x
Hotline News

Pembangunan Revitalisasi SMP PGRI 2 Kragilan di Duga Tida Sesuai Spek dan Juga RAB

waktu baca 2 menit
Minggu, 31 Mei 2026 09:03 23 Kaperwil Banten

ANALISASIBERNEWS.COM

Kabupaten Serang,| program revitalisasi SMP PGRI 2 Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, yang bersumber dari dana APBN Tahun Anggaran 2026, diduga terdapat sorotan tajam dikerjakan tida sesuai spesifikasi, teknis mengabaikan keselamatan dan kesehatan kerja, (K3)serta tida mengikuti standar operasional prosedur.(SOP) minggu 31/5/2026.

Berdasarkan Papan Informasi Publik,(PIP) kegiatan ini Langsung dari Bantuan Pemerintah pusat Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026” dengan nilai Rp1.200.124.000. Pelaksana kegiatan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan dengan waktu pengerjaan 120 hari kalender.

Besi yang diduga tida sesuai speck hasil
Temuan di Lapangan
Investigasi Analisasibernews
.com di lokasi menemukan sejumlah kejanggalan di antara nya:

-Lemahnya pengawasan dari pihak sekolah/P2SP.
-Penggunaan semen merek Conch yang diduga tidak sesuai harga satuan.
-Ukuran besi tidak sesuai spesifikasi.
Jarak cincin atau ring tidak sesuai ketentuan.
-Tidak terpasangnya police line di area proyek.
-Pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri.

Tim awak media mencoba konfirmasi salah satu Seorang pekerja yang tida mau disebut namanya membeberkan, bahwa mengenai terkait upah kerja bayar harian Rp120.000 untuk kenek dan Rp150.000 untuk tukang. Ia juga mengatakan pekerja enggan memakai sepatu bots dan helm karena “ribet dan panas”.

Masih lanjut di tempat yang sama ditemui salah satu stap guru bernama( Evi) saat di konfirmasi, Evi mewakili untuk memberikan Keterangan sekaligus menyampaikan,kepada awak media bahwa pada saat ini Pihak Sekolah tida ada pa kebetulan, sedang ada acara di luar kota, kepala sekolah dan ketua komite tida berada di tempat.

Evi,selaku staf guru, mengatakan kepala sekolah sedang di Bandung dan ketua komite sedang tidak sehat Papar nya.

“Untuk pekerja, ada warga sini juga. mengenai untuk Ukuran besi tulangan yang kami pakai 12 mm dan 8 mm untuk ring, jarak cincin 20 cm, semen pakai Conch. APD sudah kami sediakan, mungkin pekerja tidak pakai karena panas dan tida betah,” ujarnya.

Fakta hasil infestigasi dilapangan membuktikan saat di ukur menggunakan alat sigmat untuk besi tulangan 9.8 mm dan utuk cincin 5.5 mm sangat jauh perbedaan tida sesuai standar yang diduga ada nya indikasi unsur kesengajaan mencuri speck guna untuk mencari keutungan pribadi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun dinas terkait. Atas dugaan ketidaksesuaian spesifikasi dan pengabaian K3 perlu segera diklarifikasi agar tida membahayakan pekerja dan para siswa dan siswi sekolah.

Catatan Redaksi: berita ini disusun berdasarkan informasi awal yang diperoleh dari sumber dilapangan.Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak- pihak yang disebutkan dalam pemberitaan,ini sesuai dengan ketentuan undang- undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers.

 

(Masturo)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x