ANALISASIBERNEWS.COM I BANDUNG – Sebuah kecelakaan beruntun terjadi di kawasan Leuwipanjang, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Rabu (29/7/2026). Peristiwa ini menimbulkan duka bagi keluarga korban dan menyebabkan kepadatan arus lalu lintas yang cukup panjang.
Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 12.10 WIB, saat sebuah truk pengangkut gas dengan nomor polisi D 8769 UA diduga kehilangan kendali. Diduga karena sopir mengantuk, kendaraan tersebut oleng ke kiri lalu ke kanan, menyerempet kendaraan yang sedang diparkir, menabrak pengendara sepeda, serta menabrak kendaraan lain yang sedang melaju di depannya. Hal ini memicu tabrakan beruntun yang melibatkan total sekitar 11 unit kendaraan, meliputi truk gas, lima mobil, tiga sepeda motor, satu sepeda, serta dua gerobak pedagang.
Akibat kejadian tersebut, seorang perempuan pengendara sepeda meninggal dunia di lokasi. Jenazah korban segera dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hasan Sadikin Bandung. Sementara itu, satu orang lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan ke RS Bandung Kiwari untuk mendapatkan perawatan medis.
Polrestabes Bandung melalui Satuan Lalu Lintas dan Polsek Bojongloa Kidul segera tiba di lokasi kejadian untuk mengamankan tempat, mengatur arus lalu lintas, serta memeriksa kondisi di lapangan. Sopir truk telah diamankan untuk dimintai keterangan guna penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan.
Akibat insiden ini, arus lalu lintas di sekitar kawasan Terminal Leuwipanjang sempat lumpuh sementara dan menimbulkan kemacetan panjang. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat pengguna jalan untuk sementara waktu menghindari jalur tersebut hingga proses penanganan tuntas dan arus lalu lintas kembali normal.
“Kami mengucapkan belas sungguh-sungguh kepada keluarga korban yang ditinggalkan. Kami juga mengingatkan kembali kepada seluruh pengemudi kendaraan besar untuk selalu memastikan kondisi fit sebelum berkendara, serta mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” ungkap pihak kepolisian di lokasi kejadian.
Jurnalis : Ajunaedi



