jalan Raya Labuan–Pandeglang, Perumahan Bulog, Desa Montor, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang.

Kegiatan ini digelar sebagai bentuk dukungan sekaligus pengawalan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan generasi muda Indonesia.
Di tengah tingginya harapan masyarakat terhadap keberhasilan program tersebut, FORJA Banten menilai pelaksanaan MBG harus berjalan secara tepat sasaran, transparan, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat penerima.

Ketua FORJA Banten, Niki Mulyana, mengatakan diskusi publik ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat, media, dan pemuda untuk memberikan masukan konstruktif bagi penyempurnaan pelaksanaan program.
“Program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah besar dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, pelaksanaannya harus benar-benar tepat sasaran, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” ujar Niki Mulyana.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam melakukan pengawasan dan memberikan masukan.
Dalam kegiatan tersebut, FORJA Banten akan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari unsur Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang yang tergabung dalam Satgas Makan Bergizi Gratis, akademisi dan pakar gizi, aktivis sosial, hingga perwakilan organisasi kepemudaan.
Penasehat FORJA Banten, Cecep, menilai transparansi menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Menurutnya, program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat harus mendapatkan pengawasan bersama agar seluruh anggaran yang telah dialokasikan benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
“Transparansi adalah kunci. Program yang menyangkut kebutuhan masyarakat harus terbuka dan dapat diawasi bersama agar tidak terjadi penyimpangan serta manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Cecep.
Sementara itu, Pembina FORJA Banten, Risman, mengapresiasi inisiatif penyelenggaraan diskusi publik tersebut. Ia menilai Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa yang harus dikawal secara serius.
“Program ini bukan sekadar pemberian makanan, tetapi investasi untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan anak-anak Indonesia. Karena itu, semua pihak perlu terlibat dalam mengawal keberhasilannya,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Tim Investigasi FORJA Banten, Dedi Supandi. Ia menegaskan bahwa media dan aktivis memiliki peran strategis dalam menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap setiap program yang menggunakan anggaran negara.
“Kami hadir bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan bahwa setiap program pemerintah benar-benar berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat. Pengawasan yang objektif dan profesional merupakan bagian dari tanggung jawab sosial kami,” tegas Dedi Supandi.
FORJA Banten berharap diskusi publik tersebut dapat menghasilkan berbagai rekomendasi yang dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus penguatan bagi para pemangku kebijakan dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis di lapangan.
Dengan keterlibatan aktif pemerintah, masyarakat, akademisi, media, dan organisasi kepemudaan, FORJA Banten optimistis Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih efektif, akuntabel, dan berkelanjutan demi mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Penulis : Dedi Supandi
Sumber : FORJA Banten


Tidak ada komentar