x
Hotline News

Ribuan Bobotoh Padati Dome Balerame, KDS Apresiasi Persib Hattrick Juara

waktu baca 3 menit
Minggu, 24 Mei 2026 15:47 40 Aziz Redaksi Jabar

ANALISASIBERNEWS.COM
Kabupaten Bandung(kabar)— Lautan biru tak hanya memenuhi Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), tetapi juga tumpah ruah di Dome Balerame Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu sore (23/5/2026). Ribuan bobotoh memadati arena nobar laga pamungkas Indonesia Super League 2025/2026 antara Persib Bandung melawan Persija Jepara.

Mereka datang bukan sekadar menonton sepak bola. Mereka hadir membawa doa, loyalitas, dan keyakinan bahwa Maung Bandung kembali menulis sejarah. Dan benar saja, skor kacamata 0-0 justru menjadi angka paling berharga musim ini. Sebab dari angka nol itu, Persib mengangkat mahkota juara untuk ketiga kalinya secara beruntun — hattrick juara sekaligus menyematkan bintang lima di dada kebanggaan urang Sunda.

Di tengah gegap gempita bobotoh, Bupati Bandung Dadang Supriatna atau yang akrab disapa KDS hadir langsung bersama Wakil Bupati Ali Syakieb, Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono, Dandim 0624/Kabupaten Bandung Letkol Kav Samto Betah, Ketua DPRD Kabupaten Bandung Reni Rahayu Fauzi, serta jajaran OPD.

Sorak sorai membahana ketika peluit panjang dibunyikan. Bukan sekadar selebrasi kemenangan, tetapi ledakan emosi dari penantian panjang, kesetiaan tanpa syarat, dan cinta yang tak pernah pindah tribun.

“Selamat untuk Persib Bandung yang berhasil meraih hattrick juara dan bintang lima. Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Jawa Barat, khususnya warga Kabupaten Bandung,” ujar KDS.

Namun bagi bobotoh, Persib bukan hanya klub sepak bola. Ia telah menjelma menjadi bahasa pemersatu. Ketika politik kerap membelah, ekonomi menekan, dan kehidupan memaksa orang saling menjauh, Persib justru menyatukan ribuan kepala dalam satu teriakan: Hidup Persib!

KDS menyebut keberhasilan Persib lahir dari kerja keras tim, manajemen, dan militansi bobotoh yang terus menjaga nyala semangat di tribun maupun di jalanan. Ia pun memberi apresiasi khusus kepada Viking Kabupaten Bandung dari 16 distrik yang dinilai tetap menjaga dukungan positif dan kondusif.

Di balik gegap gempita kemenangan, Pemerintah Kabupaten Bandung rupanya memilih langkah yang tak sekadar seremonial. Nobar digelar serentak di 31 kecamatan, 270 desa, dan 10 kelurahan. Sebuah strategi untuk mengurai lautan manusia agar euforia tidak berubah menjadi petaka.

Sebab kemenangan sebesar apa pun akan kehilangan makna jika dirayakan dengan kekacauan.

“Kami bersama Pak Wakil telah menginstruksikan para camat, kepala desa dan lurah untuk menggelar nobar di wilayah masing-masing. Tujuannya agar masyarakat tetap dapat menyaksikan pertandingan dengan aman, nyaman dan kondusif tanpa harus terpusat di satu lokasi,” katanya.

Persib kembali membuktikan satu hal: sepak bola di Tanah Pasundan bukan sekadar olahraga. Ia telah menjadi identitas, harga diri, bahkan denyut emosi masyarakat Jawa Barat.

Kini bintang lima telah bersinar di langit Bandung. Dan bobotoh kembali mengirim pesan keras kepada sepak bola nasional: loyalitas tidak pernah mengenal degradasi.

Kontributor
Ade gr
Red AnalisaSiberNews
Aziz

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x