Jombang, analisasibernews.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) BASTYASAKA ke-35 SMA Negeri 3 Jombang yang digelar Kamis (17/09/2026) berlangsung megah dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tidak hanya seremoni, perayaan kali ini dikemas secara kolosal dengan memadukan kekayaan budaya Nusantara, prestasi olahraga, kreativitas pelajar, hingga pemberdayaan UMKM.
Dengan mengusung tema utama budaya Kalimantan, para siswa-siswi SMAN 3 Jombang tampil memukau membawakan keberagaman Indonesia ke atas panggung. Sebanyak 10 jenis pakaian adat dari berbagai daerah di Kalimantan diperagakan melalui fashion show di karpet merah menuju panggung utama.
Kepala SMAN 3 Jombang, Saidun, S.Pd., M.M.Pd., mengatakan pemilihan tema budaya Kalimantan memiliki pesan mendalam.
“Kami sengaja mengangkat budaya Kalimantan sebagai tema utama. Ini bukan sekadar tontonan, tapi tuntunan. Kami ingin anak-anak SMAN 3 Jombang mengenal, mencintai, dan bangga dengan keberagaman budaya Nusantara di tengah gempuran budaya asing,” ujar Saidun kepada wartawan, Kamis (17/09/2026).
Menurutnya, langkah para pelajar mengenakan busana adat tersebut menjadi simbol bahwa generasi muda harus menjadi garda terdepan penjaga budaya bangsa.
Suasana semakin meriah ketika panggung BASTYASAKA ke-35 menampilkan aksi para siswa berprestasi di bidang olahraga bela diri.
Para juara pencak silat SMAN 3 Jombang menunjukkan kebolehan melalui gerakan kembangan yang memadukan ketepatan, keindahan, dan kekuatan. Tak kalah menarik, para karateka mempertontonkan peragaan pertarungan penuh energi yang menunjukkan disiplin dan keberanian.
Kepala Sekolah menegaskan, prestasi tidak hanya lahir dari ruang kelas.
“SMAN 3 Jombang tidak hanya fokus pada akademik. Kami memberikan ruang seluas-luasnya bagi bakat dan minat siswa melalui ekstrakurikuler. Buktinya, anak-anak kita mampu mengukir prestasi di tingkat kabupaten hingga provinsi melalui silat dan karate. Ini adalah karakter pejuang yang kami bangun,” tegasnya.
Semarak BASTYASAKA ke-35 semakin lengkap dengan hadirnya Gelar UMKM yang menampilkan berbagai produk unggulan khas Jombang.
Menariknya, mayoritas peserta gelar UMKM tersebut adalah siswa-siswi SMAN 3 Jombang sendiri. Mereka mendapat ruang untuk memperkenalkan produk sekaligus belajar langsung tentang kreativitas, pemasaran, dan semangat kewirausahaan.
Salah satu stand menampilkan produk olahan makanan, kerajinan tangan, hingga ecoprint karya siswa.

Konsep kolosal tersebut tidak lepas dari kolaborasi besar di balik layar. Panitia BASTYASAKA ke-35 melibatkan berbagai unsur, mulai dari komite sekolah, jajaran alumni, hingga vendor dan sponsor.
Sejumlah tamu undangan tampak hadir, di antaranya Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Dr. Eko Redjo Sunariyanto, S.Pd., M.Pd., pengurus komite sekolah, guru purna tugas, serta Ikatan Alumni SMAN 3 Jombang.
Dr. Eko Redjo Sunariyanto memberikan apresiasi tinggi atas gelaran tersebut.
“Luar biasa. Perayaan HUT ke-35 SMAN 3 Jombang ini sangat inspiratif. Ini adalah contoh nyata bagaimana sekolah mampu menjadi pusat pelestarian budaya, pusat prestasi, dan pusat kewirausahaan. Ini yang kita butuhkan untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila,” ungkapnya.
Kehadiran para tokoh pendidikan dan alumni tersebut memberikan makna tersendiri bagi perjalanan SMAN 3 Jombang yang kini memasuki usia 35 tahun.
Momentum BASTYASAKA ke-35 menjadi bukti bahwa ketika pendidikan, budaya, prestasi, dan kreativitas dipertemukan dalam semangat kebersamaan, sekolah tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga menumbuhkan generasi yang siap berkarya untuk bangsa.
Editor : Redaksi
Penulis : Er
