
Drainase Rusak, Saluran Ditutup Coran Pabrik, Kemacetan Mengular Setiap Hujan Deras

ANALISASIBERNEWS.COM
KABUPATEN BANDUNG — Jalan Raya Mohammad Toha, Dayeuhkolot, kembali lumpuh akibat banjir yang menggenangi badan jalan usai hujan deras. Air yang meluap hingga menutup sebagian ruas jalan memicu kemacetan panjang dan membuat aktivitas warga terganggu.
Kondisi ini bukan kejadian baru. Warga menyebut banjir di jalur utama tersebut sudah berlangsung berulang kali, namun hingga kini belum terlihat penanganan yang benar-benar serius.

“Setiap hujan deras pasti banjir. Motor mogok, macet total, lubang jalan tidak kelihatan. Kami sudah capek dengan kondisi seperti ini,” kata Iwan, pengendara motor yang melintas, Senin (25/5/2026).
Pantauan di lokasi menunjukkan genangan air memenuhi sisi jalan dan memperlambat arus kendaraan dari dua arah. Sejumlah pengendara terpaksa menepi karena kendaraan mogok setelah menerjang banjir.
Ketua Pentahelix Kabupaten Bandung wilayah Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, mengungkapkan buruknya sistem drainase menjadi salah satu penyebab utama banjir yang terus berulang di kawasan tersebut.
Menurutnya, banyak saluran air di sepanjang Jalan M. Toha mengalami kerusakan. Tidak hanya itu, sejumlah bangunan pabrik dan ruko disebut menutup saluran drainase secara permanen menggunakan cor beton.
“Air akhirnya tidak mengalir normal dan meluap ke jalan. Banyak juga jembatan akses pabrik yang dibangun tanpa bak kontrol sehingga sampah menumpuk dan saluran menyempit,” ujar Tri saat ditemui, Kamis (28/5/2026).
Tri mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah dinas terkait dan melayangkan surat resmi kepada Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat. Namun hingga kini, belum ada langkah konkret yang dirasakan masyarakat.
“Kami sudah bersurat resmi, tapi responsnya belum maksimal. Padahal masyarakat setiap hari terdampak,” katanya.
Ia meminta pemerintah segera melakukan normalisasi drainase serta menindak bangunan yang menutup aliran air.
“Kalau memang melanggar, bongkar saja. Jangan sampai kepentingan masyarakat dikorbankan terus,” tegasnya.
Tri menambahkan, pihaknya bersama unsur Pentahelix akan terus melakukan upaya pembersihan dan normalisasi saluran di sejumlah titik rawan banjir meski dengan keterbatasan yang ada.
Di sisi lain, warga berharap pemerintah daerah maupun provinsi tidak lagi hanya sebatas melakukan rapat koordinasi tanpa tindakan nyata di lapangan. Sebab bagi masyarakat, banjir di Jalan M. Toha kini bukan lagi persoalan musiman, melainkan simbol lambannya penanganan infrastruktur dasar.
Kontributor l Endang S
Editor redaksi AnalisaSiberNews


Tidak ada komentar