
Cilegon,|Analisasibernews.com
Selain dijuluki kota baja dan kota dolar,Cilegon juga berjuluk kota santri karena ketaatan warga masyarakat kota Cilegon dalam beribadah yang hampir 95 persen memeluk agama Islam.

Banyak para ulama dari Ustadz hingga Kiayi yang nota bene hampir semua sebagai pengasuh pondok pesantren Yanga satu ponpes mempunyai santriwan santriwati ratusan jumlahnya.
Namun seiringnya jaman,prediket kondang sebagai kota santri nyaris terhapuskan akibat pertumbuhan penduduk sangat pesat juga persaingan ekonomi sangat ketat hingga berdirinya tempat tempat hiburan malampun tumbuh sangat pesat juga.
“Sekarang ini jangankan tempat tempat hiburan malam seperti karaoke atau club club malam,disepanjang jalan dari simpang tiga Cilegon arah merak disinyalir dijadikan tempat tempat mangkalnya pelaku maksiat” papar Yudi,senin 18/05/2026.

“Hampir setiap malam mereka memadati kawasan Simpang tiga Cilegon atau alun alun cilegon yang kemungkinan besar dimanfaatkan untuk transaksi esek esek ataupun narkoba,karena banyak juga berdiri wareng wareng dikawasan itu”paparnya lagi.
“Atas semua itu dan tidak adanya tindakan tegas dari aparatur pemerintah,predikat kota santri hampir hilang atau punah”imbuhnya.
Saat dihubungi via no kontak pribadi,Kepala Satpol PP kota Cilegon,Noviyogi Hermawan S.STP,M.Si tidak memberikan respon bahkan terkesan menghindari pertanyaan wartawan.
Gun’s


Tidak ada komentar