Analisasibernews.com, SANGGAU – Pembangunan ekosistem keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang berkelanjutan tidak dapat bertumpu tunggal pada instrumen aparat penegak hukum. Manifestasi kamtibmas yang ideal mutlak memerlukan keterlibatan aktif dan sinergi kolektif dari seluruh elemen pemangku kepentingan. Pilar filosofis inilah yang menginisiasi langkah taktis Kapolres Sanggau, AKBP Kadek Ary Mahardika, S.I.K., M.H., dalam memperkokoh saluran komunikasi dengan dua organisasi kemasyarakatan (ormas) besar di Kabupaten Sanggau, yakni Pemuda Pancasila (PP) dan Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), pada Rabu (16/9/2026).
Rangkaian agenda silaturahmi formal ini dimulai pukul 10.00 WIB. Kapolres Sanggau beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Sanggau melakukan kunjungan perdana ke Cafe Bundo, Kelurahan Tanjung Kapuas. Rombongan disambut langsung oleh Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Sanggau, Ir. H. John Hendri, M.Si., beserta jajaran fungsionaris struktural organisasi.
Dalam tatap muka strategis tersebut, Kapolres didampingi oleh Kabag Ops AKP PSC. Kusuma Wibawa, S.H., M.A.P., Kasat Intelkam AKP Suprianto, S.H., Kasat Samapta Iptu Santoso Herubimo, KBO Sat Intelkam Ipda Ermunadi Hardi, dan Kanit I Sat Intelkam Ipda Adi Kusuma Jaya.
Momentum ini dimanfaatkan secara optimal oleh AKBP Kadek Ary Mahardika untuk memperkenalkan diri sebagai pejabat baru, sekaligus mengartikulasikan ruang dialektika langsung guna menyerap aspirasi, masukan, serta informasi aktual terkait dinamika sosial, budaya, dan proyeksi keamanan di wilayah hukum Kabupaten Sanggau.
“Silaturahmi ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan sebuah ikhtiar manajerial untuk membangun pola komunikasi yang transparan dan kemitraan yang solid. Kami ingin mengadopsi masukan langsung dari akar rumput, sekaligus menegaskan bahwa Polres Sanggau membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya demi merawat stabilitas kamtibmas,” ujar AKBP Kadek Ary.
Konsolidasi Lintas Elemen Struktural dan Adat :
Memasuki pukul 11.30 WIB, akselerasi komunikasi berlanjut menuju kediaman Ketua TBBR Kabupaten Sanggau di Desa Pusat Damai, Kecamatan Parindu. Di lokasi ini, Kapolres Sanggau beserta rombongan disambut oleh Pemimpin TBBR Kabupaten Sanggau yang juga tokoh adat Dayak, Martinus Bontot, dengan didampingi Kapolsek Parindu, AKP Sutono.
Konsolidasi bersama TBBR ini merupakan representasi dari upaya perluasan komunikasi lintas elemen, khususnya dalam memetakan potensi gangguan keamanan dari perspektif kultural dan sosiologis. Kapolres menggarisbawahi urgensi penyamaan persepsi (equifinality) agar setiap eskalasi permasalahan di tingkat tapak dapat dimitigasi secara responsif dan kolegial.
“Kita berada dalam satu garis kepentingan yang sama: menjaga Kabupaten Sanggau tetap aman, tertib, dan kondusif bagi akselerasi pembangunan. Oleh sebab itu, transparansi informasi dan deteksi dini terhadap setiap riak persoalan di lapangan harus dikomunikasikan secara proporsional agar solusi holistik dapat dirumuskan sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” tegas Kapolres.
Komitmen Dukungan Riil 6.500 Personel Ormas :
Pertemuan bilateral ini menghasilkan komitmen konkret. Pemuda Pancasila Kabupaten Sanggau memaparkan kekuatan strukturalnya yang mencapai 1.500 anggota, sementara TBBR mengonsolidasikan kekuatan basis massa sebanyak 5.000 anggota yang tersebar merata di seluruh kecamatan.
Kedua entitas ormas ini secara bulat menyatakan kesiapan sediaannya bertindak sebagai mitra sejajar kepolisian (partner in crime prevention) dalam mengawal kelancaran berbagai agenda publik. Dukungan riil tersebut termanifestasi dalam kesiapan pelibatan personel ormas guna memperkuat perimeter pengamanan hari besar keagamaan dan nasional, seperti Hari Raya Idulfitri, Natal, serta agenda kemasyarakatan lainnya.
Merespons komitmen positif tersebut, AKBP Kadek Ary Mahardika memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, determinasi utama dalam menjaga kamtibmas bertumpu pada formula sinergitas multipihak (pentahelix) yang melibatkan kepolisian, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta organisasi kemasyarakatan.
“Kami sangat menghargai manifestasi komitmen ini. Namun, hal yang paling krusial adalah konsistensi dari koordinasi tersebut. Polres Sanggau berkomitmen memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman secara profesional, humanis, serta berintegritas. Kami berharap masyarakat dapat memposisikan diri sebagai subjek aktif dalam sistem keamanan swakarsa,” pungkasnya.
Melalui peletakan batu pertama komunikasi yang intensif ini, diharapkan terbangun pola kerja sama yang integratif antara Polres Sanggau, Pemuda Pancasila, dan TBBR. Sinergi yang terlembaga dengan baik ini diproyeksikan mampu mempercepat transmisi informasi, mempermudah koordinasi taktis, serta menstimulasi penyelesaian problem-solving sosial demi mewujudkan Kabupaten Sanggau yang aman, harmonis, dan kondusif. ( Wid )
