Analisasibernews.com, MINAHASA UTARA – Aksi tanggap darurat diperlihatkan oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1310-03/Likupang Kodim 1310/Bitung bersama masyarakat. Mereka bergerak cepat memadamkan kebakaran vegetasi lahan perkebunan di Desa Kokoleh Satu, Jaga III, Kecamatan Likupang Selatan, Kabupaten Minahasa Utara, Minggu (20/09/2026) sekitar pukul 15.00 WITA. Langkah taktis ini berhasil melokalisasi pergerakan api yang sempat mengancam fasilitas pendidikan terdekat.
Peristiwa ini pertama kali terdeteksi setelah Babinsa Desa Kokoleh Satu, Serka Royke Rasuh, menerima laporan kedaruratan dari Camat Likupang Selatan, Ibu Susana Kaunang, pada pukul 15.01 WITA. Laporan tersebut mengindikasikan adanya kobaran api yang membakar lahan kosong seluas kurang lebih 1/4 hektare, dengan posisi yang sangat krusial karena berdekatan dengan kompleks SMA Santo Fransiskus.
Merespons potensi ancaman terhadap fasilitas publik tersebut, Serka Royke Rasuh segera memobilisasi massa dan berkoordinasi dengan perangkat desa setempat. Setibanya di lokasi, Babinsa memimpin upaya pemadaman secara manual (efek pemadaman mandiri) menggunakan logistik peralatan yang tersedia untuk memotong rambatan api. Berkat sinergi yang solid dan kesigapan seluruh elemen di lapangan, titik api berhasil dipadamkan secara total pada pukul 15.45 WITA.
“Berdasarkan investigasi dan informasi awal di lapangan, insiden ini diduga kuat dipicu oleh kelalaian aktivitas manusia, yakni pembuangan puntung rokok secara sembarangan oleh oknum yang melintasi area perkebunan. Material kering seperti bambu dan alang-alang di sepanjang jalan perkebunan Gereja Katolik Desa Kokoleh Satu membuat kobaran api menjalar dengan sangat cepat,” jelas Serka Royke Rasuh saat memberikan keterangan di lokasi.
Otoritas memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Kerugian materiel sejauh ini hanya mencakup kerusakan ekologis pada lahan kosong vegetasi yang terbakar. Pasca-pemadaman, Babinsa langsung melakukan pelaporan berjenjang ke Komando Atas dan memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Desa untuk langkah mitigasi lanjutan.
Meski situasi telah terkendali, personel TNI bersama warga tetap disiagakan di lokasi (standby) guna melakukan pemantauan menyeluruh (mopping up) untuk memastikan tidak ada bara api tersembunyi yang berpotensi memicu penyalaan ulang (re-ignition).
Menyikapi fenomena ini, Komandan Kodim (Dandim) 1310/Bitung, Letkol Inf Dewa Made DJ, memberikan atensi khusus. Ia menegaskan bahwa insiden ini harus menjadi momentum evaluasi dan peningkatan kewaspadaan kolektif masyarakat terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), terutama pada wilayah dengan tingkat vegetasi kering yang tinggi.
“Masyarakat dihimbau keras untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan dengan tidak melakukan tindakan spekulatif yang memicu api, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membuka lahan dengan cara membakar. Keselamatan wilayah adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Dandim 1310/Bitung. ( Wid )
