Exif_JPEG_420
Jombang, analisasibernews.com – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang kembali menggelar momen sakral akademik. Rapat Senat Terbuka Wisuda Program Sarjana dan Pascasarjana Tahun Akademik 2025/2026 digelar khidmat pada Sabtu, 4 Oktober 2026 di Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas Jombang.
Sebanyak 600 wisudawan dan wisudawati dari berbagai program studi resmi dikukuhkan oleh Rektor UNWAHA, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng.
Wisuda kali ini terasa istimewa karena dihadiri oleh jajaran tokoh nasional dan daerah. Tampak hadir Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Ning Hj. Lailatun Ni’mah, S.H., Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. Zulkifli Hasan, S.E., M.M., serta Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., Ph.D.
Dalam sambutannya, Rektor UNWAHA Prof. Gatot Ciptadi menegaskan bahwa wisuda bukan akhir, melainkan awal pengabdian.
“Hari ini UNWAHA mengukuhkan 600 putra-putri terbaik bangsa. Saya berpesan, jagalah nama baik almamater UNWAHA dan Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Jadilah sarjana yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual dan sosial. Gelar yang Anda sandang harus memberi manfaat bagi umat,” tegas Prof. Gatot di hadapan wisudawan.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang hadir memberikan orasi ilmiah, mengapresiasi peran UNWAHA sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
“Saya bangga hadir di UNWAHA. Dari pesantren lahir pemimpin. Tantangan Indonesia ke depan adalah soal pangan. Saya menantang para wisudawan UNWAHA untuk menjadi petani-petani milenial, menjadi pengusaha di bidang pangan, jangan malu turun ke sawah dengan teknologi. Masa depan Indonesia ada di tangan kalian,” ujar Zulkifli Hasan yang disambut tepuk tangan meriah.
Senada, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menekankan pentingnya adaptasi di era digital.
“600 wisudawan hari ini adalah bonus demografi Jawa Timur. Kuncinya ada tiga: adaptif, kolaboratif, dan inovatif. UNWAHA telah membuktikan mampu mencetak lulusan yang berdaya saing. Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap bersinergi,” kata Emil Dardak.
Acara wisuda berlangsung haru dan khidmat. Tangis bahagia pecah saat perwakilan wisudawan terbaik menyampaikan sambutan, mengenang perjuangan selama kuliah di bawah naungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum.
Dengan dikukuhkannya 600 wisudawan baru, UNWAHA menegaskan eksistensinya sebagai salah satu perguruan tinggi Nahdlatul Ulama terkemuka di Jawa Timur yang terus berkomitmen mencetak generasi Ulul Albab yang beriman, berilmu, dan beramal sholeh.
Editor : Redaksi
Penulis : Ern
